mengemis online
mengemis online

Fenomena Mengemis Online, Bagaimana Menurut Islam?

Setiap manusia diberikan potensi kepada Allah untuk hidup mandiri. Kemandiriannya tersebut terbentuk dari akal pikiran yang sudah menjadi naluri alamiah manusia. Manusia wajib berusaha untuk memenuhi kebutuhan dan merubah nasibnya. Sementara Allah yang akan menilai dan memberi.

Manusia juga memiliki kodrat sebagai makhluk sosial, karena itu manusia akan banyak berinteraksi dengan cara saling tolong menolong. Meski dianjurkan saling tolong menolong, tetapi Islam jelas melarang perbuatan meminta-minta karena dinilai akan mencerminkan sikap pemalas dan enggan untuk berikhtiar. Alasan inilah yang membuat para ulama bersepakat bahwa perbuatan meninta-minta merupakan salah satu perbuatan yang diharamkan.

Terdapat sebuah hadist yang mengungkapkan bahwa orang yang suka meminta-minta, di akhirat akan didapati wajahnya yang rontok dan hanya meninggalkan kulit dan kulang saja, “Diriwayatkan dari Abdullah bin Umar ra, ia berkata: Nabi saw bersabda: Sebagian orang selalu meminta-minta hingga ketika sampai di hari kiamat, tidak ada sedikit pun daging di wajahnya.” (HR. al-Bukhari dan Muslim)

Di era perkembangan teknologi yang pesat, meminta-minta tidak hanya dilakukan secara offline saja, namun bisa juga dengan cara online. Seperti fenomena yang muncul belakangan ini yang belakangan disebut dengan mengemis online. Sejumlah pengguna tiktok mencari uang dengan cara yang tidak manusiawi seperti mandi dengan air kotor sampai mandi lumpur di waktu malam. Mandi air kotor atau mandi lumpur dilakukan secara live streaming, tujuannya supaya penontonnya memberikan gift yang nantinya bisa dicairkan menjadi uang.

Meskipun mengemis dilakukan dengan cara online, jelas untuk hukumnya tetap kembali ke hukum asal. Karena segala jenis mengemis tetap dilarang oleh Allah, terlebih jika tindakan mengemis tersebut sampai merendahkan martabatnya sebagai seorang manusia.

Islam merupakan agama yang mengangkat kemuliaan derajat manusia. Meminta-minta saja merupakan bentuk hina apalagi dengan cara  menghinakan diri dengan merusak nilai-nilai dan harkat sebagai manusia. Karena alasan inilah tangan di atas lebih baik dibandingkan tangan di bawah. Sesulit apapun keadaan, hendaknya sebagai seorang muslim sejati, mampu memegang prinsip sembari berikhtiar mencari solusinya.

Media sosial terkhusus Tiktok telah banyak menyita perhatian publik sehingga banyak orang yang berkeinginan menjadi influencer sehingga mereka dapat viral dan otomatis akan banyak keuntungan yang mereka dapatkan, entah uang ataupun ketenaran. Namun sayangnya banyaknya influencer yang tidak memikirkan dampak buruk dari konten yang mereka buat, yang mereka pikirkan hanyalah tentang keuntungan untuk dirinya sendiri.

Jika ditinjau dari karakter penikmat konten di medsos, konten dapat viral dengan dua cara. Pertama, membuat konten yang kontroversial dan yang kedua adalah konten yang menyentuh emosional. Karakteristik ini setidaknya menjelaskan mengapa fenomena ngemis online dengan cara mandi lumpur di live tiktok ramai diminati masyarakat Indonesia.

Potensi viral merupakan target utama yang mereka incar, mereka akan membuat konten lucu hingga berbahaya. Dan bentuk mengemis online dengan mengeksploitasi anak-anak atau orang tua merupakan tindakan yang tidak mencerminkan nilai-nilai agama. Sungguh perbuatan itu hanya merendahkan diri.

Jika melakukan perbuatan di ruang nyata  dilarang oleh agama, sebenarnya sama halnya ketika dilakukan di ruang maya. Hukum agama berlaku di ruang nyata dan maya. Mencuri di ruang nyata, sama halnya mencuri melalui metode digital. Karena itulah, mengemis secara nyata di lingkungan masyarakat sangat dilarang dalam Islam, begitu pula mengemis kasian dengan menghinakan diri di Tiktok

Bagikan Artikel ini:

About Rufi Tauritsia

Check Also

depresi

Hati-hati dengan Sakit Jiwa, Benahi Hati dengan Berdzikir

Jangan sepelekan penyakit mental. Kesehatan mental juga sepenting Kesehatan fisik manusia. Jika gangguan mental terus …

mencium al quran

Mencium Al-Quran Tidak Pernah Dilakukan Rasulullah, Bid’ahkah?

Berbicara tentang bid’ah, para ulama memiliki pemahaman yang berbeda. Di antara dari mereka ada yang …

escortescort