Masjid an nur christchurch
Masjid an nur christchurch

Alhamdulillah, Peneror Masjid Al Noor Christchurch Berhasil Ditangkap Polisi Selandia Baru

Christchurch – Jelang peringatan satu tahun tragedi penembakan massal di masjid Al Noor dan Linwood Islamic Centre yang jatuh pada 15 September, ancaman teror kembali terjadi di Masjid Al Noor. Beruntung, polisi Selandia Baru cepat bergerak dan menangkap peneror seorang remaja berusia 19 tahun.

“Tindakan semacam ini tidak bisa diterima dan tidak memiliki tempat di Selandia Baru. Ini menjijikkan dan tidak bisa ditoleransi,” ucap Komandan Kepolisian Canterbury, John Price, melalui sebuah pernyataan, Rabu (4/3/2020).

Price mengatakan remaja yang belum diungkap identitasnya itu ditangkap setelah polisi mengeluarkan surat perintah penggeledahan di sebuah alamat di Christchurch. Hasil menemukan beberapa barang termasuk sebuah kendaraan.

Dilansir dari AFP, Price menuturkan pria itu didakwa atas masalah yang belum bisa diungkapkan ke publik. Dia mengatakan pihaknya masih berupaya mengumpulkan bukti terkait ancaman terhadap masjid tersebut.

Price juga mengatakan kepolisian telah meningkatkan patroli di sekitar masjid Al Noor dan Linwood menjelang satu tahun penembakan massal 15 Maret 2019 lalu yang menewaskan 51 jemaah masjid yang baru selesai salat Jumat.

“Keamanan masyarakat adalah prioritas utama kami,” ucap Price.

Kepolisian menerima laporan terkait ancaman teror itu dari seorang warga yang melapor. ancaman itu disebar oleh seseorang tak dikenal di aplikasi pesan instan tersandi, Telegram, terhadap Masjid Al Noor.

Masjid Al Noor merupakan satu dari dua masjid yang menjadi saksi bisu penembakan kejam pada 15 Maret 2019 lalu. Insiden itu sempat disiarkan langsung melalui Facebook oleh pelaku.

Laporan yang diterima polisi menuturkan bahwa pesan ancaman itu memperlihatkan seorang pria bertopeng hitam duduk di mobil yang terparkir di luar masjid Al Noor. Pesan bergambar itu juga bertuliskan pesan bernada ancaman dengan emoji senjata.

Baca Juga:  Muhammadiyah dan Aisyiyah Harus Jadi Lilin di Tengah Kegelapan

Ancaman itu dibuat menjelang peringatan satu tahun penembakan massal terhadap dua masjid di Christchurch pada 15 Maret 2019 lalu yang menewaskan 51 jemaah masjid. Kejadian itu berlangsung pasca salat Jumat.

Pemerintah berencana menggelar upacara peringatan di Christchurch tepatnya di Hagley Park pada 15 Maret mendatang. Perdana Menteri Jacinda Ardern dikabarkan hadir dalam acara tersebut.

Sementara itu, terdakwa pelaku penembakan berkebangsaan Australia, Brenton Tarrant, akan diadili pada 2 Juni mendatang dengan dakwaan terorisme dan 51 tuduhan pembunuhan. Ia juga dihadapkan pada 40 tuduhan percobaan pembunuhan.

Bagikan Artikel ini:

About redaksi

Avatar of redaksi

Check Also

Kepala BNPT di UIN Serang

Perguruan Tinggi Islam Berperan Penting Sebarkan Moderasi Beragama Kepada Mahasiswa

Serang – Perguruan Tinggi Islam berperan penting dalam menyebarkan moderasi beragama kepada para mahasiswa. Hal …

menko polhukam mahfud md memberikan keterangan kepada wartawan terkait

Buka Kongres IPNU dan IPPNU, Menko Mahfud MD: Minta Jaga Wasthiyah Islam

JAKARTA – Islam wasathiyah (moderat) menjadi salah satu jalan untuk menjaga kebersamaan setiap elemen bangsa, …