Hari Jumat

Bid’ah Hasanah di Era Sahabat (3) : Adzan Jum’at di Masa Utsman

Sepeninggal Rasulullah, syari’at rampung dibakukan dalam al-Qur’an, namun peradaban manusia makin bergerak dan berkembang pesat.  Mungkinkah hal yang telah stagnan, mampu mengimbangi hal yang terus bergerak maju?! Inilah cikal bakal inspirasi dalam inovasi syari’at.

Mengikuti petualangan intelektual Khalifah sebelumnya, Umar, Utsman tidak tinggal diam. Islam semakin digjaya, umat makin pula berbasis mayoritas. Syari’at harus ditaruh pada rel-rel yang semestinya, agar Islam, sebagai gerbongnya mampu melaju tanpa hambatan.

Inilah inovasi Utsman dalam Syari’at Islam. Menambah adzan jum’at.

حدثنا آدم ، قال : حدثنا ابن أبي ذئب ، عن الزهري ، عن السائب بن يزيد ، قال : ” كان النداء يوم الجمعة أوله إذا جلس الإمام على المنبر على عهد النبي صلى الله عليه وسلم ، وأبي بكر ، وعمر رضي الله عنهما ، فلما كان عثمان رضي الله عنه ، وكثر الناس زاد النداء الثالث على الزوراء ” قال أبو عبد الله : ” الزوراء : موضع بالسوق بالمدينة

Artinya : “Telah menceritakan kepada kami Adam berkata, telah menceritakan kepada kami Ibnu Abu Dzi’b dari Az Zuhri dari Al-Sa’ib Ibn Yazid seraya berkata, “Adzan panggilan shalat Jum’at pada mulanya dilakukan ketika imam sudah duduk di atas mimbar. Hal ini dipraktekkan sejak zaman Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, Abu Bakar dan ‘Umar? radliallahu ‘anhuma. Ketika masa ‘Utsman? radliallahu ‘anhu dan manusia sudah semakin banyak, maka dia menambah adzan ketiga di Al-Zaura’.” Abu ‘Abdullah berkata, “Az Zaura’ adalah nama tempat (bangunan) yang ada di pasar di Kota Madinah.” HR: Bukhari: 861

Di era Rasulullah hingga Umar Ibn al-Khtahthab adzan jum’at dikumandangkan hanya sekali, yaitu saat Imam duduk di atas mimbar. Namun saat Kota Madinah, sebagai pusat Islam saat itu, melakukan ekspansionisme, populasi penduduk semakin padat meningkat, kegiatan ekonomi makin meyibukkan, sehingga mereka terancam melalaikan kewajiban shalat jum’at mereka dirasa perlu mengetahui dekatnya waktu jum’at sebelum imam hadir menuju mimbar.

Baca Juga:  Beda Tafsir Khilafah : Dari ISIS, HTI, FPI Hingga Ahmadiyah

Khalifah Utsman berinisiatif untuk menambah adzan pertama Jum’at dalam rangka mengingatkan penduduk akan dekat nya waktu jum’at, yang di lakukan di Zaura’ di Pasar Madinah, agar mereka segera menghentikan aktifitas pasar menuju shalat jum’at. Sahabat yang ada saat itu pro aktif terhadap ide Utsman.

Bila dipandang dari sisi perbuatan yang tidak pernah dilakukan Nabi, Apa yang di lakukan Utsman tentu bid’ah, tetapi bid’ah yang baik. Tetapi bila dilihat dari sudut pandang kapasitas Utsman sebagai Khalifah, maka apa yang dilakukan Utsman adalah sunnah.

Berdasar kepada hadits Nabi :

قال رسول الله ﷺ فعليكم بسنتي وسنة الخلفاء المهديين الراشدين

Rasulullah bersabda: “berpeganglah kepada sunnahku dan sunnah Khulafaur Rassyidin (Abu Bakar, Umar, Utsman, Ali) yang lurus dan mendapatkan petunjuk”. HR: Abu Dawud: 3991.

Bagikan Artikel
Best Automated Bot Traffic

About Abdul Walid

Abdul Walid
Alumni Ma’had Aly Pondok Pesantren Salafiyah Syafiiyah Sukorejo Situbondo