Tata Cara Shalat Ghaib Lengkap dengan Bacaannya

0
870
shalat ghaib
sumber foto: tirto.id

Salah seorang kiai yang juga merupakan pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, KH. Shalahuddin Wahid biasa dipanggil Gus Sholah berpulang ke rahmatullah, minggu, (02- 02-2020) pukul 20.55 di Rumah Sakit Jantung Harapan Kita, Jakarta.

Sebagai sesama umat Islam dan orang yang merasa kehilangan dengan kepergian almarhum ikut mendoakan dan menyalatkan adalah hal utama. Namun, ketika berada di tempat yang jauh dan tidak memungkinkan, pilihannya adalah shalat ghaib.

Mengetahui tata cara shalat jenazah merupakan kewajiban kita sebagai sesama muslim untuk saling mendo’akan dan memberikan penghormatan yang terbaik bagi kerabat dan saudara sesama muslim yang wafat. Lalu, bagaimana tata cara dan niat shalat gaib?

Niat Shalat Ghaib

Khusus shalat gaib, disunnahkan dilakukan untuk mensholatkan bagi muslim yang meninggal di tempat jauh. Terdapat perbedaan shalat ghaib dan jenazah, perbedaanya terletak pada niat shalat. Untuk salat jenazah yang mayatnya ada di depan maka niatnya adalah :

أصلى على هذا الميت اربع تكبيرات فرض كفاية مأموما لله تعالى

Saya niat salat atas mayat ini empat kali takbir fardhu kifayah karena menjadi makmum karena Allah Ta’ala.

Sementara untuk Niat Salat Gaib adalah lafal niat salat gaib untuk jenazah umat Islam secara umum baik wafat di daerah lain atau wafat di masa jauh silam.

 أُصَلِّيْ عَلَى المَيِّتِ الغَائِبِ أَرْبَعَ تَكْبِيْرَاتٍ فَرْضَ كِفَايَةٍ لِلهِ تَعَالَى

Ushalli ‘alāl mayyitil ghā’ibi arba‘a takbīrātin fardha kifāyatin lillāhi ta‘ālā.

Artinya, “Aku menyengaja sembahyang jenazah gaib empat takbir fardhu kifayah karena Allah SWT.”

Jika shalat ghaib dilakukan untuk jenazah yang dituju, maka niat shalatnya adalah:

أصلى على ميت (فلان) الغائب اربع تكبيرات فرض الكفاية لله تعالى

Artinya, “Saya niat salat gaib atas mayat (si A) empat kali takbir fardhu kifayah karena Allah Ta’ala.”

Baca Juga:  Selamat Jalan Kiayi: Catatan Seorang Santri Gus Sholah dari Lombok

Tata Cara

Tata Cara Salat Gaib Bacaan dalam salat gaib sama dengan salat jenazah. Yaitu dengan empat takbir tanpa rukuk dan sujud.

Membaca surat alfatihah setelah takbir pertama (takbiratul ihram). Kemudian takbir kedua membaca shalawat atas nabi miimal shalawat pendek “allahumma shalli ‘ala sayyidina Muhammad”.

Lalu mendo’akan mayat setelah takbir ketiga yang berbunyi:

اللهم اغفر له وارحمه وعافه واعف عنه

Allahummaghfirlahu, warhamhu, wa ‘afihi wa’fu anhu.

Artinya : “Ya Allah ampuniah dia, berilah dia rahmat dan sejahterakan serta maafkanlah dia”.  Dan terakhir, setelah rakaat keempat disunnahkan membaca do’a sebelum salam.

Adapun do’a setelah takbir keempat adalah membaca doa:

اللهم لاتحرمنا أجره ولاتفتنا بعده واغفرلنا وله

Allahumma la tahrimna ajrahu wala taftinna ba’dahu waghfirlana walahu Ya Allah,

artinya : “janganlah Engkau halangi pahalanya yang akan sampai kepada kami, dan jangan Engkau memberi fitah kepada kami sepeninggalnya serta ampunilah kami dan dia”.

Salat gaib pernah dilakukan oleh Rasulullah SAW ketika Raja Najasyi wafat. Rasulullah SAW bersama para sahabatnya di Madinah melakukan salat jenazah.

 أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَعَى النَّجَاشِيَّ فِي الْيَوْمِ الَّذِي مَاتَ فِيهِ خَرَجَ إِلَى الْمُصَلَّى فَصَفَّ بِهِمْ وَكَبَّرَ أَرْبَعًا

Artinya, “Rasulullah SAW mengabarkan kematian An-Najasyi pada hari kematiannya. Kemudian Rasul keluar menuju tempat salat lalu membariskan shaf kemudian bertakbir empat kali,” (HR Bukhari).

Tinggalkan Balasan