KH Faisol Nasar bin Madi
KH Faisol Nasar bin Madi

Milad ke-107, Al-Irsyad: Mari Tingkatkan Soliditas Untuk Berkhidmat Bagi Kemuliaan Umat

Jakarta – Ormas Islam Al-Irsyad Al- Islamiyyah memperingati Milad ke-107, Senin (6/9/2021) hari ini. Pada momentum milad ini, Al-Irsyad mengajak umat Islam untuk meningkatkan soliditas, baik internal organisasi maupun umat Islam pada umumnya, untuk berkhidmat bagi kemuliaan umat manusia.

“Marilah dengan Milad Al-Irsyad Al-Islamiyyah ke-107 ini, kita tingkatkan soliditas internal kepada seluruh anggota Al-Irsyad dan seluruh umat Islam di seluruh negeri untuk selalu melakukan pengabdian kepada umat,” kata Ketua Umum Pimpinan Pusat Al- Irsyad Al-Islamiyyah, KH Faisol Nasar bin Madi dalam keterangannya, Senin (6/9/2021).

Faisol bersyukur pada usianya yang ke-107 ini Al-Irsyad Al-Islamiyyah masih tegak berdiri untuk berkhidmat bagi kejayaan Islam, yang pada gilirannya akan memuliakan manusia dengan penddidikan, kesehatan, ekonomi, dan kehidupan sosial yang baik.

Ia mengungkapkan, Al-Irsyad berdiri pada 107 tahun lalu ditandai dengan berdirinya sekolah Al-Irsyad pertama di Batavia. Dengan demikian, para tokoh pendiri Al-Irsyad sangat peduli terhadap dunia pendidikan.

“Di sinilah kita melihat bahwa Ahamad Surkati dan para pendahulu yang lainnya begitu peduli kepada dunia pendidikan dan ilmu pengatahuan,” ucapnya.

Menurut Kiai Faisol, hal itu tidak bisa dipandang hanya sebagai fakta sejarah, tapi juga merupakan sebuah amanah yang harus diemban oleh generasi penerusnya, khususnya untuk memajukan umat manusia, terutama melalui program-program pendidikan.

Di samping itu, generasi Al-Irsyad saat ini tentu juga tidak boleh mengabaikan program-program lain seperti problem sosial, ekonomi, kesehatan, dakwah, dan sebagainya.

“Semua itu harus berjalan seiring sesuai dengan prioriotas program yang mungkin ssaja setiap periode kepengurusan memiliki skala prioritas berbeda,” katanya.

Kiai Faisol mengatakan, pada Milad ke-107 ini, Al-Irsyad Al-Islamiyyah mengangkat tema “Meneguhkan Tekad dan Semangat Berkarya untuk Indonesia”.  Dengan tema ini, Indonesia diharapkan bisa semakin makmut, sejahtera, damai, berakhlak, dan berkeadaban sesuai dengan nilai-nilai Islam rahmatan lil alamin.

Baca Juga:  Kunjungi Kamp Vokasi Uighur di Xinjiang, MUI Minta Pemerintah China Lakukan Ini

“Dengan tema ini, kita ingin menegaskan beberapa hal sekaligus. Pertama, sebagai ormas Islam yang lahir sebelum kemerdekaan, kita adalah bagian dari proses menuju proses kemerdekaan itu,” ujarnya.

Menurut Faisol, hal itu telah dibuktikan dengan banyaknya tokoh-tokoh Al-Irsyad yang berjuang dan menumpahkan darah demi tercapainya Indonesia merdeka. Dengan demikian, dia pun memastikan bahwa Al-Irsyad dan warganya adalah pejuang.

Kedua, dia juga menegaskan bahwa Al-Irsyad tidak bekerja untuk internal Al-Irsyad saja, tapi bekerja untuk umat dan untuk Indonesia.

“Itu juga sudah kita buktikan bahwa sekolah-sekolah Al-Irsyad dan rumah sakit-rumah sakit kita melayani semua orang, bukan melayani warga Al-Irsyad saja,” jelasnya.

Faisol menambahkan, di dalam pembukaan UUD 1945 telah ditunjukkan bahwa kemerdekaan ini dicapai atas rahmat Allah SWT. Karena itu, Al-Irsyad hanya memperjuangkan Indonesia yang menghargai dna menjunjung tinggi keberagamaan.

“Maka, Indonesia yang kita perjuangkan adalah Indonesia yang menghargai dan menjunjung tinggi keberagamaan, sejalan dengan semua kaidah-kaidah Islami,” ucapnya.

Bagikan Artikel ini:

About redaksi

Avatar of redaksi

Check Also

pwnu dki jakarta menyalurkan keasiswa kepada santri

Peringati Hari Santri, PWNU DKI Jakarta Salurkan Beasiswa 200 Santri

JAKARTA  – Akar historis Hari Santri adalah tercetusnya Resolusi Jihad yang dikeluarkan oleh KH Hasyim …

Pondok pesantren

Pesantren Berperan Besar Sebarkan Ajaran Islam ke Seantero Nusantara

Jakarta – Pesantren berperan besar dalam memperkuat pendidikan Islam dan generasi bangsa. Melalui pesantren juga, …