Seringkali kita mendengar berita informasi dan narasi dalam bingkai ketakutan Seolah olah kondisi sudah sangat mencekam dan menakutkan Rasa kekhawatiran ketakutan dan kesedihan dieksploitasi untuk membangkitkan emosi umat Padahal fakta sangat berlainan dengan narasi yang dikembangkan Beberapa kali dalam kondisi yang aman tentram dan nyaman muncul istilah umat Islam sedang dizalimi umat sedang dikepung dan diserang dan umat sedang ditindas Pertanyaanya siapa umat yang ditindas Islam mana yang sedang dizalimi dan penindasan seperti apa yang dilakukan Pertanyaan ini penting untuk membuka wawasan dan pengetahuan masyarakat agar tidak selalu ditutupi oleh selubung narasi yang serba menakutkan Islam di Indonesia merupakan mayoritas tetapi kadang dipaksa untuk bermental minoritas Seolah olah sangat kecil dan sedang diserang dan dizalimi oleh berbagai pihak dan berbagai penjuru Umat Islam di Indonesia bebas menjalankan ibadahnya dengan tenang bahkan hampir setiap sudut kampung terdengar suara adzan sebagai bagian dari dakwah Berdakwah di Indonesia tidak ada larangan bahkan stasiun televisi yang menjadi area publik berlomba lomba menyiarkan dakwah dan tayangan islami Apabila anda berjalan jalan di area publik pasti ditemukan mushalla dan masjid bahkan sebagian area perkantoran perbelanjaan menyediakan tempat untuk shalat bahkan ibadah shalat jumat Baca juga Kenapa Umat Islam Susah Menerima Perbedaan Dalam aspek bernegara walaupun tidak secara eksplisit menyebut tauhid tetapi dasar pertama dari sila bernegara adalah nilai tauhid Ketuhanan yang Maha Esa Perbagai peraturan dan undang undang secara eksplisit ada yang mengatur secara khusus tentang kepentingan umat Islam Persoalan agama pun dikelola dalam satu kementerian khusus Sekolah Islam berjamuran di seluruh pojok NKRI Lalu ketika ada isu kasuistik yang menyudutkan kelompok dan tokoh tertentu narasi muncul Islam dan ulama sedang dizalimi Sekali lagi patut kita pertanyakan umat yang mana Ulama yang mana Ormas besar keagamaan di Indonesia di mana tempat berhimpun ulama kiayi ustad dan da i tetap berdiri kokoh seperti NU Muhammadiyah Persis LDII dan lain lain Ormas itu menjadi mitra pemerintah dalam membangun bangsa Lalu apakah mereka sedang dizalimi Tidak benar selalu menanamkan rasa takut di kalangan umat dengan ucapan ucapan yang mencekam Narasi menakutkan justru akan mengerdilkan umat Islam yang besar Rasulullah saw melarang menakut nakuti orang lain dan beliau sendiri selalu berusaha menghilangkan rasa takut dan membuat masyarakat tidak gelisah Tidak halal bagi seorang muslim menakut nakuti muslim yang lain Shahih Sunan Abi Dawud Jangan Mengumbar Kesedihan untuk Memupuk DendamSelain narasi takut ada pola lain yang sering digunakan untuk memupuk dendam dan kebencian yaitu mengumbar kesedihan dan penderitaan Narasi ini kerap muncul dengan semisal membeberkan kesedihan dan penderitaan orang lain untuk membangkitkan emosi solidaritas antar sesama Ada kondisi muslim lain di area konflik yang diumbar untuk meningkatkan emosi di dalam negeri Perasaan emosi yang tidak dikelola dengan baik dalam diri seseorang justru akan menimbulkan dendam identitas yang tidak tepat sasaran Mengulangi kata kata yang mengingatkan kesedihan tidak diperbolehkan karena justru menimbulkan suasana yang tidak nyaman Ketika Wahsyi ibn Harb pembunuh Hamzah paman Nabi saw setelah masuk Islam menghadap ke Rasulullah Beliau bertanya apakah engkau Wahsyi Wahsyi menjawab iya Beliau kembali bertanya engkau yang membunuh Hamzah Perhatikan jawaban Wahsyi Engkau sudah mengetahui hal itu HR Bukhari Rasulullah jelas tahu siapa Wahsyi dan dosa dan kekejaman yang telah dilakukan sebelum masuk Islam Wahsyi tidak mengulangi peristiwa menyedihkan tersebut di pendengaran Nabi Dia hanya mengulangi secara sama dengan mengatakan engkau sudah mengetahui hal itu Peristiwa tragis yang berdampak menyedihkan kepada orang lain tidak boleh diulang ulang Karena kita tidak pernah tahu dampak perkataan itu akan menyebabkan hal yang bisa berbuah buruk Dendam adalah sifat hati yang dapat merusak hubungan sosial masyarakat Dendam tertanam karena adanya pengulangan pengulangan kesedihan dan susah untuk dilupakan Inilah mengapa ketika Rasulullah saw terkena sihir dan Allah telah menyembuhkan beliau berkata Ingatlah Allah telah menyembuhkan aku dan aku tidak ingin membangkitkan kejahatan pada diri seorang pun HR Bukhari dan Muslim Teladan inilah yang patut diperhatikan oleh umat Islam saat ini untuk tidak selalu mengumbar kesedihan dan peristiwa tragis yang justru akan menimbulkan dendam dan kejahatan pada orang lain Apalagi kesedihan itu dieksploitasi untuk membangkitkan emosi umat Hindarilah termakan hasutan dan provokasi tetaplah rawat persaudaraan sesama muslim dan sebangsa dan tanah air

Tinggalkan Balasan