Pria Muslim India diculik dan dipotong jenggotnya
Pria Muslim India diculik dan dipotong jenggotnya

Seorang Muslim Berjenggot Diculik dan Dipotong Jenggotnya di India

New Delhi – Seorang muslim tua berjenggot panjang di India diculik oleh empat pria tidak dikenal. Tidak hanya diculik, jenggot Muslm tua itu juga dipotong dan dipaksa meneriakkan pujian terhadap dewa “Jay Siya Ram”.

Polisi Ghaziabad membenarkan insiden penculikan dan penyerangan tersebut pada Senin (14/6/2021). Kasus itu terungkap setelah sebuah video yang konon direkam oleh salah satu tersangka viral di media sosial. Polisi mengatakan mereka telah mendaftarkan pengaduan korban Sufi Abdul Samad.

Polisi mengenakan pasal 342 (pengurungan yang salah), 323 (secara sukarela menyebabkan luka), 504 (penghinaan yang disengaja dengan maksud untuk memprovokasi pelanggaran hukum perdamaian), dan 506 (intimidasi kriminal) KUHP India di Polsek Perbatasan Loni. Samad adalah penduduk Anupshahar di distrik Bulandshahr. Samad melapor pada polisi dua hari setelah kejadian pada 7 Juni.

Dalam pengaduannya, Samad mengatakan dia mencapai Loni sekitar pukul 14.30 waktu setempat pada 5 Juni. Ia mendapatkan tawaran tumpangan naik mobil bersama untuk pergi ke masjid di Behta Hajipur.

Namun, pengemudi mobil dan ketiga tersangka membawanya ke lokasi yang berbeda. Mereka membawanya ke gudang di daerah terpencil di mana mereka memukulinya.

Dalam pengaduannya, Samad tidak menyebutkan tersangka mencukur jenggotnya. Namun, video tersebut menunjukkan seorang pria memotong jenggot Samad dengan gunting.

Polisi mengatakan setelah tersangka meninggalkan tempat itu, Samad tiba di rumah temannya di Shaheed Nagar, Ghaziabad.

“Samad datang ke Loni untuk bertemu seorang teman. Setelah kejadian itu, Samad datang ke rumah saya dan tinggal selama sekitar dua hari,” kata Mohammad Asif, teman keluarga Samad.

“Dia memberi tahu saya tentang serangan itu dan mengatakan para tersangka memaksanya meneriakkan “Jai Siya Ram”. Namun slogan tersebut tidak terdengar dalam video klip tersebut.

Baca Juga:  Kedermawanan Miliarder Muslim Ini Sumbang Rp28 T, Hingga Kalahkan Orang Terkaya Asia

“Dia disekap di ruangan gelap selama sekitar dua jam,” kata Asif, dilansir dari Hindustan Times, Selasa (15/6).

Polisi pada Senin kemarin berhasil menangkap Pravesh Gurjar, seorang warga Loni, sehubungan dengan insiden itu dan tim sedang mencari tersangka lainnya.

“Kami menangkap satu orang sehubungan dengan insiden itu. Kami sedang mencari tahu apakah tersangka dikenal oleh korban atau tidak. Kami telah memanggilnya untuk mendapatkan perincian lebih lanjut, tetapi dia belum tiba,” kata Inspektur Polisi pedesaan Iraj Raja.

Dalam video tersebut terlihat para tersangka melakukan kekerasan terhadap korban. Tuduhan tersangka memaksa korban untuk meneriakkan slogan-slogan keagamaan belum terbukti dan merupakan bagian dari penyelidikan yang sedang berlangsung.

Selain Gurjar, ada lima hingga enam tersangka yang terlibat dalam insiden itu. “Tampaknya para tersangka ingin memberikan giliran komunal untuk insiden itu. Perincian lebih lanjut akan keluar setelah pelaku ditangkap semua,” kata seorang petugas dari polisi Ghaziabad.

Bagikan Artikel ini:

About redaksi

Avatar of redaksi

Check Also

pasukan pemerintah melintasi masjid di marawi city filipina selatan

Masjid Agung Marawi City Kembali Dibuka Setelah Direnovasi Pasca Pengepungan Kelompok Teroris Daes

MARAWI—Marawi, Filipina sempat mejadi daerah yang sangat berbahaya, daerah yang dikepung oleh pasukan teroris yang …

makanan maulid

Ini 7 Makanan Khas Yang Selalu Hadir Pada Bulan Maulid Nabi di Berbagai Daerah yang Rasanya Enak

Jakarta – Masyarakat Indonesia mempunyai cara yang khas dalam menyambut dan merayakan Maulid Nabi Muhammad …