amal kebaikan
amal shaleh

Antara Sunnah Hasanah dan Bid’ah Hasanah

Tak sedikit orang menyangsikan istilah bid’ah hasanah. Anggapan mereka, sekali bid’ah ya bid’ah ! yang sama sekali tak memiliki nilai hasanah (baik) di dalamnya. Namun setelah ditelisik ternyata istilah sunnah hasanah pernah terlontar dari lisan suci Nabi.

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ سَنَّ فِي الْإِسْلَامِ سُنَّةً حَسَنَةً فَعُمِلَ بِهَا بَعْدَهُ كُتِبَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِ مَنْ عَمِلَ بِهَا وَلَا يَنْقُصُ مِنْ أُجُورِهِمْ شَيْءٌ وَمَنْ سَنَّ فِي الْإِسْلَامِ سُنَّةً سَيِّئَةً فَعُمِلَ بِهَا بَعْدَهُ كُتِبَ عَلَيْهِ مِثْلُ وِزْرِ مَنْ عَمِلَ بِهَا وَلَا يَنْقُصُ مِنْ أَوْزَارِهِمْ شَيْءٌ

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: ‘Barang siapa dapat memberikan suri tauladan yang baik dalam Islam, lalu suri tauladan tersebut dapat diikuti oleh orang-orang sesudahnya, maka akan dicatat untuknya pahala sebanyak yang diperoleh orang-orang yang mengikutinya tanpa mengurangi sedikitpun pahala yang mereka peroleh. Sebaliknya, barang siapa memberikan suri tauladan yang buruk dalam Islam, lalu suri tauladan tersebut diikuti oleh orang-orang sesudahnya, maka akan dicatat baginya dosa sebanyak yang diperoleh orang-orang yang mengikutinya tanpa mengurangi dosa yang mereka peroleh sedikitpun.’ (HR Muslim 4830).

Al-Qazwini mengutip komentar Syaikh Albani soal hadits ini adalah hadits Hasan dan Shahih. Sunan Ibnu Majah, 1/75

Definisi kebaikan dan keburukan yang berlaku sejak Nabi Adam a.s hingga masa kini dan sampai akhir zaman nanti adalah segala sesuatu yang tidak bertentangan dengan apa yang telah ditetapkan atau diwajibkan oleh Allah. Dan Keburukan adalah segala sesuatu yang bertentangan dengan apa yang telah ditetapkan atau diwajibkan Allah.

Al-Qur’an dan Al-Hadits yang berisi ‘religious messages’ menjadi satu satunya standarisasi final dan ‘law books at non-negotiable prices’ tentang kebaikan dan keburukan.

Baca Juga:  Mengadulah kepada Khalik, bukan Sekedar Mengandalkan Makhluk

AL-Syafi’i ~rahimahullah berkata berkata: “Apa yang baru terjadi dan menyalahi kitab al Quran atau sunnah Rasul atau ijma’ atau ucapan sahabat maka hal itu adalah bid’ah yang tak bernilai kebaikan. Dan apa yang baru terjadi dari kebaikan dan tidak menyalahi sedikitpun dari hal tersebut, maka hal itu adalah bid’ah mahmudah (terpuji)”.

Amal kebaikan adalah setiap kebajikan yang tidak bertentangan dengan Al Qur’an danAl-Hadits. Amal kebaikan adalah perkara yang dilakukan atas kesadaran kita sendiri untuk meraih kecintaan atau keridhoan Allah Azza wa Jalla. Amal kebaikan adalah ibadah yang jika dilakukan dapat pahala dan tidak dilakukan tidak berdosa.

Dengan kata lain, Amal kebaikan adalah “ungkapan cinta” kita kepada Allah Azza wa Jalla dan RasulNya. Amal kebaikan adalah upaya kita untuk mendekatkan diri kepada Allah Azza wa Jalla.

Orang yang beriman (mukmin) dan menjalankan amal kebaikan atau mereka yang mengungkapkan cintanya kepada Allah Allah Azza wa Jalla dan RasulNya adalah disebut muhsin/muhsinin, muslim yang ihsan atau muslim yang baik atau sholihin.

Firman Allah ta’ala yang artinya,

Inilah ayat-ayat Al Qura’an yang mengandung hikmah, menjadi petunjuk dan rahmat bagi muhsinin (orang-orang yang berbuat kebaikan), (yaitu) orang-orang yang mendirikan shalat, menunaikan zakat dan mereka yakin akan adanya negeri akhirat. Mereka itulah orang-orang yang tetap mendapat petunjuk dari Tuhannya dan mereka itulah orang-orang yang beruntung” (QS Luqman [31]:2-5)

Konklusinya, tidak boleh membuat perkara baru atau mengada-ada dalam perkara yang merupakan hak Allah ta’ala untuk menetapkanNya yakni perkara kewajiban, larangan dan pengharaman.

Contoh Rasulullah menghindari perkara baru dalam kewajiban

Rasulullah bersabda,

إِنِّي خَشِيتُ أَنْ تُكْتَبَ عَلَيْكُمْ صَلَاةُ اللَّيْلِ

Baca Juga:  Mendidik Anak dengan Karakter dan Kepribadian Rasul

Aku khawatir bila shalat malam itu ditetapkan sebagai kewajiban atas kalian.” (HR Bukhari 687).

Namun, amal kebaikan memiliki hamparan cukup luas. Setiap kebaikan yang tidak menyalahi tuntunan syariat adalah tetap bernilai kebaikan. Kebaikan tidak sempit hanya yang tertera dalam teks suci. Kebaikan adalah seluruh ekspresi hal terpuji dengan tujuan mendapatkan cinta dari yang dikasihi.

Bagikan Artikel ini:

About Abdul Walid

Alumni Ma’had Aly Pondok Pesantren Salafiyah Syafiiyah Sukorejo Situbondo

Check Also

hewan yang haram

Fikih Hewan (1): Ciri Hewan yang Haram Dimakan

Soal halal-haram begitu sentral dan krusial dalam pandangan kaum muslimin. Halal-haram merupakan batas antara yang …

tradisi manaqib

Tradisi Membaca Manaqib, Adakah Anjurannya ?

Salah satu amaliyah Nahdhiyyah yang gencar dibid’ahkan, bahkan disyirikkan adalah manaqiban. Tak sekedar memiliki aspek …