067725900 1632129756 830 556

Ramai Soal Kemenag Hadiah Untuk NU, Ini Penjelasan Menag

JAKARTA – Pernyataan Menteri Agama (Menag), Yaqut Cholil Quomas tentang Kementerian Agama (Kemenag) adalah hadiah negara untuk Nahdlatul Ulama (NU) menuai banyak protes dari berbagai kalangan, karena dinilai kurang etis, seolah-olah Kemenag hanya untuk kader NU, padahal jelas di Kementerian Agama diisi oleh berbagai kalangan termasuk dari non-muslim.

Secara gamlang Gus Men sapaan akrab Yaqut menjelaskan bahwa harus dilihat konteks kepada siapa dia berbicara, sehingga seharusnya tidak digoreng-goreng, karena Gus Men berbicara dalam acara internal NU sendiri untuk menyemangati kader-kader NU, para santri dan pondok pesantren.

Kemudian Menag menganalogikan pernyataannya soal Kemenag hadiah negara untuk NU dengan pasangan pria dan wanita yang mengatakan dunia milik berdua. “Itu sama kira-kira ketika kalian semua ini dengan pasangannya masing-masing melihat rembulan di malam hari, (mengatakan) dunia ini milik kita berdua, yang lain cuma ngekos, salah enggak itu? Saya tanya salah enggak itu? Itu karena internal,” kata Menag di The Sunan Hotel, Surakarta, Jawa Tengah, seperti dikutip dari laman republika.co.id Senin (25/10).

Ia mengatakan, sekarang bisa dibuktikan klausul kedua, apakah ada kebijakan Kemenag yang hanya untuk NU. Kemenag memberikan afirmasi terhadap semua agama. Kemenag berikan hak secara proporisional terhadap ormas, bukan hanya NU saja.

“Cek coba sekarang, ada Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah itu kader Muhammadiyah, jangan salah, dan itu biasa buat kami itu. Irjen Kemenag sama bukan NU, itu biasa, memberi semangat itu wajar, itu forum internal,” ujarnya.

Menag menegaskan, saat mengatakan Kemenag hadiah negara untuk NU di forum internal. Namun Menag mengaku tidak tahu mengapa selanjutnya digoreng-goreng di publik. “Itu forum internal, itu konteksnya menyemangati,” jelasnya.

Baca Juga:  Tokoh Sumbar Siapkan 300 Pengacara Guna Mengajukan Revisi SKB 3 Menteri Ke MA

Menag juga menegaskan, NU harus kembali kepada jati dirinya. Meskipun NU diberi sesuatu, NU harus tetap terbuka, NU harus tetap inklusif, NU harus tetap memberikan dirinya untuk kepentingan yang lebih besar, dan maslahat yang lebih besar. Bukan semuanya untuk NU.

Sebelumnya, Menag berbicara di Webinar Internasional Peringatan Hari Santri 2021 yang diadakan RMI PBNU. Pernyataan menag di forum tersbut menuai banyak reaksi, karena mengatakan Kemenag hadiah negara untuk NU.

“Kementerian Agama itu hadiah negara untuk NU, bukan untuk umat Islam secara umum, tapi spesifik untuk NU. Jadi wajar sekarang NU itu memanfaatkan banyak peluang yang ada di Kementerian Agama, karena hadiahnya untuk NU kenapa begitu?” kata Menag di Webinar Internasional Peringatan Hari Santri 2021 yang diadakan RMI PBNU.

Bagikan Artikel ini:

About redaksi

Avatar of redaksi

Check Also

Dir Cegah BNPT Brigjen R Ahmad Nurwakhid di Universitas Pembangunan Panca Budi

Doktrin Kelompok Radikal Selalu Benturkan Agama dan Budaya, Agama dan Pancasila

Medan – Radikalisme adalah paham yang menjiwai semua aksi terorisme. Mereka selalu mendoktrin, membenturkan agama …

ilustrasi al quran

Khutbah Jumat – Menjalani Kehidupan Dalam Tuntunan Agama

Khutbah I اْلحَمْدُ للهِ اْلحَمْدُ للهِ الّذي هَدَانَا سُبُلَ السّلاَمِ، وَأَفْهَمَنَا بِشَرِيْعَةِ النَّبِيّ الكَريمِ، أَشْهَدُ …