masjid al Noor
masjid al Noor

Setahun Usai Tragedi Christchurch, Masjid Al Noor Selandia Baru Kembali Diteror

Christchurch – Genap setahun pasca penembakan massal saat salat Jumat di Masjid Al Noor dan Linwood Islamic Centre, Christchurch, ancaman teror kembali terjadi di Selandia. Lagi-lagi Masjid Al Noor menerima ancaman teror.

Saat ini, Kepolisian Selandia Baru sedang menyelidiki laporan yang menyebut bahwa salah satu masjid di Kota Christchurch yang menjadi lokasi penembakan massal pada 2019 lalu. Polisi mengatakan ancaman itu disebar oleh seseorang tak dikenal di aplikasi pesan Telegram, terhadap Masjid Al Noor, Christchurch.

Laporan yang diterima polisi menuturkan bahwa pesan ancaman itu memperlihatkan seorang pria bertopeng hitam duduk di mobil yang terparkir di luar masjid Al Noor. Pesan bergambar itu juga bertuliskan pesan bernada ancaman dengan emoji senjata.

“Kami memiliki petunjuk kuat yang kami sedang tindaklanjuti dan saya yakin kami akan menemukan siapa orang dalam pesan tersebut,” kata Komandan Kepolisian Canterbury, John Price, kepada Radio Selandia Baru seperti dikutip AFP.

Price menuturkan pihaknya sudah sangat dekat untuk menguak identitas pria tersebut. Ia mengatakan kepolisian mengetahui perihal ancaman itu dari seorang warga yang melapor.

Ancaman itu dibuat menjelang peringatan satu tahun penembakan massal terhadap dua masjid di Christchurch pada 15 Maret 2019 lalu yang menewaskan 51 jemaah masjid. Kejadian itu berlangsung pasca salat Jumat.

Pemerintah berencana menggelar upacara peringatan di Christchurch tepatnya di Hagley Park pada 15 Maret mendatang. Perdana Menteri Jacinda Ardern dikabarkan hadir dalam acara tersebut.

Masjid Al Noor merupakan satu dari dua masjid yang menjadi saksi bisu penembakan kejam pada 15 Maret 2019 yang sempat disiarkan langsung melalui Facebook oleh pelakunya.

Merespons laporan polisi, Ardern merasa tak percaya bahwa komunitas minoritas Muslim di Selandia Baru masih menjadi sasaran kebencian semacam itu.

Baca Juga:  Dulu Minoritas, Islam di Rusia Kini Berkembang Pesat
“Saya akan berada di antara banyak warga Selandia Baru yang merasa hancur melihat peringatan setahun serangan teror paling mengerikan terhadap komunitas Muslim dan bahwa mereka kemudian masih harus menjadi target kegiatan semacam ini,” ucap Ardern.

Bagikan Artikel ini:

About redaksi

Avatar of redaksi

Check Also

dr Fauzia Gustarina Cempaka Timur S IP M Si

Celah Intoleransi Dalam Beragama Diincar Kelompok Radikal Untuk Sebarkan Virus Radikalisme

Jakarta – Kelompok radikal selalu berupaya memanfaatkan berbagai cara untuk menyebarkan virus radikalisme. Salah satunya …

RDP Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas dengan Komisi VIII DPR RI

Dai Harus Miliki Strategi Metode Dakwah yang Menitikberatkan Wawasan Keberagamaan dan Kebangsaan

Jakarta – Sertifikasi penceramah atau dai dilakukan demi meningkatkan pemahaman moderasi beragama kepada kalangan dai …