Negara negara Asia tengah yang berbatasan dengan Afghanistan
Negara negara Asia tengah yang berbatasan dengan Afghanistan

Putin: Hati-Hati Pelarian dari Afghanistan Bawa Limpahan Islam Radikal

Moskow –  Para pemimpin negara-negara di Asia Tengah diminta untuk berhati-hati menyikapi keberhasilan Taliban merebut kekuasaan di Afghanistan. Pesan ini disampaikan Presiden Rusia Vladimir Putin menyikapi banyaknya masyarakat Afghanistan yang kabur dari negaranya. Dikhawatirkan mereka akan membawa limpahan Islam Radikal.

Pernyataan itu diucapkan Putih dalam pertemuan daring Organisasi Perjanjian Keamanan Kolektif (CSTO). Putin mengatakan harus ada sebuah kebijakan penting untuk menjaga “ekstremis Islam” berada di Teluk, setelah pengambilalihan kekuasaan oleh Taliban.

Dilansir di Al Jazeera via laman republika.co.id, Selasa (24/8/2021), Pembicaraan darurat CSTO tentang Afghanistan diketuai oleh Presiden Tajikistan Emomali Rahmon, dan dihadiri para pemimpin dari Armenia, Belarus, Kazakhstan dan Kirgistan, yang semuanya bekas republik Soviet.

Menurut Kremlin, aliansi militer ini menyuarakan keprihatinan bahwa ISIL (ISIS) masih memiliki pijakan di Afghanistan. Mereka tetap menjadi ancaman bagi wilayah yang lebih luas.

Pada pertemuan itu, keenam pemimpin disebut sepakat untuk mengoordinasikan tindakan pada situasi yang sedang berlangsung di Afghanistan, termasuk dalam menanggapi setiap ancaman yang muncul.

Juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov mengatakan, pertemuan tersebut juga membahas implikasi dari perang saudara lain di Afghanistan.

“Tidak akan ada yang akan campur tangan dalam peristiwa ini,” ucap Peskov.

Putin sebelumnya telah menyuarakan keprihatinan mengenai situasi di Afghanistan. Pekan lalu, ia memperingatkan runtuhnya situasi keamanan dapat membuat teroris memasuki negara-negara tetangga dengan kedok pengungsi.

“Mitra Barat kami terus-menerus mengajukan pertanyaan tentang penempatan pengungsi di negara-negara Asia Tengah sebelum memperoleh visa ke Amerika Serikat atau negara lain. Tapi siapa di antara para pengungsi ini (yang merupakan teroris)? Bagaimana kami bisa tahu?,” kata Putin.

Putin memperkirakan ratusan, ratusan ribu, atau bahkan jutaan orang mungkin ingin melarikan diri dari Afghanistan. Warga Afghanistan dan orang asing terus turun ke Bandara Internasional Hamid Karzai Kabul, dalam upaya putus asa untuk melarikan diri dari pengambilalihan Taliban.

Baca Juga:  Penting Berdakwah di Kalangan Pembuat Kebijakan negara

Sementara itu, ratusan orang telah melarikan diri ke Tajikistan dan Uzbekistan, yang berbatasan dengan Afghanistan.

Bagikan Artikel ini:

About redaksi

Avatar of redaksi

Check Also

20210923170611

Taliban Akan Kembali Berlakukan Hukum Potong Tangan

KABUL – Pasca berhasil menguasai Afganistan, Taliban selalu menjadi perbincangan, berbagai spekulasi dan analisis diutarakan oleh …

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan berbicara di depan Majelis Umum PBB

Turki di Garis Terdepan Perang Melawan Islamofobia

New York – Turki siap mengambil peran utama dalam berperang melawan Islamofobia di komunitas internasional. …