membela agama
membela agama

Perlukah Membela Agama?

Agama adalah pedoman dan aturan yang diturunkan oleh Tuhan agar manusia berada di jalan kebenaran Tuhan. Agama adalah milik Allah dan pemiliknya akan selalu menjaganya. Manusia menjaga dan membela agama dengan cara menjalankan segala aturan Tuhan. Bukankah agama harus dibela?

Terdapat kisah menarik yang dapat kita ambil pelajaran. Abdul Muthalib yang merupakan Kakek Nabi Muhammad memiliki tanggungjawab untuk menjaga ka’bah. Kala itu Abrahah beserta pasukannya bertandang mendekati Makkah dan merampas kekayaan orang-orang Quraisy termasuk 200 ekor unta milik Abdul Muttalib.

Mendengar 200 ekor untanya dirampas pasukan Abrahah, Abdul Muthalib pun beranjak menemui Abrahah. Mendapat tamu dari pemuka Mekah, berbangga hatilah Abrahah. Dia menyangka Abdul Muthalib cemas Kabah akan dihancurkan oleh pasukan gajahnya.

Abrahah pun bertanya kepada kakek Rasulullah dengan congkak, “Apa keperluan anda hingga datang ke mari?” Namun, jawaban Abdul Muthalib sangat di luar dugaan Abrahah. “Kembalikan 200 ekor unta milikku yang telah dirampas oleh pasukanmu,” ujar Abdul Muthalib. Abrahah pun terheran, “Mengapa kau lebih mengkhawatirkan untamu, padahal kami datang ke sini untuk menghancurkan Ka’bah? Mengapa kau tidak mengkhawatirkan Ka’bah itu saja?” ujarnya.

“Unta-unta yang kau rampas itu adalah miliku, sementara Ka’bah merupakan milik Allah. Maka, Allahlah yang akan melindunginya,” jawab Abdul Muthalib ringan. Abrahah terdiam, namun geram. Dirasa tidak memiliki pilihan lain, maka, dikembalikanlah unta-unta milik Abdul Muthalib tersebut.

Saat kembali ke Makkah, Abdul Muthalib pun memperingatkan warga kota agar berlindung menyelamatkan diri mereka seraya berkata, “Wahai kaumku, tinggalkanlah Makkah, berlindunglah ke bukit. Sungguh aku melihat pasukan Abrahah yang besar dan mustahil kita lawan,”. Maka tanpa berfikir panjang, warga bergegas meninggalkan kota. Sebelum menuju tempat yang aman, Abdul Muthalibpun berdoa, “Ya Allah, kami menyelamatkan diri kami maka lindungilah rumah-Mu ini,”

Sementara itu, pasukan Abrahah pun bergegas menuju Makkah. Hentakan kaki gajah telah membuat bulu kuduk warga Makkah merinding. Mereka berpikir, inilah hari akhir bagi Kota Makkah. Abrahah pun memerintahkan untuk menyerang. Namun, tiba-tiba gajah-gajah enggan melangkahkan kaki. Mereka hanya terdiam dan enggan untuk menyerang, meski gajah-gajah tersebut dicambuk, gajah-gajah itu berbalik arah dan hanya berputar-putar saja di lembah Muhassir, dan enggan untuk mendekati Ka’bah.

Abrahah mulai gerah, namun pasukannya kehabisan akal dan kelelahan menangani gajah sebeumnya mereka merupakan gajah terlatih. Disaat kondisi yang menjengkelkan tersebut, terjadi peristiwa dahsyat yang diabadikan dalam al-Quran surat al-Fiil. Yaitu datangnya rombongan burung ababil di langit-langit kota Makkah uang berjumlah amat banyak, dan setiap ekor burung membawa batu-batu panas.

Burung-burung tersebut menargetkan pasukan Abrahah kemudian melemparkan batu membara tersebut. Setiap yang terkena batu itu langsung binasa. Melihat kejadian tersebut, paniklah pasukan Abrahah. Mereka berlarian mencari tempat berlindung. Namun, tak ada yang selamat, mereka binasa, bahkan sebelum menyentuhkan sedikit pun jemari ke Baitullah.

Dalam kisah ini, seharusnya kita sudah mendapat jawaban dari pertanyaan yang dikemukakan di atas. Agama Allah harus dijaga dan tidak perlu berlebihan karena pada akhirnya kita serahkan (tawakal) kepada Tuhan Sang Pemilik Aturan. Karena terkadang ketika kita membela agama yang muncul adalah ego diri kita bukan pembelaan yang ikhlas dan tulus.

Memang terdapat beberapa surat dalam al-Quran yang menegaskan orang mukmin harus menolong agama Allah. Seperti dalam Surat as-Saff Ayat 14, “Hai orang-orang yang beriman, jadilah kamu penolong (agama) Allah sebagaimana Isa ibnu Maryam telah berkata kepada pengikut-pengikutnya yang setia: “Siapakah yang akan menjadi penolong-penolongku (untuk menegakkan agama) Allah?” Pengikut-pengikut yang setia itu berkata: “Kamilah penolong-penolong agama Allah”, lalu segolongan dari Bani Israil beriman dan segolongan lain kafir; maka Kami berikan kekuatan kepada orang-orang yang beriman terhadap musuh-musuh mereka, lalu mereka menjadi orang-orang yang menang.”

Jadi, bagaimana cara kita menolong agama Allah? Di sinilah titik permasalahannya yang banyak kalangan bermain-main dan menggunakan perannya untuk kepentingan golongan mereka. Ada Sebagian memainkan seolah menolong dan membela agama tetapi justru menjual agama. Banyak dari mereka yang menggunakan ayat al-Quran dan membuatnya seolah menolong agama Allah, tetapi sejatinya sedang menolong dan membela kelompoknya sendiri.

Kekuatan sejati hanyalah milik Allah. Menolong agama Allah bukanlah tentang siapa yang kuat dan siapa yang kalah, melainkan bagaimana cara kita umat muslim mampu menegakkan agama Allah baik dengan ucapan maupun perbuatan, pada diri dan orang lain. Menolong dan membela agama adalah dengan mempraktekkan ajaran agama yang benar.

Tidak perlu berkoar-koar untuk menunjukkan diri dan dipuji sebagai pembela agama. Pembela agama bukan mereka yang di jalanan tanpa ilmu tetapi seolah selalu bersuara terdepan. Agama harus dibela dengan ilmu karena dengan ilmu agama akan selai hidup di tengah masyarakat.

Para penolong agama yang sebenarnya adalah para ulama yang membaktikan hidupnya untuk menghidupkan ajaran Allah dengan menulis dan menyampaikan ajaran Islam. Para pembela agama itu para siswa yang giat belajar untuk menghidupkan syariat Islam di tengah masyarakat. Itulah sejatinya para pembela agama yang menjamin ajarannya tidak lekang oleh waktu.

 

Bagikan Artikel ini:

About Imam Santoso

Avatar of Imam Santoso

Check Also

moderasi arab saudi

Ironi, Arab Saudi Sedang Memoderasi, Indonesia Seperti Sedang Wahabisasi

Kelompok Wahabi tak henti-hentinya menjadi perbincangan publik dan menimbulkan kontroversi di tengah masyarakat Indonesia. Wahabi …

syukur dalam al-quran

Barat Harus Belajar Menghormati Kitab Suci

Peristiwa pembakaran al-Quran di Swedia beberapa waktu terakhir menarik banyak perhatian dunia internasional, terutama masyarakat …

escortescort