Dunia ramai ramai mengecam perlakuan pemerintah China terhadap penduduk minoritas etnis Uighur dan Muslim lainnya Dalam beberapa tahun terakhir kondisi muslim Uighur di negeri tirai bamboo tersebut selalu dikabarkan mengalami diskriminasi Apalagi setelah adanya sejumlah laporan yang menyatakan adanya penahanan massal dan pengawasan ketat terhadap etnis Uighur dan Muslim lainnya Sebaliknya otoritas China menyangkal dengan alasan bukan rumah tahanan tetapi pusat pelatihan pusat pelatihan Mereka yang dikirim ke pusat pelatihan tersebut diajarkan keterampilan dan bahasa Namun di sisi lain ada seorang mantan tahanan yang mengaku pernah diminta untuk keluar dari agama Islam Tak hanya itu dia juga diminta mengucapkan kesetiaan kepada Partai Komunis China Atas berbagai informasi adanya diskriminasi tersebut beberapa ormas keagamaan di Indonesia seperti NU dan Muhammadiyah mengecam tindakan diksriminasi tersebut dan meminta PBB untuk menyelidiki dan mengecam tindakan seperti yang diberitakan Dengan dalih alasan apapun memang diskriminasi dan paksaan dalam beragama jelas bertentangan dengan HAM dan ajaran Islam Baca juga Uighur Residual Perang Dunia Kedua Yang Tak Kunjung Selesai Sebelum kita ramai ramai mengecam dan melakukan pembelaan terhadap kondisi di Uighur untuk menambah wawasan setidaknya ada empat hal yang perlu diketahui agar tidak terjebak dalam menyikapi masalah muslim Uighur yaitu sebagai berikut 1 Isu Uighur bukan satu satunya isu umat Islam di belahan dunia ini Di sana banyak isu yang sama dengan isu Uighur yang dihadapi setiap pemerintahan di beberapa negara di dunia ini Kemerdekaan Pakistan dari India menyisahkan masalah muslim Kashmir yang tak kunjung selesai sampai hari ini Nasib Sahara Barat yang diperselisihkan oleh Marokko dengan Aljazair juga belum selesai Perjuangan suku Kurdi antara Irak dengan Turki juga masih ramai dibicarakan sampai saat ini Demikian pula bangsa Sawahili menjadi momok bagi Republik sentral Afrika Chad dan Sudan serta Republik Kongo karena sawahili tidak memiliki negara dan eksis di setiap wilayah perbatasan negara negara itu Muslim Rohingya yang juga tidak jelas yang menjadi faktor perseteruan antara Bangladesh dengan Myanmar Rakyat Palestina yang juga sampai saat ini belum merdeka dan masih diklaim Israel sebagai bagian dari wilayahnya Belum lagi masalah Thailand Selatan Filipina Selatan dan Somalia Isu isu ini merupakan sisa sisa persoalan yang tidak selesai sejak perang dunia kedua Isu isu di atas bukan saja menjadi isu kawasan masing masing akan tetapi menjadi isu internasional dan menjadi agenda pembahasan organisasi dunia seperti PBB OKI KNB dan lain lain yang terus berusaha menyelesaikan masalah masalah itu dengan didasarkan pada konvensi konvensi dunia tentang perlindungan Hak Asasi Manusia HAM 2 Kemunculan ISIS di Suriah dan Irak bukan saja menyebabkan musibah bagi umat Islam di kawasan itu akan tetapi juga telah mengakibatkan musibah di negeri negeri muslim khususnya komunitas komunitas muslim minoritas yang sampai saat ini belum berhasil membentuk identitas sendiri seperti Uighur Kashmir Somalia Palestina Filipina Selatan dan lain lain Kemunculan ISIS bagi mereka disambut baik khususnya mereka yang cenderung menggunakan cara cara radikal untuk meraih kemerdekaan Muncul asumsi bahwa hanya dengan cara itulah mereka akan bisa mencapai harapannya mengingat negara negara Islam yang selama ini menjadi tumpuan mereka ternyata sulit memberikan dukungan sebagaimana yang diharapkan Al Qaeda misalnya memanfaatkan momentum ini untuk merekrut kelompok kelompok esktrim di Kashmir untuk bergabung dengan Mujahidin di Afghanistan Begitupula ketika ISIS muncul di Irak menjadikan warga warga minoritas muslim seperti Uighur Filipina Selatan dan negara negara lainnya seperti Afrika sebagai sasaran empuk perekrutan karena mereka putus asa berjuang di negerinya 3 Keruntuhan Al Qaeda di Afghanistan dan ISIS di Irak dan Suriah mengundang kekhawatiran semua negara akan kepulangan eks eks kombatan ke negara mereka masing masing sehingga setiap negara mengambil langkah langkah preventif untuk menghindari gelombang masuknya eks kombatan ISIS dari wilayah konflik Bukan saja China tetapi semua negara mengambil langkah langkah preventif terhadap penyusupan eks kombatan ini ke negara mereka masing masing 4 Idelogi transnasional yang kini merambah dunia akibat globalisasi dan era komunikasi digital yang canggih juga merupakan salah satu fenomena yang kini menjadi tantangan baru bagi setiap negara termasuk di China Rohan Gunaratna pengamat teroris dari Singapore dalam sebuah diskusi di Singapore mengatakan bahwa sel sel teroris di Asia Tenggara pasca ISIS akan semakin kuat setelah mereka membangun kamp di Filipina Selatan Mereka adalah alumni alumni ISIS yang pulang dari wilayah konflik Pernyataan Rohan ini nampaknya cukup faktual yang ditandai dengan maraknya isu ISIS di Marawi akhir akhir ini Kemudian dalam ulasan lain terkait masalah Uighur Gunaratna mengatakan bahwa isu isu intoleransi dan ekstrimisme di Uighur juga semakin meningkat dalam beberapa dekade yang ditandai dengan masuknya tiga jenis ideologi baru ke dalam masyarakat Uighur yaitu pemikiran Ikhanul muslimin dari Timur Tengah pemikiran Salafi dan pemikiran salafi jihadi Ketiga pemikiran ini menyusup masuk di tengah tengah masyarakat Uighur sejak tahun 1990an sehingga tidak mengherankan jika benturan benturan pemikiran dan budaya antara satu dengan yang lain terjadi di Uighur Lalu bagaimana kita sebagai umat Islam menyikapi berbagai masalah umat Islam di berbagai belahan dunia termasuk msalah Uighur Dengan dalih apapun pemaksaan dan diskriminasi terhadap umat beragama harus dikecam PBB harus memberikan sangsi tegas apabila terbukti pemerintah China melakukan kekejaman tersebut Indonesia harus berperan aktif melalui kebijakan diplomasi untuk membela umat Islam di China Sebagai masyarakat dan umat Islam solidaritas harus digalang dengan santun dan produktif Sebagaimana himbauan dari PP Muhammadiyah dan NU untuk menggalang bantuan kemanusiaan Jangan pernah isu isu di luar negeri justru menjadi bahan di dalam negeri untuk saling menyerang satu sama lain Solidaritas justru memperkuat persaudaraan Wallahu alam

Tinggalkan Balasan