Gun Gun Heryanto
Gun Gun Heryanto

Perkuat Narasi Ukhuwah Kebangsaan dan Rajut Persatuan Jelang 2024

Jakarta – Narasi ukhuwah kebangsaan, merajut kesatuan dan persatuan harus diperkuat jelang memasuki tahun politik pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2024. Itu penting untuk meredam munculnya polarisasi berupa politik identitas dan politisasi agama yang mengancam persatuan dan perdamaian bangsa.

Pakar Komunikasi Politik UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Dr Gun Gun Heryanto mengatakan, Majelis Ulama Indonesia (MUI) memiliki peran sangat penting dalam menjaga umat dari berbagai narasi-narasi yang berpotensi menodai proses demokrasi di Indonesia.

“Ini adalah peran MUI yang perlu diperbanyak, kenapa? Karena biasanya jelang kontestasi elektoral ada polarisasi yang mengeras dan menajam,” ujarnya dalam Halaqoh Mingguan Infokom MUI yang bertajuk: Strategi Komunikasi Politik MUI Menjelang Tahun Politik dikutip dari laman MUI Digital, Senin (22/8/2022).

Ia menilai, polarisasi tersebut akan lebih tajam apabila ada trigger atau pemicunya. Oleh itu penguatan narasi dan manajemen komunikasi oleh MUI harus diperkuat yang juga diiringi dengan kerja sama dengan berbagai pihak.

“Terutama soal himayatul ummah, khadimul ummah, dan shodiqul hukumah,” ungkapnya.

Ia menambahkan, jelang perhelatan politik biasanya akan muncul narasi-narasi seperti bagaimana posisi agama dan negara, posisi Islam dengan partai politik, dan hoaks. Narasi tersebut biasanya sangat cepat memapar khalayak luas.

“MUIharus bisa bicara bukan hanya soal eksistensi, melainkan jangka panjang yang merepresentasikan basis nilainya dengan mengeluarkan narasi yang lebih sejuk,” tuturnya,

Menurut dia, hal ini dilakukan untuk menciptakan situasi yang terkontrol agar tidak melahirkan konflik yang non realistis. Ia menyadari dalam politik tidak bisa menghindari yang namanya konflik. Tetapi, sebisa mungkin konflik yang terjadi adalah konflik realistis.

“Konfik yang bisa diselesaikan oleh koridor hukum, musyawarah dan pendekatan organisasi. Bukan selalu dengan kekerasan apalagi memicu penularan perilaku yang tidak bisa dikontrol,” pungkasnya.

Bagikan Artikel ini:

About redaksi

Check Also

Ratusan eks anggota NII Garut kembali baca dua kalimat syahadat dan ikrar setia kembali ke NKRI

Tobat, Ratusan Eks NII Garut Baca Syahadat Lagi dan Ikrar Setia Kepada NKRI

Garut – Ratusan eks pengikut Negara Islam Indonesia (NII) di Garut, Jawa Barat, melakukan pertobatan …

penceramah radikal

Jangan Heran Sudah Diprediksi Nabi, Sering Bikin Gaduh dengan Fatwa tanpa Ilmu

Terkadang kita susah membedakan antara ulama yang fasih ilmu fikih dengan hanya penceramah. Banyak pula …

escortescort