Nur Sajat tengah
Nur Sajat tengah

Ditangkap di Thailand, Transgender Malaysia Yang Lecehkan Kabah Ingin Pindah ke Australia

Kualalumpur – Pelarian transgender asal Malaysia, Nur Sajat,  yang berpose di depan Kabah dengan mengenakan mengaku wanita dan pakaian Muslimah akhirnya terhenti. Ia diburu kepolisian Malaysia karena posenya itu dinilai sebagai penistaan agama. Nur Sajat ditangkap di Thailand oleh otoritas setempat.

Nur Sajat bernama asli Muhammad Sajjad Kamaruz Zaman. Ia adalah pengusaha kosmetik. Namun setelah ditangkap itu, Nur Sajat dibebaskan dengan sejumlah uang jaminan.

Dilansir Harian Metro, Nur Sajat ditahan pada 8 September setelah pihak berwenang Thailand menerima informasi tentang keberadaannya dari pihak berwenang Malaysia. Mengutip seorang sumber, laporan itu mengatakan Nur Sajat telah ditahan bersama dengan seorang transgender Thailand di sebuah kondominium mewah di Bangkok oleh pihak imigrasi.

“Pada 4 Juni, otoritas Imigrasi Thailand menemukan tempat persembunyian Nur Sajat di Bangkok,” kata sumber tersebut, sebagaimana dilansir The Star, Senin (20/9/2021).

“Setelah beberapa pengumpulan intelijen, penggerebekan dilakukan pada 8 September sekitar pukul 18.00 sore.”

Menurut sumber itu, Nur Sajat ditangkap dan pemeriksaan menunjukkan dia dicari oleh pihak berwenang Malaysia. Laporan tersebut mencatat bahwa Nur Sajat didakwa di pengadilan Thailand atas pelanggaran terkait imigrasi dan dibebaskan dengan uang jaminan senilai RM8,343 pada 10 September yang dibayar oleh penduduk setempat.

Masih menurut sumber tersebut, Nur Sajat juga diperintahkan untuk muncul di kantor Imigrasi Thailand setiap 14 hari. Selain itu, selama pemeriksaan oleh otoritas Imigrasi Thailand, paspor Nur Sajat juga dibatalkan oleh pemerintah Malaysia. Dia kemudian menyerahkan kartu Komisaris Tinggi PBB untuk Pengungsi (UNHCR) dan mengeklaim bahwa dia adalah seorang pengungsi.

“Setelah penyelidikan oleh otoritas Imigrasi Thailand, Nur Sajat mengatakan dia mendapatkan persetujuan untuk pindah dan mencari perlindungan di Australia,” sambung sumber tersebut.

Baca Juga:  Sepanjang Tahun 2021 Terjadi 1.061 Kasus Islamofobia di Austria

“Sebuah pemeriksaan menemukan bahwa Nur Sajat menerima kartu UNHCR yang dikeluarkan oleh kantor pusatnya di Bangkok,” katanya.

Ia menambahkan bahwa badan tersebut membantu Nur Sajat mendapatkan persetujuan untuk pindah ke Australia. Nur Sajat mengajukan permohonan kartu UNHCR dan membuat rencana untuk pindah ke Australia karena dia mengeklaim bahwa dia menerima ancaman pembunuhan setelah mengumumkan dia akan meninggalkan agama Islam atau murtad.

Dia juga dikejar oleh petugas Departemen Agama Islam Selangor (JAIS). Pihak berwenang Malaysia saat ini sedang bernegosiasi dengan pemerintah Thailand untuk membawa kembali Nur Sajat guna menghadapi persidangan yang sedang berlangsung di Pengadilan Tinggi Syariah.

Nur Sajat dicari oleh JAIS karena tidak hadir di pengadilan untuk menjawab dakwaan terkait dirinya berdandan sebagai wanita dan berpose di Masjidil Haram saat umrah.

Bagikan Artikel ini:

About redaksi

Avatar of redaksi

Check Also

Syeikh Yusuf Al Qaradhawi

Innalillahi… Cendekiawan Islam Syeikh Yusuf Al Qaradhawi Wafat

Jakarta – Dunia Islam kembali kehilangan salah satu cendekiawan terbaiknya. Cendekiawan Islam dan Presiden Pendiri …

Masjid di Nigeria diserang teroris bersenjata saat digelar Salat Jumat

Salat Jumat Diserang Teroris Bersenjata di Nigeria, 15 Jamaah Tewas

Abuja- Aksi biadab terjadi di di negara bagian Zamfara, Nigeria barat laut, Jumat (23/9/2022). Sebuah …