rasmus paludan
rasmus paludan

Rasmus Paludan Bakar Al Quran ; Teroris dan Seharusnya Sikap Umat Islam

Kasus intoleransi terulang lagi. Rasmus Paludan, pemimpin partai sayap kanan Stram Kurs (Garis Keras), membakar salinan kitab suci umat Islam di depan Kedutaan Besar Turki di ibu kota Swedia, Stockholm. Aksi intoleran itu bukan yang pertama, ia tercatat beberapa kali melakukan aksi serupa.

Pada tahun 2019, Rasmus Paludan melakukan aksi keji membungkus al Qur’an dengan babi lalu dibakar. Kemudian pada April tahun 2022 ia kembali membakar al Qur’an yang memicu terjadinya bentrokan di beberapa kota di Swedia.

Prilaku Rasmus Paludan telah kelewat batas. Ia bukan hanya intoleran, namun layak disebut teroris. Aksinya menimbulkan kerusakan besar dan aib kemanusiaan. Layak disebut teroris, karena jarak antara intoleransi dan terorisme hanya setarikan nafas. Dan itu sudah terbukti dengan adanya kekacauan dan bentrokan yang menimbulkan banyak korban.

Bagaimana umat Islam menyikapinya?

Sayyidina Ali pernah berkata, akan ada model keberagamaan seperti “Anjing Gila”. Yaitu, keberagamaan yang fanatik buta, kaku, irrasional, merasa paling benar dan menganggap selain diri dan kelompoknya sebagai pihak yang salah dan musuh yang harus dilenyapkan.

Apa yang dikatakan oleh menantu dan sepupu Nabi di atas memang ditujukan kepada kelompok muslim radikal. Namun senyatanya tidak hanya ada dalam komunitas muslim saja, juga ada dalam semua agama di dunia. Bukti kongkrit adalah Rasmus Paludan yang rasis dan anti Islam.

Allah mengingatkan: “Dan apabila kamu melihat orang-orang memperolok-olokkan ayat-ayat Kami, maka tinggalkanlah mereka sehingga mereka membicarakan pembicaraan yang lain. Dan jika setan menjadikan kamu lupa (akan larangan ini), maka janganlah kamu duduk bersama orang-orang yang dzalim itu sesudah teringat (akan larangan itu). Dan tidak ada pertanggungjawaban sedikit pun atas orang-orang yang bertakwa terhadap dosa mereka. Tetapi (kewajiban mereka ialah) mengingatkan agar mereka bertakwa”. (QS. al An’am: 69).

Menafsirkan ayat di atas, Syaikh Mutawalli al Sya’rawi dalam tafsirnya menulis, kalau ada yang menghina ayat Allah tinggalkan, putuskan hubungan, jangan dengarkan. Syaikh Wahbah al Zuhaili dalam tafsirnya juga mengatakan, tidak ada bagi umat Islam apabila meninggalkan dan berpaling dari orang-orang yang memperolok ayat-ayat al Qur’an. Bahkan menurut Imam Mujahid, al Suddy dan Ibnu Juraih, sekalipun orang-orang yang beriman duduk bersama mereka, tidak ada pertanggungjawaban sedikit pun terhadap dosa mereka yang melecehkan ayat-ayat al Qur’an.

Di penghujung ayat di atas, Allah mengingatkan, tugas umat Islam adalah mengingatkan pelaku pelecehan ayat-ayat Allah. Mengingatkan memiliki arti menegur dengan cara yang baik, namun kalau belum sadar boleh dengan teguran keras.

Rasmus Paludan bukan hanya memperolok-olokkan ayat-ayat Allah, namun telah menistakan dan menghina al Qur’an sebagai kitab suci umat Islam. Apa yang ia lakukan bisa menimbulkan akibat kerusakan besar di muka bumi. Karenanya, tidak cukup hanya diingatkan melainkan harus di proses secara hukum. Tindakannya lebih buruk akibatnya dari dampak terorisme. Ia sudah tergolong penjahat kemanusiaan yang harus diadili.

Semestinya tidak hanya umat Islam yang melakukan reaksi kecaman terhadap Rasmus Paludan, namun semua penganut agama di dunia hendaknya melakukan hal yang sama. Karena kalau ada seorang penganut agama apapun yang justru membela tindakannya, maka sebutan yang pantas adalah “beragama layaknya anjing gila”.

Bagikan Artikel ini:

About Faizatul Ummah

Alumni Pondok Pesantren Salafiyah Syafi'iyah Sukorejo dan Bendahara Umum divisi Politik, Hukum dan Advokasi di PC Fatayat NU KKR

Check Also

fatwa

Fikih Politik (9): Beda Hukum Fatwa Politik dan Fatwa Politis

Tahun 2023 disebut tahun politik. Suhu politik menjadi lebih panas di tahun. Kontestasi politik meningkat …

rajab

Jawaban Bid’ah Amalan Rajab Menurut Alhafidz Ibnu Hajar al ‘Asqalani

Para ulama telah membicarakan keutamaan bulan Rajab. Ada banyak doa dan amalan yang dianjurkan dilakukan …

escortescort