Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan berbicara di depan Majelis Umum PBB
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan berbicara di depan Majelis Umum PBB

Turki di Garis Terdepan Perang Melawan Islamofobia

New York – Turki siap mengambil peran utama dalam berperang melawan Islamofobia di komunitas internasional. Penegasan itu disampaikan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan pada pertemuan Komite Pengarah Nasional Amerika Turki di New York City, Minggu (19/9) waktu setempat.

“Kami berjuang melawan virus yang lebih mematikan dan licik. Virus ini, yang sama berbahaya dengan virus corona disebut Islamofobia,” ujar Erdogan seperti dikutip laman Anadolu Agency, Rabu (22/9).

“Virus ini menyebar sangat cepat di negara-negara yang selama bertahun-tahun memerankan tempat lahir demokrasi dan kebebasan,” imbuhnya.

Erdogan mencatat bahwa Islamofobia telah berubah menjadi tren yang mengganggu kehidupan sehari-hari umat Islam. Itu pun sangat mengancam perdamaian sosial.

Dia mengutip Organisasi Islam dan PBB, di mana Turki telah bekerja dalam upaya melawan Islamofobia. “Kami juga mendukung segala upaya untuk menghilangkan semua ancaman terhadap agama kami dan saudara-saudara Muslim kami,” kata presiden.

Erdogan juga menyerukan dukungan dari Muslim Amerika dalam perjuangan Turki. Erdogan telah tiba di New York untuk menghadiri sesi ke-76 Sidang Majelis Umum PBB.

Sebelum pidatonya di Majelis Umum, Erdogan menyempatkan mengunjungi Pusat Turkevi yang akan segera dibuka yang terletak di 821 First Avenue di Manhattan di seberang markas besar PBB. Dia mengatakan gedung pencakar langit 36 lantai itu adalah monumen kebanggaan yang akan berfungsi tidak hanya sebagai rumah bagi orang Tutki tetapi juga bagi komunitas Muslim Amerika.

Bangunan yang menggunakan motif arsitektur tradisional Turki, terutama dari Kekaisaran Seljuk, menjulang ke langit dalam bentuk bunga tulip dan dapat dilihat dari pusat kota Manhattan, East River, dan Long Island. Gedung dirancang sebagai gedung pencakar langit simbolis yang akan menambah cakrawala New York, salah satu kota paling ikonik di dunia, dan mencerminkan budaya, sejarah, dan keragaman Turki.

Baca Juga:  Muslim Kanada Ungkapkan Kesedihan dan Keprihatinan Terhadap Serangan Islamofobia di Ontario

Pada kesempatan itu, Erdogan juga menyinggung kelompok teror seperti PKK, YPG dan Organisasi Teroris Fethullah (FETO). Dia meminta anggota komunitas Amerika, Turki untuk terus memberi tahu rekan-rekan Amerika mereka tentang wajah sebenarnya dari organisasi teror ini.

“Tidak peduli seberapa besar itu, tidak ada kebohongan yang dapat melawan matahari kebenaran,” kata Erdogan.

Ia juga menyoroti persatuan melawan kelompok-kelompok teroris. Menyoal FETO, Erdogan menegaskan bahwa kelompok itu adalah kelompok teror berdarah yang menyembunyikan wajah gelapnya dengan kedok penipuan.

FETO dan pemimpinnya yang berbasis di AS Fetullah Gulen mengatur kudeta yang gagal pada 15 Juli 2016 di Turki dimana 251 orang tewas dan 2.734 terluka. Ankara menuduh FETO berada di belakang kampanye jangka panjang untuk menggulingkan negara melalui infiltrasi ke lembaga-lembaga Turki, khususnya militer, polisi, dan peradilan.

Bagikan Artikel ini:

About redaksi

Avatar of redaksi

Check Also

pwnu dki jakarta menyalurkan keasiswa kepada santri

Peringati Hari Santri, PWNU DKI Jakarta Salurkan Beasiswa 200 Santri

JAKARTA  – Akar historis Hari Santri adalah tercetusnya Resolusi Jihad yang dikeluarkan oleh KH Hasyim …

Pondok pesantren

Pesantren Berperan Besar Sebarkan Ajaran Islam ke Seantero Nusantara

Jakarta – Pesantren berperan besar dalam memperkuat pendidikan Islam dan generasi bangsa. Melalui pesantren juga, …