Ketua Umum PP Muhammadiyah H
Ketua Umum PP Muhammadiyah H

Prof Haidar: Semua Pihak Harus Jadi Sosok Uswatun Hasanah

JAKARTA – Muhammadiyah selalu berada ditengah-tengah masyarakat dalam kondisi apapun, selain itu kader Muhammadiyah harus selalu dapat menjadi manusia yang bermanfaat bagi sekitarnya, menjadi manusia yang Uswatun Hasanah tentu tidak mudah namun setidaknya selalu berusaha untuk menjadi lebih baik untuk kemajuan umat, agama dan bangsa.

Kiprah Muhammadiyah tidak saja telah menghantarkanya menjadi salah satu tiang penyangga bangsa, namun juga menjadi penyelesai berbagai persoalan yang melanda, sehingga masyarakat benar-benar merasakan kehadiran Muhammadiyah.

Ketua Umum PP Muhammadiyah, Prof Haedar Nashir, menyampaikan pidato penutup pada kegiatan Penutupan Tanwir Muhammadiyah dan Aisyiyah 2021

Dalam pidatonya, dia mengingatkan seluruh anggota untuk terus berkontribusi bagi bangsa dan umat.

Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir memberikan keterangan pers saat meninjau vaksinasi Covid-19 Pimpinan Muhammadiyah dan Aisyiyah di Gedung PP Muhammadiyah, Yogyakarta, Selasa (9/3).

“Dalam satu tahun ke depan, akan ada banyak dinamika yang tumbuh di sekitar kita. Dinamika ini harus dihadapi dengan semangat musyawarah, sistem kolektif kolegial. Persyarikatan kita punya koridor-koridor organisasi dan budaya yang mengedepankan kemajuan, kebaikan, dan kemaslahatan,” ujarnya  dalam tayangan seperti dilansir dari laman Youtube tvMU Channel, Ahad (5/9).

Hal-hal yang menyangkut dinamika di luar, menyangkut kehidupan kebangsaan, seberat apapun bisa dihadapi mengingat pengalaman panjang yang dimiliki Muhammadiyah.

“Insya Allah, Muhamamdiyah disebut akan tetap mampu menghadapi dan tidak terbawa arus dinamika tersebut,” kata dia.

Lebih dri itu, Prof Haedar Nashir mengingatkan setiap pihak harus menjadi sosok uswatun hasanah. Mengambil peran dalam kehidupan umat dan bangsa, dengan mengedepankan ikhtiar membangun perdamaian, persatuan, kebaikan, dan memajukan umat serta bangsa.

“Kita tidak perlu terlalu cemas atas relaitas yang berkembang, bahkan kita dituntut memberi kontribusi yang baik sebagai pemberi solusi,” lanjutnya.

Baca Juga:  Ketua Umum PP Muhammadiyah: Ingatkan Jangan Terpecah Soal Palestina

Dia pun mengingatkan kewajiban ini tercermin dalam surat Al Hasyr ayat 18:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ لِغَدٍ ۖ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَ “Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan.”

Muhammadiyah pun disebut selalu mengajak kepada semua pihak agar bersama-sama selalu menjaga kerukunan, kebersamaan dan kesehatan.

Di tengah pandemi yang masih ada di sekitar kita, dia mengingatkan untuk selalu menjaga imunitas lahir dan batin. Insya Allah, ke depannya akan menjadi orang yang sehat, dirahmati Allah SWT, serta dapat menunaikan tugas keumatan dan kebangsaan, sebagaimana mestinya.

“Kita harus menjadi ushwatun hasanah dalam menghadapi pandemi. Selain mengikuti kebijakan pemerintah, kita juga harus menjaga dan disiplin melaksanakan prokes, agar pandemi ini semakin melandai bahkan bisa berakhir, sesuai dengan ikhtiar dan kuasa Allah SWT,” kata dia.

Prof Haedar Nashir lantas mengingatkan terkait Muktamar Muhamamdiyah ke-48, yang akan dilaksanakan pada Jumat-Ahad, 18-20 November 2022. Waktu yang dimiliki sampai pelaksanaan kegiatan ini harus dimanfaatkan sebaik mungkin dengan menjalankkan program usaha dan kegiatan, dengan seluruh komponen yang ada di dalamnya.

Hal ini berjalan sesuai dengan mandat permusyawaratan dari muktamar sampai ke bawah, dengan sebagai mana mestinya. Adapun kegiatan dan program yang ada harus dijalankan dengan ikhtiar yang sungguh-sungguh, di tengah suasana yang serba terbatas karena pandemi Covid-19.

Bagikan Artikel ini:

About redaksi

Avatar of redaksi

Check Also

pwnu dki jakarta menyalurkan keasiswa kepada santri

Peringati Hari Santri, PWNU DKI Jakarta Salurkan Beasiswa 200 Santri

JAKARTA  – Akar historis Hari Santri adalah tercetusnya Resolusi Jihad yang dikeluarkan oleh KH Hasyim …

Pondok pesantren

Pesantren Berperan Besar Sebarkan Ajaran Islam ke Seantero Nusantara

Jakarta – Pesantren berperan besar dalam memperkuat pendidikan Islam dan generasi bangsa. Melalui pesantren juga, …