Mural slogan Islam buatan Taliban
Mural slogan Islam buatan Taliban

Taliban Ganti Mural Pesan Perdamaian dan Kontributor Asing Dengan Mural Slogan Islam

Kabul – Sebelum Taliban berkuasa di Afghanistan, wajah ibukota negara Kabul, banyak dipenuhi mural tentang pesan harapan dan perdamaian, mempromosikan perawatan kesehatan, dan memberi penghormatan kepada beberapa kontributor asing ikonik Afghanistan. Namun kini semua mural itu telah dihapus oleh Taliban dan digantikan dengan mural yang berisi slogan-slogan Islam.

Ini adalah langkah awal untuk mengubah image mereka dan berjanji akan berubah, dibandingkan pemerintahan Taliban yang dulu pernah berkuasa. Salah satunya adalah mengizinkan wanita bekerja dan mendapat pendidikan, tetapi tetap dalam koridor hukum Islam. Kini tantangan terbesar Taliban adalah memenangkan kepercayaan dari penduduk setempat, setidaknya untuk saat ini.

Kampanye cepat Taliban untuk merebut kekuasaan telah menyebabkan bantuan internasional tertahan. Dana Moneter Internasional (IMF) dan Bank Dunia juga telah menangguhkan pembayaran. Banyak orang sangat mengalami kesulitan mengakses uang tunai. Selain itu, Taliban memukuli orang dengan tongkat saat mereka mengantre untuk mengambil uang.

Komandan Provinsi Logar, Qari Karimullah Sajid, menegaskan kembali janji Taliban bahwa semua warga Afghanistan telah diampuni atas kejahatan mereka yang mencakup bekerja dengan pemerintah sebelumnya atau pasukan asing. Setiap orang akan memiliki tempat di pemerintahan mendatang.

Komunitas internasional, termasuk Kelompok Negara Tujuh (G7) telah menekankan mereka akan menilai Taliban dengan tindakan mereka dibandingkan janji-janji mereka, terutama ketika menyangkut hak-hak perempuan, anak perempuan, dan kaum minoritas.

Dikutip Euro News, Senin (6/9/2021), aksi protes yang diadakan wanita muda pada Sabtu di Kabul berakhir dengan pasukan khusus Taliban menembak ke udara ketika para demonstran mencapai istana presiden yang mendorong mereka untuk melarikan diri. Seorang saksi juga mengatakan mereka menggunakan gas air mata.

Sajid menyebut meskipun Taliban telah mengatakan perempuan akan diizinkan untuk bekerja, termasuk untuk pemerintahan berikutnya, situasi keamanan dan situasi saat ini tidak mengizinkan seorang perempuan untuk bekerja di posisi tinggi pemerintah.

Baca Juga:  Sekum Muhammadiyah Bicara Peran Pendidikan Dalam Mewujudkan Perdamaian Dunia di Vatikan

“Situasi di tanah air telah memburuk selama 20 tahun tapi mungkin di masa depan, mereka akan dapat bekerja di posisi tinggi,” katanya.

Bagikan Artikel ini:

About redaksi

Avatar of redaksi

Check Also

muslim houston amerika serikat rayakan idul fitri dengan menggelar festival

Komunitas Muslim Houston bagikan Makan Gratis Tunawisma

JAKARTA – Islam adalah agama rahmatan lil’alamin, rahmat yang bukan saja untuk umat Islam namun …

ilustrasi logo nahdlatul ulama

Konbes NU 2022 Lahirkan 19 Peraturan untuk Perkuat Landasan Jam’iyah Optimalisasi Khidmah

JAKARTA – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menggelar Konferensi Besar Nahdlatul Ulama (Konbes NU) 2022 …