Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan berbicara di konvensi umat islam Amerika Utara di Chicago
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan berbicara di konvensi umat islam Amerika Utara di Chicago

Umat Islam Akan Wujudkan Perdamaian Jika Mampu Bangun Persatuan dan Solidaritas Hadapi Islamofobia

Chicago – mat Islam hanya akan mencapai perdamaian dan kerukunan terbaik jika mereka mampu membangun persatuan dan solidaritas di antara mereka sendiri dalam menghadapi Islamofobia yang meningkat. Untuk itu, umat Islam tidak boleh terpecah belah tapi harus bersatu menghadapi untuk menghadapi Islamofobia.

“Persatuan itu adalah modal utama bagi umat Islam untuk menciptakan perdamaian,” kata Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan pada konferensi Konvensi Muslim American Society (MAS) dan Islamic Circle of North America (ICNA) di Chicago, Amerika Serikat (AS), Selasa (28/12/2021) pekan lalu.

Konvensi itu adalah salah satu konvensi Islam terbesar yang diadakan setiap tahun di Amerika Utara. Pada kesempatan itu, Erdogan menyoroti pentingnya persatuan dan kepositifan bagi umat Islam.

“Kita perlu memperkuat solidaritas kita dalam menghadapi kebencian anti-Muslim, xenofobia, dan rasialisme budaya, yang meningkat selama pandemi,” kata Erdogan, dilansir di Daily Sabah, Rabu (29/12/2021).

Dia menambahkan bahwa umat Islam perlu bersatu dan mengesampingkan perbedaan budaya dan etnis. Ia menyebut bahwa Islam tidak memiliki ruang untuk pengucilan, hasutan, atau teror.

“Semua Muslim adalah saudara dan saudari, terlepas dari asal, warna kulit, bangsa, budaya, sekte,” ujarnya.

Alih-alih menarik diri, ia mengatakan, umat Islam harus berusaha untuk percaya diri dan memainkan peran mereka yang layak dengan cara merangkul dalam masyarakat tempat mereka tinggal. Sementara, juru bicara kepresidenan Turki, Ibrahim Kalin, mengatakan, Turki mementingkan hubungan yang sehat dan kuat dengan komunitas Muslim di AS.

Menurut dia, keimanan lebih dari sekadar sistem kepercayaan karena juga terkait dengan masalah spiritualitas, keadilan, dan kebaikan. Ia lantas menekankan bahwa manusia tidak dapat mengungkapkan potensi mereka sendiri tanpa makna, kebijaksanaan, dan tujuan.

Baca Juga:  DMI: Dengan New Normal Masjid Hanya Tampung 40 Persen Dari Normal

“Sebagai individu Muslim dan komunitas Muslim pada abad ke-21, kita harus membangun kembali makna kebijaksanaan. Karena ada begitu banyak penilaian dalam hidup kita, tetapi sangat sedikit kebijaksanaan,” kata Kalin.

Soal konsep kepercayaan dan kebebasan, Kalin mencatat bahwa kebebasan bukan hanya kebebasan untuk memilih sesuatu, penting untuk memilih kebenaran, dan ini menjadi bermakna dengan kebijaksanaan dan keyakinan.

Sebuah jajak pendapat oleh The Associated Press-NORC Center for Public Affairs Research (AP-NORC) yang dilakukan menjelang peringatan 9/11 menemukan bahwa 53 persen orang Amerika memiliki pandangan yang tidak menyenangkan terhadap Islam, dibandingkan dengan 42 persen yang memiliki pandangan yang baik. Hal ini berbeda dengan pendapat orang Amerika tentang agama Kristen dan Yudaisme, di mana sebagian besar responden menyatakan pandangan yang baik.

Ketidakpercayaan dan kecurigaan terhadap Muslim tidak dimulai dengan peristiwa 9/11, tetapi serangan itu secara dramatis meningkatkan permusuhan tersebut. Seorang ilmuwan politik di Christopher Newport University di Virginia, Youssef Chouhoud, mengatakan bahwa terbiasa diabaikan atau ditargetkan oleh pelecehan tingkat rendah, komunitas Muslim yang luas dan beragam di negara itu menjadi sorotan.

Erdogan mengatakan, awal tahun ini bahwa negara-negara Barat bersikeras untuk tidak mengambil tindakan terhadap sentimen anti-Islam yang berkembang. Erdogan juga meminta lembaga-lembaga Turki untuk mengambil tindakan terhadap isu-isu yang berkaitan dengan Muslim dan Turki di negara-negara tersebut. Beberapa negara Eropa, khususnya Prancis, telah mengambil sikap bermusuhan terhadap Muslim dalam beberapa tahun terakhir.

Bagikan Artikel ini:

About redaksi

Avatar of redaksi

Check Also

buya syafii maarif

Mengenang Buya Syafii Maarif : Tokoh Sederhana yang Teguh Memegang Prinsip Keislaman, Kebangsaan dan Kemanusiaan

Sejatinya, teramat sulit untuk menuliskan judul tentang sosok inspiratif Buya Syafii Maarif. Bukan karena kekurangan …

akhlak karimah

Khutbah Jumat – Menyelamatkan Generasi Muda Dari Virus Radikalisme

Khutbah I اْلحَمْدُ للهِ اْلحَمْدُ للهِ الّذي هَدَانَا سُبُلَ السّلاَمِ، وَأَفْهَمَنَا بِشَرِيْعَةِ النَّبِيّ الكَريمِ، أَشْهَدُ …