game online
game online

Game Online, Bagaimana Fikih Menyikapinya?

Di era digital saat ini, ‘gaming mobile’ banyak digandrungi para gaming. Meroketnya pengguna smartphone menjadi satu satunya penyebabnya. Saat ini game online tengah menjadi fenomena baru dan merebak secara massif di masyarakat, utamanya di kalangan remaja. Bahkan permainan ini pun bisa di akses semua kalangan baik oleh remaja, orangtua, bahkan anak-anak.

Semua permainan yang di tawarkan dalam game online memberikan entertainment (hiburan) menakjubkan yang memiliki daya tarik untuk memainkannya lagi dan lagi dan lagi hingga akhirnya kecanduan. Jenis permainan di dunia maya ini bisa dijangkau oleh semua orang di seluruh dunia tanpa batas dan waktu.

Lain halnya dengan permainan tradisional yang cenderung mengandalkan otot-otot tubuh. Lantas bagaimana respon Fikih terhadap fenomena Game Online ini?  Bolehkan memainkannya?

Firman Allah :

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْاِنْسَ اِلَّا لِيَعْبُدُوْنِ

“Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku”. QS: al-Dzariyah[51]:56

Ibn al-Jawziy mengutip perkataan Ibnu ‘Abbas mengatakan bahwa hidup memang selayaknya didedikasikan untuk ibadah semata, oleh karenaya, aktifitas hidup yang tidak berafiliasi dengan ibadah, maka sepatutnya juga diabaikan. Zad al-Masir, 5/426

Main game online hanya untuk melampiaskan keinginan diri yang berujung pada kepuasan nafsu. Bermain game online sangatlah kering dari nilai nilai ibadah. Maka, tak heran bila Syaikh Zakariya al-Anshari memberikan fatwa makruh bermain sebuah permainan yang kering dari nilai nilai ibadah.

Menurutnya, Hukum  memainkannya makruh selagi tidak ada unsur perjudian, tidak melalaikan sholat dan bermain bersama orang yang meyakini keharamannya, sama seperti halnya bermain dadu dan catur. Hanya saja para ulama lebih memandang positif terhadap permainan catur.

Perbedaan antara permainan dadu dan catur yang dihukumi makruh bila memang tidak menggunakan uang adalah bahwa permainan catur berdasarkan perhitungan yang cermat dan olah pikir yang benar. Dalam permainan catur terdapat unsur penggunaan pikiran dan pengaturan strategi yang benar sedangkan permainan dadu berdasarkan spekulasi yang menyebabkan kebodohan dan kedunguan.

Baca Juga:  Sunnah Memakai Kopiah Ketika Shalat

Menurut Imam Rofi’i hukum dadu dan catur tersebut bisa di analogikan pada semua bentuk permainan termasuk juga game online dan segala hal yang berdasarkan hitung-hitungan dan pikiran seperti alminqolat dan assijah (jenis permainan di arab) yakni permainan dengan membentuk garis dan lobang-lobang untuk mengisi bebatuan yang di lakukan dengan perhitungan tersendiri. Permainan semacam ini tidak haram, sedangkan semua jenis permainan yang berdasarkan spekulasi hukumnya haram. Hasyiyah al-Jamal ‘Ala al-Minhaj,10/749.

Bila analogi ini diterima, maka menurut Zainuddin al-Malibari, Bermain catur hukumnya makruh bila tidak disertai salah satu ketentuan berikut: Pertama, disertai dengan harta dari kedua pemain atau salah satunya (karena hal itu sama saja dengan perjudian. Kedua, keasyikan bermainnya tidak sampai meninggalkan sholat meski karena karena unsur lupa. Ketiga, tidak bermain bersama orang yang berkeyakinan mengharamkan catur tersebut

Bila ada salah satu ketentuan di atas maka bermain catur menjadi haram. (Fath al-Mu’iin4/285).

Main game online ‘no problem’ asalkan masih tetap dalam kontrol managemen waktu. Artinya, tidak menjadi penyebab terbengkalainya kewajibannya, sebagai manusia sosial dan manusia beragama. Main game online ‘no problem’ asalkan hanya sebatas bermain untuk menghilangkan rasa penat. Bukan untuk mendapatkan rupiah dengan cara yang instan (judi).

Bagikan Artikel ini:

About Abdul Walid

Alumni Ma’had Aly Pondok Pesantren Salafiyah Syafiiyah Sukorejo Situbondo

Check Also

maulid nabi

Masih Pantaskah Maulid Nabi Digugat? : Paradok Pemikiran dan Tindakan Wahabi

Salafi-Wahabi kukuh melarang keras pengkultusan terhadap diri Baginda Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallamadan ulama’. …

sedekah kepada mayit

Sedekah Al Fatihah Bagi Jenazah di Alam Barzah

Masih saja ada sekelompok manusia yang mempertanyakan sedekah dengan membaca Al Fatihah bagi orang yang …