Pertemuan daring Menag Yaqut Cholil Qoumas dan Dubes Singapura Anil Kumar Nayar
Pertemuan daring Menag Yaqut Cholil Qoumas dan Dubes Singapura Anil Kumar Nayar

Singapura Puji Indonesia Mampu Tangani Perbedaan Pandangan Keagamaan

Jakarta – Indonesia adalah negara majemuk yang terdiri dari berbagai macam perbedaan, baik agama, suku, ras, bahasa, dan lain-lain. Namun dengan semboyan Bhinneka Tunggal Ika, segala perbedaan itu lebur menjadi satu kesatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Keberhasilan Indonesia dalam mengatasi masalah perbedaan, terutama pandangan keagamaan mendapat pujian dan apresiasi dari Singapura melalui Duta Besar Singapura Anil Kumar Nayar. Pujian dan apresiasi itu diungkapkan Anil Kumar Nayar saat menggelar pertemuan daring dengan Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas.

Dikutip dari laman resmi Kemenag, Kamis (15/7/2021), Anil mengatakan, Singapura banyak belajar tentang penanganan perbedaan pandangan keagamaan di Indonesia yang selama ini berjalan baik.

“Kami melihat, Indonesia banyak melakukan pendekatan-pendekatan persuasif yang sepertinya efektif untuk permasalahan plurasime di Indonesia, dengan jumlah penduduk yang lumayan padat dan wilayah yang cukup luas,” tutur Anil.

“Kami juga ingin belajar pada Indonesia, khususnya Menteri Agama bagaimana pendekatan ini dilakukan, bagaimana pemerintah bisa merangkul pemuda pemudinya agar dapat melakukan kegiatannya bersama-sama,” tambah.

Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mengatakan bahwa Indonesia sudah menganut asas gotong royong dari zaman dahulu. Kebiasaan beragama di Indonesia juga banyak mengalami penyesuaian dengan kultur dan budaya di Indonesia sehingga dapat beradaptasi dengan baik.

Menag mengakui bahwa pengaruh media sosial belakangan ini menjadi tantangan tersendiri bagi Pemerintah, khususnya Kementerian Agama dalam menangani masalah perbedaan pandangan agama.

Pemerintah Indonesia tidak bisa mengontrol sepenuhnya informasi-informasi yang diterima masyakarat melalui media sosial. Arus perkembangan Informasi melalui media digital memang sangat luar biasa belakangan ini.

“Kami coba lakukan komunikasi yang intens dengan para pemuka agama, agar para pemuka agama dapat juga mengkomunikasikan ke jemaahnya bagaimana perbedaan menjadi kelebihan negara kita, bukan sesuatu yang harus diperdebatkan. Selain itu, pemerintah mencoba beradaptasi dengan kebiasaan-kebiasaan keagamaan yang dilakukan umat-umat beragama di Indonesia,” jelas Menag.

Baca Juga:  Polri: Jamaah Islamiyah Siapkan 91 Teroris Muda, 66 Dikirim ke Suriah

Menag menambahkan, Indonesia juga masih harus belajar dari Singapura tentang banyak hal, agar kehidupan di Indonesia lebih sejahtera.

Bagikan Artikel ini:

About redaksi

Avatar of redaksi

Check Also

pasukan pemerintah melintasi masjid di marawi city filipina selatan

Masjid Agung Marawi City Kembali Dibuka Setelah Direnovasi Pasca Pengepungan Kelompok Teroris Daes

MARAWI—Marawi, Filipina sempat mejadi daerah yang sangat berbahaya, daerah yang dikepung oleh pasukan teroris yang …

makanan maulid

Ini 7 Makanan Khas Yang Selalu Hadir Pada Bulan Maulid Nabi di Berbagai Daerah yang Rasanya Enak

Jakarta – Masyarakat Indonesia mempunyai cara yang khas dalam menyambut dan merayakan Maulid Nabi Muhammad …