sweden politics religion riots
sweden politics religion riots

Rasmus Paludan Penista Al-Quran Sebabkan Pecahnya Bentrokan di Swedia, 3 Orang Terluka

Stockholm – Aksi pelecehan agama yang dilakukan oleh Paludan dengan membakar Al-Quran dibawah lindungan pihak kepolisian Swedia telah menyebabkan terjadinya bentrok hingga menyebabkan 3 orang mengalami luka-luka serius sehingga harus dilarikan kerumah sakit.

Bentroka tidak dapat dihindarkan di Kota Norrkoping, Swedia setelah Paludan dengan arogansi dan sikap islamophobia dibawah lindungan aparat setempat membakar Al Quran yang menyebabkan kerusuhan di beberapa kota Swedia selama akhir pekan Paskah.
Dilansir dari Reuters dan detik.com, Senin (18/4/2022), pengunjuk rasa kontra menyerang polisi sebelum demonstrasi ekstremis sayap kanan yang direncanakan dimulai. Perdana Menteri Magdalena Andersson mengutuk kekerasan tersebut.

“Tiga orang tampaknya telah terkena pantulan dan sekarang dirawat di rumah sakit. Ketiga orang yang terluka ditangkap karena dicurigai melakukan kejahatan,” kata polisi dalam sebuah pernyataan online dan menambahkan tidak ada cedera yang mengancam jiwa.

Polisi mengatakan situasi di Norrkoping sudah tenang pada Minggu (17/4) malam. Polisi dan pengunjuk rasa telah terlibat dalam bentrokan serius selama beberapa hari terakhir di mana beberapa polisi terluka dan beberapa kendaraan telah dibakar.

Kekerasan dimulai pada hari Kamis (14/4) setelah demonstrasi yang diselenggarakan oleh Rasmus Paludan, pemimpin garis keras partai politik sayap kanan Denmark. Paludan, yang memiliki izin untuk serangkaian demonstrasi di seluruh Swedia selama akhir pekan Paskah, dikenal karena pembakaran Al-Qur’an.

Dilansir dari Anadolu Angency, Sabtu (16/4), pembakaran Al-Qur’an itu terjadi pada Kamis (14/4) waktu setempat. Rasmus Paludan, didampingi polisi, pergi ke ruang publik terbuka di Linkoping selatan dan meletakkan kitab suci umat Islam dan membakarnya.

Aksi pembakaran itu sempat diwarnai dengan protes. Akan tetapi, Rasmus Paludan mengabaikan protes itu.

Politisi kelahiran Turki, Mikail Yuksel, yang mendirikan Partai Warna Berbeda di Swedia, mengatakan provokasi Islamofobia dari politisi anti-Islam rasis di bawah perlindungan polisi terus berlanjut di kota-kota di seluruh Swedia. Yuksel mengatakan Paludan secara khusus memilih lingkungan yang padat penduduk Muslim dan tempat-tempat dekat masjid untuk provokasi.

Baca Juga:  Protes RUU Larangan Jilbab, Guru-guru Non-Muslim di Swedia Serentak Pakai Jilbab

“Di Swedia, yang membela hak asasi manusia, kebebasan beragama dan hati nurani dengan nada tertinggi, Al-Qur’an dibakar di lingkungan Muslim di bawah perlindungan polisi,” kata Yuksel.

Bagikan Artikel ini:

About redaksi

Avatar of redaksi

Check Also

muslim houston amerika serikat rayakan idul fitri dengan menggelar festival

Komunitas Muslim Houston bagikan Makan Gratis Tunawisma

JAKARTA – Islam adalah agama rahmatan lil’alamin, rahmat yang bukan saja untuk umat Islam namun …

ilustrasi logo nahdlatul ulama

Konbes NU 2022 Lahirkan 19 Peraturan untuk Perkuat Landasan Jam’iyah Optimalisasi Khidmah

JAKARTA – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menggelar Konferensi Besar Nahdlatul Ulama (Konbes NU) 2022 …