Romo Franz Magnis
Romo Franz Magnis

Romo Magnis Lebih Suka Islam Indonesia Suarakan Palestina Dengan Berani

Jakarta – Indonesia dikenal sebagai salah satu negara yang paling getol mendukung kemerdekaan Palestina. Namun dukungan Indonesia itu masih kurang maksimal karena selama ini dukungan itu lebih banyak bersifat politik. Sebagai negara yang mengusung Islam moderat, Indonesia seharusnya lebih berani menyuarakan Palestina.

Pernyataan itu diungkapkan rohaniawan Katolik, Romo Franz Magnis Suseno kepada Ketua Presidium Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) Indonesia, dr Sarbini Abdul Murad saat bertemu dengannya untuk membahas konflik Palestina dan Israel pada Jumat pekan lalu.

Pertemuan Sarbini dan Romo Magnis dalam rangka safari kemanusiaan MER-C dengan tokoh-tokoh lintas agama untuk Palestina. Romo Magnis memberikan pandangannya terkait konflik Palestina dan Israel.

“Meskipun persoalan Palestina bukan masalah bagi umat Islam saja. Tapi pada kenyataan peran umat Islam sangat penting bagi Palestina. Saya lebih suka kalau Islam mainstream Indonesia yang moderat, yang pro NKRI membicarakan itu (persoalan Palestina) secara berani, satu-satunya yang dulu berani itu Gus Dur,” kata Romo Magnis dalam siaran pers resmi dari MER-C kepada dikutip dari laman Republika.co.id, Selasa (2/11/2021).

Melalui Sarbini, Romo Frans Magnis menambahkan, situasi konflik Palestina dan Israel diperparah dengan menipisnya dukungan kalangan Arab Islam terhadap Palestina. Beberapa tahun terakhir, beberapa negara Arab sudah membangun hubungan diplomatik dengan Israel dan membuat situasinya lebih mantap bagi Israel.

Dia mengungkapkan, Israel mengira sekarang anginnya sedang pro kepada mereka. Amerika Serikat (AS) juga selalu mendukung Israel. Eropa tidak begitu mendukung Israel. Sementara, negara-negara Timur Tengah diam-diam mendukung Israel.

“Indonesia tentu tidak mau mendukung Israel, karena manfaatnya sangat sedikit, dan (sama saja) memberi senjata bagi golongan Islam terutama yang keras untuk bereaksi,” ujarnya.

Baca Juga:  Turki Bersumpah Mobilisasi Umat Islam untuk Lawan Aneksasi Israel

Menyinggung tentang Amerika Serikat dan Yerusalem, Romo Magnis mengatakan, tidak setuju terhadap langkah yang diambil Amerika Serikat. Romo Magnis menegaskan, tidak mendukung posisi Amerika Serikat terhadap Israel karena Amerika Serikat sudah mengakui Yerusalem sebagai Ibukota Israel.

“Menurut saya itu tidak tepat, juga yang dilakukan Israel di Yerusalem belum lama ini sekitar setengah tahun yang lalu, sehingga menyebabkan terjadinya kerusuhan. Kerusuhan itu muncul sebetulnya karena Israel mau mengosongkan beberapa rumah di suatu daerah tertentu dengan alasan dulu orang Yahudi tinggal disitu sebelum 1947, dan Yerusalem sudah termasuk Israel sehingga mereka boleh kembali,” ujarnya.

Romo Magnis mengatakan, dirinya mendukung posisi Vatikan mengenai Yerusalem untuk diinternalisasikan di bawah PBB. Sebab Yerusalem merupakan kota suci tiga agama.

Di akhir pertemuan, Romo Magnis juga menyampaikan bahwa dia tidak akan memakai kata syalom sebelum Palestina merdeka. Kata syalom menurutnya dipakai Protestan pro Israel sejak permulaan tahun 90-an. Mereka memakai itu sebagai eksplisit dukungan kepada Israel.

“Dan saya selalu bilang bahwa saya akan memakainya kalau Palestina sudah merdeka, maka baru saya akan pakai kata syalom,” kata Romo Magnis.

Bagikan Artikel ini:

About redaksi

Avatar of redaksi

Check Also

Ustaz Adi Hidayat

UAH: Luangkan Waktu Bersama Bantu Ringankan Penderitaan Para Korban dan Keluarga

Jakarta – Tragedi Kanjuruhan menewaskan sedikitnya 125 orang usai kekalahan tuan rumah Arema Malang dari …

Tabur bunga Aremania kenang korban meninggal dunia Tragedi Kanjuruhan

Tragedi Kanjuruhan, Ulama Harus Ikut Menyinari Dunia Sepak Bola Indonesia dengan Nilai Agama

Surabaya – Para ulama sudah seharusnya hadir di berbagai lini, tidak sekadar melakukan istighatsah, dan …