kekayaan siti khadijah
harta

Sumber Bencana yang Sesungguhnya itu Cinta Dunia

Perlu dipertegas di awal, bahwa Islam tidak melarang umatnya untuk menguasai materi dan harta. Bahkan Islam sangat menganjurkan supaya setiap pribadi muslim menjadi sosok yang kuat secara ekonomi. Dengan prinsip, harta dunia hanya sampai digenggaman tangan, tidak masuk ke dalam hati.

Islam hanya melarang cinta dunia. Mengorbankan agama ditukar materi duniawi. Karena cinta dunia merupakan sasaran empuk setan untuk memperdaya manusia sehingga menyia-nyiakan batas-batas hukum agama. Agama menjadi terabaikan dan bahkan tergadaikan sebab kecintaan terhadap dunia; kehormatan, pangkat serta kedudukan.

Cinta dunia pangkal bencana. Muara dari setiap kesalahan. Bermula dari sinilah manusia kemudian mengabaikan hak-hak Allah dan menelantarkan humkum-hukum-Nya. Haram, dosa dan ancaman siksa tidak menjadi soal yang penting banyak harta, kemegahan, ketenaran, kekuasaan dan ambisi dunia lainnya. Menganggap remeh perintah Allah dan larangan-Nya.

Oleh karena itu, mereka yang mabuk cinta dunia akan berani terang-terangan di hadapan Allah dalam melakukan penyimpangan. Mereka berani terus-menerus melakukan perbuatan dosa besar, serta berani berbuat aniaya terhadap diri sendiri.

Padahal, Rasulullah  telah memperingatkan mereka akan fitnah dunia. Beliau bersabda : “Akan datang kepada kalian sepeninggalku, sebuah dunia yang bakal menelan iman kamu, sebagaimana api menghanguskan kayu bakar”. Dalam hadis lain Rasulullah mengatakan : “Senantiasa Tuhan ku berpaling dari dunia, dan dari orang yang diperdaya serta merasa tenang kepadanya, sejak dunia itu diciptakan sampai hari kiamat.”

Hadist di atas senada dengan wahyu Allah kepada Musa, “Wahai Musa, jangan sekali-kali engkau cenderung kepada cinta dunia, agar engkau tidak datang kepada-Ku dengan membawa dosa-dosa yang sangat menyulitkanmu.”  Nabi Isa Berkata, “ Wahai pengikutku! Kekayaan itu memang kesenangan di dunia, tetapi kecelakaan di akhirat. Benar, bahwa orang-orang kaya merupakan tempat orang-orang mengambil muka di dunia, tetapi mereka akan diinjak-injak dengan kaki mereka di akhirat, dari depan dan dari punggung. Maka dengan kebenaran aku berkata kepada kalian : “Orang-orang kaya itu tidak akan memasuki alam kerajaan langit.” 

Salah seorang ulama salaf berkata : “Jatuh dari atas gedung lalu tulangku patah, itu lebih aku sukai daripada bergaul dengan orang kaya.”  Ia juga mengatakan, kekayaan di dunia merupakan kemuliaan, tetapi di akhirat merupakan kehinaan, dan orang kaya akan monyong mulutnya dan akan mengalir air liurnya”. Rasul Pernah ditanya oleh seseorang : “Siapa di antara umatmu yang jahat? Beilau menjawab : “Orang-orang kaya.”

Suatu saat nabi Musa melewati seseorang yang sedang menangis dan ketia ia pulang orang itu masih menangis. Beliau lantas bertanya kepada Allah, “Seorang hamba Mu menangis karena takut kepada Mu,”  Allah menjawab, “Wahai Putra Imran, andai orang itu meninggalkan otaknya bersama air matanya lalu memohon seraya mengangkat kedua tangannya sampai keduanya berjatuhan niscaya tidak Aku ampuni dia, karena dia mencintai dunia.” Firman Allah dalam Surat Hud ayat 15 – 16, “Barang siapa yang menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, niscaya Kami berikan kepada mereka balasan pekerjaan mereka di dunia dengan sempurna dan di dunia itu tidak akan dirugikan. Itulah orang-orang yang tidak memperoleh akhirat, kecuali neraka dan lenyaplah di akhirat itu apa yang mereka usahakan di dunia dan sia-sialah apa yang mereka telah kerjakan.”

Kisah tentang Abdurrahman bin ‘Auf menjadi pelajaran yang sangat berharga. Suatu ketika rombongan membawa barang-barang miliknya dari Yaman sampai di Madinah. Seisi kota Madinah pun menjadi gempar.  Kehebohan itu didengar oleh Aisyah. Ia berusaha mencari tahu apa penyebabnya. 

Lalu seseorang berkata kepadanya bahwa rombongan kafilah ‘Abdurrahman telah tiba di Madinah. Spontan ia mengucapkan : “Benarlah Allah dan Rasul-Nya.” Perkataan Aisyah ini menjadi pertanyaan besar bagi Abdurrahman, lalu ia pun bergegas mendatangi Aisyah untuk menanyakan hal tersebut.

Aisyah, istri Nabi, menjawab,  “ Aku mendengar Rasulullah bersabda : “Aku melihat surga dan aku melihat orang-orang miskin dari golongan Muhajirin. Orang-orang Muslim pun memasuki dengan bergegas namun aku tidak melihat seorangpun di antara orang-orang kaya yang memasukinya kecuali dengan cara merangkak.

Mendengar itu, Abdurrahman lantas berujar : “ Aku menjadikan Allah sebagai saksi bahwa seluruh kafilah ini berikut barang-barangnya untuk jalan Allah, sedangkan seluruh budak-budaknya merdeka, semoga aku memasuki surga bersama mereka dengan bergegas.” Setelah peristiwa itu, Rasulullah berkata kepada Abdurrahman bin Auf, “Adapun dirimu adalah orang pertama masuk surga di antara orang-orang kaya dari umat ku, dan hampir saja engkau tidak memasukinya kecuali dengan cara merangkak”.

Hal ini merupakan pelajaran yang sangat berarti bagi kita semua. Supaya tidak terjebak pada penyakit cinta dunia. Bergumul dalam kubangan haram, tidak memperdulikan dari mana harta yang diperoleh, bergelimang dalam kesyubhatan, perhiasan dan kemegahan dan terperangkap dalam tipu daya dunia.

Oleh karena itu, mulailah berusaha dengan cara yang halal, memakan makanan yang baik, tidak berlebihan menggunakan harta, memprioritaskan kepentingan agama, tidak pernah menahan hak orang lain, dan tidak kikir. Kalau kebetulan kaya, dianjurkan berlaku dermawan dengan sebagian besar hartanya, seperti para sahabat Nabi yang mendermakan hartanya untuk perjuangan agama. Bahkan di antara mereka ada yang mendermakan seluruhnya. Atau anda akan memikul harta dan kekayaan anda sebagai sumber bencana?

Wallahu a’lam

Bagikan Artikel ini:

About Faizatul Ummah

Alumni Pondok Pesantren Salafiyah Syafi'iyah Sukorejo dan Bendahara Umum divisi Politik, Hukum dan Advokasi di PC Fatayat NU KKR

Check Also

kopi sufi

Kopi dan Spiritualitas Para Sufi

Ulama dan Kopi apakah ada kaitan diantara mereka berdua? Kopi mengandung senyawa kimia bernama “Kafein”. …

doa bulan rajab

Meluruskan Tuduhan Palsu Hadits-hadits Keutamaan Bulan Rajab

Tahun Baru Masehi, 1 Januari 2025, bertepatan dengan tanggal 1 bulan Rajab 1446 H. Momen …