Masjid Al Noor
Masjid Al Noor

Masjid Al Noor Christchurch Kembali Dapat Ancaman Islamofobia

Christchurch – Ancaman Islamofobia terus mengemuka di beberapa bagian dunia. Pasca serangan Islamofobia yang menewarkan empat dari lima anggota keluarga Muslim di kota London, Ontario, Kanada, beberapa waktu lalu, kini masjid Al Noor di kota Christchurch, Selandia Baru, kembali mendapat ancaman Islamofobia. Masjid Al Noor tahun lalu diserang teroris yang menewaskan 51 jamaah salat Jumat

Polisi telah menerima tiga laporan terpisah yang berkaitan dengan masjid Christchurch dalam dua pekan terakhir. Seorang menteri senior menggambarkan insiden itu sebagai ancaman serius.

Komandan area metro Canterbury, Lane Todd mengatakan, masalah itu dilaporkan ke polisi dari perwakilan Masjid Al Noor. Dia mengatakan, ketiga laporan itu sedang ditindak lanjuti secara aktif. Mereka tidak terhubung satu sama lain.

Ketua Federasi Asosiasi Islam, Abdur Razzaq melaporkan ke polisi terkait ancaman itu, setelah menemukan gambar ofensif di forum online 4chan. Gambar itu merupakan selfie seorang pria yang berpose di dalam mobil yang diparkir di luar Masjid Al Noor, dengan disertai komentar yang mengancam kekerasan terhadap orang-orang di dalamnya.

“Langsung kami hubungi polisi, polisi sudah ke sana dalam waktu delapan menit. Barangnya sedang diperiksa, SIS terlibat. Jadi kami senang dengan waktu respons yang cepat seperti itu tetapi (rasisme) masih ada, masih ada. Inilah mengapa saya mengatakan mengapa semua orang perlu melihat temuan Komisi Kerajaan,” kata Razzaq.

Gambar tersebut pertama kali muncul di aplikasi pesan terenkripsi, Telegram, dan tidak lagi tersedia di situs web 4chan.

Menteri yang bertanggung jawab atas Government Communications Security Bureau (GCSB) dan SIS, Andrew Little tidak akan mengonfirmasi SIS terlibat dalam kasus ini. Akan tetapi menegaskan kembali bahwa mereka memiliki mandat untuk mengumpulkan intelijen tentang ancaman teroris dan kekerasan ekstremis kulit putih.

Baca Juga:  Lagi, Ledakan Bom Guncang Kabul Tewaskan Seorang Profesor Hukum Islam

Little juga bertanggung jawab atas tanggapan Pemerintah terhadap Laporan Komisi Negara terhadap serangan teror. Dia mengatakan bahwa postingan itu serius.

“Apa pun yang berupa foto seperti itu, yang jelas-jelas dimaksudkan untuk mengintimidasi dan menimbulkan rasa ancaman bagi orang-orang, tidak pernah dapat diterima, itulah sebabnya ketika mereka terlihat atau muncul secara online, orang-orang itu memberi tahu pihak berwenang agar tindakan dapat diambil,” kata Liitle.

Little mengatakan, tidak ada badan intelijen keamanan atau kepolisian yang dapat memantau segala sesuatu di internet, dan bergantung pada berbagai sumber, termasuk publik, untuk mendapatkan informasi.

Bagikan Artikel ini:

About redaksi

Avatar of redaksi

Check Also

AC Milan ucapkan Selamat Maulid Nabi Muhammad

AC Milan Ucapkan Selamat Maulid Nabi Muhammad Kepada Fans Beragama Islam

Milan – Klub sepakbola AC Milan memberi ucapan selamat Maulid Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wassallam. …

Ken Setiawan di UM Metro

Ken Setiawan: Ribuan Kelompok Radikal yang Mengatasnamakan Agama di Lampung Masih Gentayangan

Lampung – Pendiri Negara Islam Indonesia (NII) Crisis Center Ken Setiawan mengaku prihatin terhadap fenomena …