066352600 1598871512 830 556
066352600 1598871512 830 556

Sultan HB X Ingin Percepat Pembangunan Asrama Haji Demi Kenyamanan Jamaah

YOGYAKARTA – Setiap tahun jumlah jamaah haji di setiap daerah menunjukkan peningkatan jumlah yang cukup signifikan, hal tersebut berkonsekuensi pada peningkatan layanan setiap daerah terhadap calon jamaah haji. Setelah tahun lalu jamaah haji dari berbagai negara belum bisa berangkat ke tanah suci Makkah untuk melaksanakan ibadah haji dikarenakan Covid- 19 yang masih belum dapat teratasi, namun tidak mengendurkan semangat jamaah untuk suatu waktu dapat segera menjalankan ibadah haji.

Melengkapi berbagai fasilitas yang memadai terhadap jamaah haji, Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) akan segera membangun asrama haji sebagai penunjang terlaksananya ibadah haji.

Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X berharap, proses pembangunan asrama haji di Kulon Progo dapat berjalan dengan cepat sehingga segera mampu meningkatkan pelayanan calon jamaah haji.

“Prinsipnya adalah Ngarsa Dalem (Sultan HB X) menginginkan agar proses ini bisa berjalan dengan cepat,” kata Sekretaris Jenderal Kementerian Agama (Kemenag) RI Nizar Ali seusai audiensi dengan Gubernur DIY itu, di Gedhong Wilis, kompleks Kepatihan di Yogyakarta, seperti dikutip dari laman ihram.co.id Jumat (7/5).

Dia menjelaskan Gubernur DIY menawarkan sejumlah skema kerja sama untuk mendukung pembangunan asrama haji tersebut, di antaranya dengan menggandeng pihak ketiga. Hal ini sebagai alternatif pembiayaan mengingat proyeksi pencairan APBN membutuhkan waktu yang lama.

“Kalau mengandalkan anggaran APBN, ya bisa selesai, tapi waktunya lama sehingga supaya bisa singkat, beliau menyarankan untuk komunikasi dan kerja sama dengan berbagai pihak tadi,” ujar Nizar.

Selain memudahkan para jamaah haji, ia juga berharap keberadaan asrama haji itu memberikan dampak positif terhadap masyarakat, sekaligus Keraton Yogyakarta, mengingat pembangunannya akan dilakukan di atas tanah kesultanan atau Sultan Ground. Menurut Nizar, Sultan HB X menyarankan ada satu bangunan yang setara bintang empat, bintang tiga menyesuaikan kebutuhan dari masyarakat. Terkait dengan penentuan lokasi asrama haji, Nizar mengaku penetapannya sudah mencapai tahap final.

Baca Juga:  Ini Faktor-Faktor Munculnya Islamisme di Timur Tengah

“Lokasi sudah ditentukan, tepatnya di wilayah Kokap. Kalau dari bandara (YIA, red.), jaraknya sekitar 3,5 kilometer. Nantinya akan ada akses tol yang lewat jalur asrama haji,” kata Kepala Kanwil Kemenag DIY Edhi Gunawan.

Edhi mengatakan Kokap menjadi lokasi yang dipilih dari tiga usulan lainnya, yakni Galur, Sentolo, dan Lendah. Desa Triharjo (Wates) dan Plumbong (Temon) sebelumnya juga menjadi opsi yang diusulkan untuk pembangunan asrama haji. Selain penentuan lokasi, kata dia, sampai saat ini juga telah dilaksanakan penentuan skema pembangunan, termasuk penentuan desain bangunan.

Pelaksanaan pembangunan asrama haji itu, ditargetkan paling cepat pada 2022 dan paling lambat pada 2023 yang diharapkan setahun setelah pembangunan dimulai, bangunan sudah dapat difungsikan. “Total proyeksi anggaran yang diperlukan untuk melaksanakan proyek pembangunan asrama haji ini mencapai kisaran Rp600 miliar,” kata dia.

Bagikan Artikel ini:

About redaksi

Avatar of redaksi

Check Also

Hubungan suami istri

Heboh Anal Seks, KH Cholil Nafis: Haram Hukumnya!

Jakarta – Akhir-akhir ini heboh pemberitaan seorang wanita dan istri yang melaporkan suaminya yang juga …

umat muslim melaksanakan ibadah shalat idul fitri hijriah

Ini Alasan Aceh Disebut Serambi Makkah

JAKARTA – Orang-orang Indonesia sejak zaman Belanda telah melaksanakan ibadah haji, dahulu kala menggunakan kapal …