Umar Bin Khattab

Umar Pionir Bid’ah Hasanah di Era Sahabat (2): Modifikasi Shalat Tarawih

Umar Ibn al-Khaththab adalah pemimpin kontroversial dengan ide cemerlang yang melampaui zamannya. Memiliki ide brillian membuatnya bak roket yang melesat cepat sukat terkejar. Banyak yang menilai, ia adalah sahabat nyentrik. Banyak idenya yang recommended, menjadi tunas belia turunnya ayat al-Qur’an.

Salah satu ide recommendednya adalah tentang ayat hijab, maqam Ibrahim, ayat miras. Dan yang tak kalah nyentriknya adalah modifikasi shalat tarawih. Hingga ia dianggap pionir bid’ah hasanah di eranya.

حدثني مالك ، عن ابن شهاب ، عن عروة بن الزبير ، عن عبد الرحمن بن عبد القاري ، أنه قال : خرجت مع عمر بن الخطاب في رمضان إلى المسجد ، فإذا الناس أوزاع متفرقون . يصلي الرجل لنفسه ، ويصلي الرجل فيصلي بصلاته الرهط . فقال عمر : والله إني لأراني ” لو جمعت هؤلاء على قارئ واحد لكان أمثل ” ، فجمعهم على أبي بن كعب قال : ثم خرجت معه ليلة أخرى ، والناس يصلون بصلاة قارئهم ، فقال عمر ” نعمت البدعة هذه ” ، ” والتي تنامون عنها أفضل من التي تقومون ” يعني آخر الليل وكان الناس يقومون أوله

Telah menceritakan kepadaku dari Malik dari [Ibnu Syihab] dari [Urwah Ibn al-Zubair] dari [Abdurrahman Ibn Abdul Al-Qari] bahwa dia berkata; “Saya keluar bersama Umar bin Khattab ke masjid pada bulan Ramadlan. Ternyata orang-orang terpencar dalam beberapa kelompok. Ada yang shalat sendirian, ada juga yang shalat dengan diikuti jamaah. Lantas [Umar] berkata, “Demi Allah, sesungguhnya aku berpendapat, seandainya mereka saya kumpulkan dalam  satu Qari’ (imam), niscaya akan lebih sepadan (lebih utama).” Akhirnya Umar pun memerintahkan agar mereka shalat bersama Ubay bin Ka’b (sebagai imam) . Abdurrahman berkata; “Saya keluar bersama Umar bin Khatthab pada malam ramadhan yang lain, sedang orang-orang telah shalat dengan satu Qari’ (imam) mereka. Umar berkata; “Sebaik-baik bid’ah adalah ini. Waktu yang kalian gunakan untuk tidur di dalamnya (maksudnya akhir malam) adalah lebih baik daripada yang kalian pergunakan untuk shalat (sekarang ini) . Saat itu orang-orang shalat pada awal malam”. HR: Imam Malik 251

Baca Juga:  Viral Menjadi Sial atau Amal, Inilah Tips Konten Viral Membawa Pahala

Di era Rasulullah, shalat tarawih tak pernah Beliau lakukan secara rutin dan dengan cara berjama’ah. Beliau shalat tarawih sendirian dan itupun beberapan malam saja. Di era kekhalifahan Abu Bakarpun, shalat tarawih, sedikitpun tak banyak mengalami perubahan. Abu Bakar melakukannya sendirian tanpa jama’ah. Persis dengan apa yang dilakukan Rasulullah.

Kemudian di era Umar Ibn al-Khaththab, shalat tarawih mulai mengalami perubahan. Umar melakukan modifikasi shalat tarawih. Beliau menganjurkan untuk melakukannya dengan cara berjama’ah dan rutin di sepanjang bulan Ramadhan. Tak heran bila Dr. Abdul Hadi hamituw mengatakannya sebagai sunnah umariyyah. Qira’ah al-Imam Nafi’ Inda al-Magharibah, 1/204.

Secara teoritis, apa yang dilakukan oleh Umar Ibn al-Khaththab tergolong bid’ah, namun bid’ah hasanah, karena itu, Beliau mempropagandakan bahwa shalat tarawih dengan cara berjama’ah sebagai “sebaik-baiknya bid’ah” (lihat hadits). Namun sejatinya, apa yang dilakukan oleh Umar sebenarnya bukan bid’ah tetapi merupakan terobosan sunnah terupdate, karena Rasul pernah bersabda :

قال رسول الله ﷺ فعليكم بسنتي وسنة الخلفاء المهديين الراشدين

Rasulullah bersabda: “berpeganglah kepada sunnahku dan sunnah Khulafaur Rassyidin (Abu Bakar, Umar, Utsman, Ali) yang lurus dan mendapatkan petunjuk”. HR: Abu Dawud: 3991

Bid’ah, oleh sebagelintir golongan, dijadikan amunisi untuk memprovokasi. Kemudian lahir sebuah anomali dalam berakidah; sesat menyesatkan, bahkan kafir mengkafirkan. Padahal bid’ah tak mesti dhalalah. Ada pula yang hasanah. Dianggap hasanah, ketika membawa himmah beribadah bagi ummat.

Praktik dhalalah sesungguhnya ada pada tindakan provokasi bid’ah dengan cara sentimental. Hingga agama tak lagi menjadi lahan subur untuk bercocok tanam benih kedamaian. Agama tak lagi nyaman dihuni. Tetapi sebaliknya, agama dipelintir menjadi hunian orang orang yang sok baik.

Baca Juga:  Hormat Bendera, Tidak Haram!

Na’udzubillah min dzalik.

Bagikan Artikel
Best Automated Bot Traffic

About Abdul Walid

Abdul Walid
Alumni Ma’had Aly Pondok Pesantren Salafiyah Syafiiyah Sukorejo Situbondo