Saking kencangnya iklim panas politik tanah air dewasa ini ibadah pun terseret dalam kubangan perbincangan dan perdebatan politik antar kontestan Biasakah calon tertentu memimpin shalat Apakah calon tertentu benar benar shalat Dan pertanyaan menggelikan lainnya Sudah sepatutnya kita menghindari perbuatan dengan menjadikan ibadah sebagai ajang politik Namun perdebatan itu patut menjadi hikmah bagi kita semua Mungkin pertanyaan yang lebih tepat bukan bisakah dan seringkah orang shalat tetapi yang terpenting sudahkah shalat kita berfungsi sebagai benteng diri kita dari perbuatan keji dan munkar Dalam surat al Ankabut ayat 45 Artinya Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu yaitu Al Kitab Al Quran dan dirikanlah shalat Sesungguhnya shalat itu mencegah dari perbuatan perbuatan keji dan mungkar Dan sesungguhnya mengingat Allah shalat adalah lebih besar keutamaannya dari ibadat ibadat yang lain Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan Baca juga Memahami Tanda Tanda Kiamat secara KaffahShalat itu bukan sekedar kewajiban tetapi merupakan kebutuhan manusia sebagai benteng diri dari berbagai keburukan Orang yang selalu mengerjakan shalat disiplin dan menghayati setiap maknanya akan selalu terjaga dari sejak bangun di pagi hari melalui shalat Subuh hingga menjelang tidur melalui shalat isya dan shalat malam Dengan mengerjakan shalat seorang hamba secara otomatis ingat kepada tuhan dalam siklus keseharian dan aktifitas sehari harinya Orang yang selalu ingat Tuhan maka sejatinya ia telah mendapatkan ketakwaan Takwa dalam arti bahwa seluruh aktifitasnya diawasi oleh Tuhan Dengan shalat orang akan terhindar dari perbuatan maksiat keji dan kemunkaran Orang yang shalat dengan dzikir khusu akan dijauhkan dan terhindari dari sikap tercela seperti berzina merampok korupsi membunuh berbohong memfitnah menipu dan perbuatan keji lainnya Nabi pernah ditanya tentang maksud ayat al Ankabut 45 tersebut Nabi menjawab Artinya Barangsiapa yang shalatnya tidak dapat mencegah perbuatan keji dan munkar maka tidak ada shalat baginya HR Ibnu Hatim Dalam riwayat lain dari at Tabrani dari Ibnu Abbas Barangsiapa yang shalatnya tidak dapat mencegah perbuatan keji dan munkar maka tidaklah ia dekat dengan Allah melainkan bertambah jauh Secara sederhana sebenarnya dapat kita pahami bahwa untuk mengukur apakah shalat kita sudah benar dan diterima oleh Allah dengan melihat apakah shalat kita sudah menjadi benteng diri kita Ketika shalat kita menjadi benteng dari perbuatan keji dan munkar itulah takaran shalat kita diterima dan bermanfaat bagi diri kita Lalu bagaimana cara agar shalat kita menjadi benteng diri Inilah Kunci Agar Shalat Menjadi Benteng DiriAbul Aliyah memberikan tiga kunci penting untuk mengukur apakah shalat kita sudah bisa menjadi benteng bagi diri kita Dalam shalat sesungguhnya manusia dilatih untuk mempunyai tiga sikap Apabila tiga sikap ini tidak ada maka sesungguhnya ia seakan tidak shalat Pertama ikhlas Ikhlas adalah perbuatan yang hanya memiliki satu tujuan yaiyu karena Allah Shalat kita bukan untuk kesombongan riya ingin dipuji atau karena tujuan duniawi lainnya Ikhlas mengajarkan kita untuk selalu berbuat hal terbaik hanya untuk Allah Kedua khasyah Khasyah adalah sikap takut apabila ibadah itu tidak diterima oleh Allah Ketika seorang takut kepada Allah sesungguhnya ia melatih dirinya untuk menghindari perbuatan yang buruk Ketiga dzikrullah Dzikrullah adalah kondisi selalu ingat kepada Allah dalam hati ucapan dan tindakan Apabila seluruh aktifitas kita dilatih untuk selalu mengingat Allah maka sejatinya yang akan muncul dari diri kita adalah ketaatan terhadap perintah dan larangannya Inilah kunci bagaimana seorang muslim menjadikan shalatnya sebagai benteng bagi dirinya dalam kehidupan sehari hari Shalat dengan demikian merupakan salah satu riyadhah dzikir dan ibadah untuk selalu mendekatkan diri kepada Allah Orang yang dekat kepada Allah akan selalu terhindar dari perbuatan tercela Lihatlah sungguh sangat mulia kalimat yang diucapkan oleh seorang hamba dalam doa iftitah shalat Bacaan ini merupakan janji seorang muslim untuk menyerahkan seluruh hidup dan matinya hanya kepada Allah Inilah sesungguhnya makna Islam yang berarti berserah diri Sesungguhnya shalatku dan ibadatku bahkan hidup dan matiku semuanya adalah untuk AIIah Penguasa Alam semesta Tidak ada yang menyerupai Allah dan inilah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah seorang yang telah menyerahkan diri kepada Tuhan

Tinggalkan Balasan