hukum pelecehan seksual

Memukul Istri untuk Mendidik, Benarkah Dibolehkan dalam Islam?

Tak dapat dipungkiri bahwa dari sekian banyak korban kekerasan, wanita adalah korban paling dominan meski tak menutup kemungkinan sebagian kecil laki-laki juga mengalami kekerasan. Kekerasan yang sering dijumpai yakni pemukulan. fakta mengatakan bahwa kasus pemukulan sering kali dialami oleh ibu rumah tangga. Setelah ditelisik lebih dalam, pemukulan dilakukan untuk membuat istri jera atas kesalahan yang telah dilakukan.. Pemukulan dalam bentuk apapun jelas tidaklah diperbolehkan, namun apakah pemukulan dengan tujuan mendidik dapat dibenarkan dalam Islam?

Sebagian ulama mempebolehkan memukul wanita dengan tujuan mendidik. Mereka menggunakan dalil tentang kisah istri Nabi Ayyub as yang bersalah kepada suaminya. Nabi ayyub bersumpah, ketika ia sembuh, ia akan memukul istrinya 1000 kali menggunakan sapu lidi. Setelah sembuh, Allah memerintah Nabi Ayyub as untuk memukul istrinya agar nabi ayyub terbebas dari sumpahnya namun menggunakan satu sapu yang berisi seratus lidi.

Nabi Muhammad saw mengisyaratkan kebolehan memukul perempuan asal tidak menyakitkan atau melebihi batas adab:

وَاضْرِبُوْهُنَّ ضَرْبًا غَيْرَ مُبَرِّحٍ

Pukullah mereka dengan pukulan yang tidak menyakitkan

Menurut Al jassas, boleh memukul memukul wanita apabila ia nusyuz. Hal ini berdasarkan surat an-Nisa ayat 34:

{وَاللَّاتِي تَخَافُونَ نُشُوزَهُنَّ فَعِظُوهُنَّ وَاهْجُرُوهُنَّ فِي الْمَضَاجِعِ وَاضْرِبُوهُنَّ } [النساء: 34]

“..perempuan-perempuan yang kamu hawatirkan akan nusyuz, hendaklah kamu beri nasihat pada mereka, tinggalkan mereka ditempat tidur(pisah ranjang), dan pukullah mereka..”

Dalam surat an-Nisak ayat 34 terdapat tiga metode dalam mendidik istri. Pertama, menasihati. Jikat nasehat tidak mempan untuk mendidik maka menggunakan metode yang kedua, yakni tidak tidur bersama istri. Jika metode kedua juga tidak mampu untuk mendidik istri, maka terdapat metode yang ketiga yakni memukul istri, namun dengan pukulan yang ringan dan tidak mengakibatkan lecet pada badan.

Baca Juga:  Cara Berbakti kepada Orang Tua Ketika Masih Hidup dan Meninggal

Mayoritas Ulama memilih menghukumi makruh bahkan sampai haram memukul wanita berdasarkan surat an-Nisak ayat 34. Karena pemukulan dibolehkan apabila wanita sudah tidak bisa dididik dengan cara dinasehati atau pisah ranjang. Jadi jika masih bisa mendidik wanita dengan cara dinasehati, mengapa harus memukul?

 

 

Bagikan Artikel ini:

About Laila Farah

Alumni Pondok Pesantren Salafiyah Syafiiyah Sukorejo

Check Also

holywings

Tutup atau Buka Holywings demi 2850 Karyawan Muslim?

Holiwyngs kini tengah menjadi perbincangan publik lantaran karyawannya yang terlibat dalam kasus penistaan agama saat …

baju lebaran

Tradisi Membeli Baju Lebaran, Benarkah Dianjurkan dalam Islam?

Membeli baju baru ketika hari raya sudah menjadi hal yang umum bagi umat muslim. Pusat …