Bandung – Upaya memutus rantai ekstremisme di Jawa Barat mencatat sejarah baru. Tujuh faksi Negara Islam Indonesia (NII) di wilayah tersebut secara serentak mencabut baiat dan menyatakan kembali kesetiaan kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Langkah kolektif ini dinilai menjadi titik balik penting dalam proses reintegrasi sosial mantan anggota kelompok radikal. Wakadensus 88 Antiteror Polri, Brigjen Pol I Made Astawa, …
Read More »Target Empuk Kelompok Radikal, Bekali Perempuan, Remaja, dan Anak dengan Literasi Keagamaan yang Benar
Jakarta – Pusat Studi Terorisme Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) menegaskan kembali komitmennya dalam memperkuat upaya pencegahan radikalisme dan terorisme melalui riset, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat yang berlandaskan nilai-nilai keagamaan yang moderat dan menyejukkan. Pesan tersebut disampaikan Kepala Pusat Studi Terorisme PTIK, Komjen Pol (P) Prof. Dr. H.M. Rycko Amelza Dahniel, M.Si., saat pemaparan resmi di Jakarta, Jumat (28/11/2025). Prof. …
Read More »Umat Diminta Waspada, Agama Jangan Dijadikan Legitimasi Kekerasan
Jakarta – Gelombang demonstrasi yang berujung ricuh tidak hanya menimbulkan kerugian sosial dan ekonomi, tetapi juga menyimpan ancaman yang lebih berbahaya. Kerusuhan massa kerap menjadi ruang bagi kelompok radikal-terorisme untuk masuk, terutama dengan memanfaatkan sentimen agama sebagai alat legitimasi gerakan mereka. Pakar keamanan dan terorisme dari Institute for Security and Strategic Studies (ISESS), Khairul Fahmi, mengingatkan bahwa aksi massa yang …
Read More »Khilafah Menyesatkan, Demokrasi Harus Dijaga Sebagai Amanat Reformasi
Jakarta – Gelombang demonstrasi yang terjadi di sejumlah wilayah Indonesia pada akhir Agustus 2025, sejatinya berangkat dari tuntutan atas kesejahteraan dan penegakan hukum. Namun, isu ini kemudian dipelintir oleh jaringan kelompok radikal menjadi narasi bahwa “demokrasi gagal” dan solusinya adalah “khilafah”. Dosen Ilmu Politik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Indonesia, Dr. Cecep Hidayat, SIP. IMRI. menegaskan bahwa pola …
Read More »Waspada Propaganda Kelompok Radikal di Tengah Konflik Global
Jakarta – Konflik global di Timur Tengah yang terjadi belakangan ini antara Iran dan Israel, Palestina dan Israel, India dan Pakistan, serta konflik Suriah menyita perhatian publik. Beragam narasi muncul kepermukaan guna saling mencari simpati. Namun alih-alih mencari simpati, konflik global juga kerap dimanfaatkan oleh kelompok garis keras untuk menyebarkan ideologi, propaganda, perekrutan hingga pengumpulan donasi. Mantan narapidana terorisme (napiter), Arif …
Read More »Kelompok Radikal Mainkan Narasi Jihad dan Pengabdian Kepada Agama untuk Bentuk Kader Militan
Jakarta — Ancaman radikalisme di lingkungan pendidikan kian nyata dan mengkhawatirkan. Pasalnya kelompok radikal sangat lihai memainkan narasi jihad dan pengabdian kepada agama, yang sebenarnya digunakan untuk membentuk kader militan “Saya melihat langsung bagaimana mereka membina anak-anak muda untuk menjadi agen ideologis,” ujar Yuminah Rahmatullah, dosen Fakultas Ushuluddin UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, yang juga mantan anggota kelompok radikal Negar Islam …
Read More »Hadirkan Syariat dalam Keberagaman Indonesia dengan Islam Moderat
Yogyakarta – Narasi-narasi ekstrem yang mengatasnamakan agama banyak beredar di masyarakat, khususnya melalui media sosial. Jelas narasi-narasi itu seringkali menimbulkan keresahan dan memecah belah persatuan bangsa. Namun, di tengah tantangan tersebut, semangat moderasi dan kebersamaan harus semakin diteguhkan melalui berbagai upaya konkret yang dilakukan oleh tokoh agama, akademisi, dan masyarakat luas. Guru Besar Ilmu Sosiologi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Prof. Dr. Zuly Qodir, …
Read More »Kelompok yang Ingin Benturkan Pancasila dengan Agama Masih Eksis, Waspadalah!
Bogor – Sejak awal kemerdekaan relasi tentang komitmen kebangsaan dan keagamaan selalu memantik polemik ihwal posisi agama dalam dalam arena politik kebangsaan, begitusebaliknya. Pun saat pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) dan pasca Pemilu 2024, isu itu kembali dihembuskan oleh kelompok tertentu guna kepentingan politik dan memicu terjadinya polarisasi dan ketegangan di tengah masyarakat. Pengamat Timur Tengah dan Terorisme, Muhammad Suaib Tahir, …
Read More »Imam Besar Masjid Istiqlal: Sejak Ada BNPT Kuantitas Kelompok Radikal Jadi Minim
Jakarta – Penanggulangan terorisme adalah perjuangan panjang yang harus dijaga keberlanjutannya. Penyakit kronis yang bernama terorisme dan radikalisme ini sangat sulit untuk disembuhkan jika telah sampai pada stadium akhir. Ada peribahasa lama, “mencegah lebih baik daripada mengobati.” Dalam hal ini, BNPT hadir sebagai kepanjangan tangan pemerintah untuk menjalankan fungsi pencegahan terhadap virus-virus intoleransi, radikalisme, dan terorisme yang dapat merusak tatanan …
Read More »Gus Najih Putra Mbah Moen Minta Umat Jaga Masjid, Jangan Diambil Kaum Radikal Baru Nangis
JAKARTA – KH Muhammad Najih Maimoen, putra almarhum KH maimoen Zubaer menyampaikan kepada masyarakat untuk terus melestarikan dan menjaga keberadaan pondok pesantren, selain itu beliau juga berpesan untuk menjaga masjid dengan memakmurkanya sehingga tidak diambil kelompok radikal, kalau sudah diambil maka akan terjadi penyesalan dan kegaduhan, hal tersebut yang tidak diinginkan oleh Gus Najih begitu biasa beliau disapa. Dilansir dari laman …
Read More »Gawat, Ada Tokoh Radikal dan Intoleran Tempat Sowan Kelompok ISIS dan JAD di Garut
Garut – Kabupaten Garut menjadi salah satu daerah yang memiliki tingkat kerawanan penyebaran radikalisme dan intoleransi yang sangat tinggi. Hal itu karena keberadaan sel-sel kelompok radikal Negara Islam Indonesia (NII) di Garut. Bahkan terungkap, beberapa pelaku serangan bom bunuh diri di Indonesia diketahui datang terlebih dulu ke Kabupaten Garut sebelum menjalankan aksinya. Kedatangan mereka dimaksudkan untuk meminta izin kepada tokoh-tokoh …
Read More »Indonesia Bukan ‘Darul Harb’, Bom Bunuh Diri Kegiatan Kekufuran
Makassar – Aksi bom bunuh diri di Polsek Astana Anyar, Bandung, beberapa waktu lalu, meninggalkan pesan yang masih sama, yakni terkait dengan jihad. Suatu pesan mengorbankan diri dengan cara aksi bom bunuh diri sebagai perintah agama. Kesalahan pemahaman ajaran agama tersebut tidak lekang hingga kini. Padahal, dalil bahwa bom bunuh diri bukan bagian jihad sudah cukup jelas. Artinya bom bunuh …
Read More »Sesat, Klaim Kelompok Radikal Bencana Indonesia Karena Tak Terapkan Khilafah
Kediri – Beberapa waktu lalu Kabupaten Cianjur diguncang gempa dahsyat. Ratusan rumah dan bangunan hancur dan ratusan jiwa melayang. Musibah itu adalah sebuah kejadian alam (natural hazard) yang menimpa manusia, gempa tentu mempunyai konstruksi makna yang beragam. Di tengah kesedihan mendalam para korban, kelompok radikal mempolitisasi bencana dalam makna yang sesuai tujuan mereka. Bencana dimaknai sebagai balasan terhadap negeri yang …
Read More »Khilafah Itu Desepsi, Delusi, Destabilisasi, dan Degradasi, Bukan Solusi Kebangsaan
Jakarta – Setiap masalah yang hadir di tengah masyarakat seakan menjadi panggung tersendiri bagi pengusung khilafah untuk tampil beraksi menjadikan khilafah sebagai pemeran utama, solusi atas segala problematika yang dihadapi umat. Padahal, faktanya khilafah bukan solusi bagi kebangsaan Indonesia, tetapi hanya menjadi desepsi, delusi, destabilisasi, dan degradasi bangsa. Sekretaris Lembaga Persahabatan Ormas Islam (LPOI), H. Imam Pituduh, SH. MM, sangat …
Read More »Meluruskan Makna Doktrin Al Wala’ Wal Bara’ yang Dibawa Kelompok Radikal
Jakarta – Kelompok radikal masih begitu gencar membawa semacam doktrin Al Wala’ Wal Bara’ sebagai legitimasi pembenar ajaran (eksklusifisme). Bahwa umat Islam hanya boleh loyal atau bersaudara sesama umat Islam Al Wala’ (loyalitas) sesama umat Islam. Sedangkan terhadap mereka yang non-muslim, itu harus bersikap Wal Bara’ (melepas diri) atau bermusuhan. Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Darud Da’wah Wal Irsyad (PB DDI) KH. Muhammad Suaib Tahir, Lc, MA, …
Read More »Hanya Pecundang yang Mainkan Isu Islamofobia di Indonesia
Bandar Lampung – Narasi Islamofobia di Indonesia kerap tercium bersifat politis dan dianggap sebagai upaya playing victim kelompok radikal. Kelompok radikal memanfaatkan narasi tersebut untuk melemahkan segala hal yang berkaitan dengan pemberantasan kelompok radikal. Sebab, dengan memainkan narasi itu, mereka percaya bahwa akan jauh lebih mudah menyulut api amarah umat. Ketua bidang Agama Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) provinsi Lampung, …
Read More »Dalam Pancasila, Agama Itu Menyatukan, Bukan Memecah Belah
Pandeglang – Pancasila itu adalah ideologi yang didalamnya telah mencakup seluruh aspek kehidupan bangsa Indonesia yaitu agama, kemanusiaan, persatuan, musyawarah, dan keadilan sosial. Namun Pancasila selalu dibenturkan oleh kelompok radikalisme yang mengatasnamakan agama untuk melakukan radikalisasi. Padahal, sejatinya Pancasila sudah merangkul prinsip agama yang rahmat dan maslahat dan di dalam Pancasila, agama itu menyatukan, bukan memecah belah. Ketua Umum Pengurus …
Read More »Doktrin Kelompok Radikal Selalu Benturkan Agama dan Budaya, Agama dan Pancasila
Medan – Radikalisme adalah paham yang menjiwai semua aksi terorisme. Mereka selalu mendoktrin, membenturkan agama dan budaya, agama dan sosial, agama dan Pancasila. “Misalnya, saat melakukan doktrin mereka akan menanyakan membela ideologi agama atau ideologi Islam. Membela Islam atau NKRI. Pancasila atau Alquran,” ujar Direktur Pencegahan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Brigjen (Pol). R. Ahmad Nurwakhid, S.E., M.M, saat menjadi …
Read More »Politisasi Agama Bisa Picu Radikalisme dan Terorisme
Purwokerto – Politisasi agama atau menggunakan agama dalam ajang politik adalah salah satu pemicu utama munculnya radikalisme dan terorisme. Hal itu diungkapkan Direktur Pencegahan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Brigjen Pol. R. Ahmad Nurwakhid, SE, MM, saat menjadi narasumber dalam acara Diskusi Publik 2022 bertema “Melawan Kelompok Radikal dalam Dinamika Politik Indonesia Menjelang Pemilu 2024” yang diselenggarakan Yayasan Tri Bhakti …
Read More »Gus Imam: Kelompok Radikal Lakukan Ideologisasi dari Bangun Tidur Sampai Tidur Lagi
Jakarta – Upaya penguatan deteksi dini dari ancaman virus radikalisme sangat urgent dan mendesak. Tidak hanya bagi apparat penegak hukum, tetapi juga masyarakat dan seluruh warga bangsa. Kelompok-kelompok radikal dan intoleran saat ini tengah bergerak untuk menguasai pop culture (kebudayaan pop) dan lifestyle (gaya hidup) masyarakat sehari-hari serta secara massif melakukan ideologisasi dari bangun tidur sampai tidur lagi. Bahkan ideologisasi …
Read More »Menguatkan Kebijakan Pentahelix Ditengah Kontroversi Agama dan Budaya
Makassar – Baru-baru ini masyarakat dihebohkan dengan narasi yang mengkontradiksikan antara agama dan budaya. Hal ini membuktikan radikalisme dan terorisme bukan sekedar aksi, tatkala paham ini telah menginfiltrasi ke seluruh lapisan masyarakat tak terkecuali di berbagai lini vital kehidupan bangsa. Konsep Pentahelix dinilai efektif untuk meredam dan menghilangkan radikalisme di Indonesia. Imam Besar Masjid Al Markas Al Islami Makassar, Sulawesi …
Read More »Lawan Politisasi Agama dengan Perkuat Jalinan Ulama dan Umara
Pasuruan – Politisasi agama dengan menggunakan sentimen keagamaan dan “jualan” untuk kepentingan politik yang bertentangan dengan nilai agama telah menjadi ciri infiltrasi kelompok radikal. Faktanya, politisasi agama yang demikian justru makin memperkeruh kondisi persatuan masyarakat Indonesia yang beragam. Pengasuh Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadi’ien Pasuruan, KH Machrus Ali mengutarakan pandangannya terkait fenomena politisasi agama sebagai hal yang memang potensial terjadi di …
Read More »Menjernihkan Kekeliruan Dalam Memaknai Islamophobia
Jakarta – Istilah Islamophobia sejatinya merujuk pada pandangan yang menilai bahwa umat muslim adalah ancaman yang berbahaya, sungguh miris dan menyedihkan. Baru-baru ini, istilah islamophobia ini mulai menyeruak kembali seiring dengan terungkapnya data pesantren terafiliasi jaringan terorisme saat rapat dengar pendapat Komisi III DPR RI dengan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT). Pemerintah pun langsung dihujani tuduhan dengan dianggap Islamophobia atau …
Read More »Islamophobia Upaya Framing untuk Memojokkan Pemerintah
Yogyakarta – Islamophobia menjadi istilah yang cukup populer digunakan oleh kelompok radikal dalam beberapa waktu belakangan ini. Narasi ini muncul tak hentinya untuk memfitnah pemerintah yang dituding sebagai aktor yang berusaha memecah belah umat Islam di Indonesia. Guru Besar Pascasarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta, Prof. Noorhaidi Hasan S.Ag., M.A., M.Phil., Ph.D menyayangkan narasi islamophobia sebagai fitnah terhadap …
Read More »Nasir Abbas: Data BNPT Harusnya Bisa Buka Mata Ada Kelompok Berbahaya Manfaatkan Pesantren Sebarkan Radikalisme
Jakarta – Mantan petinggi kelompok teroris Jamaah Islamiyah (JI) Nasir Abbas masuknya kelompok radikalisme ke lingkungan pendidikan dalam hal ini pesantren bukan isapan jempol belaka. Ia menyebut seharusnya data pesantren terafiliasi jaringan terorisme yang dipaparkan oleh BNPT bisa membuka mata semua pihak bahwa ada kelompok berbahaya yang berusaha memanfaatkan pesantren sebagai lembaga pendidikan yang terhormat untuk menyebarkan paham radikalisme. “Artinya …
Read More »
Islam Kaffah Media Pembelajaran Islam Secara Kaffah