LONDON – Ibadah Umrah telah resmi dibuka pada tanggal 4 Oktober, setelah lebih dari 7 bulan lamanya ditangguhkan karena pandemi Corona. Berbekal kesuksesan penyelenggaraan Haji beberapa bulan lalu, pemerintah Arab Saudi memutuskan membuka kembali ibadah Umrah dengan menerapkan protokol kesehatan yang sangat ketat.
Protokol kesehatan menjadi elemen penting yang tidak bisa ditawar dalam menjalankan ibadah umrah, untuk memastikan ibadah umrah berjalan secara lancar, 500 karyawan direkrut untuk memandu jamaah umrah setelah Arab Saudi mencabut larangan sementara haji karena pandemi virus corona (Covid-19).
Pemerintah Arab Saudi membuka secara bertahap ibadah umrah, pada tanggal 4 Oktober diperuntukkan hanya untuk warga negara Arab Saudi dan orang-orang yang mukim di Saudi Arabia.
Dilansir dari Arab News dan dikutip dari laman republika. Sabtu (10/10), Presidensi Umum Urusan Dua Masjid Suci telah mempekerjakan 531 karyawan yang akan bekerja dalam tiga shift untuk menerima 6.000 jamaah setiap hari. Peziarah akan diurus dari saat mereka tiba di Masjidil Haram hingga mereka menyelesaikan ritual umroh, untuk memastikan bahwa ibadah umroh dilakukan dengan cara yang aman, kata presidensi.
Kepresidenan mengatakan bahwa langkah-langkah kesehatan yang ketat telah diberlakukan untuk melindungi para peziarah dan membantu menghentikan penyebaran virus.
Kementerian Haji dan Umrah Saudi menyatakan keberhasilan hari pertama umroh yang dilanjutkan setelah sekitar tujuh bulan ditangguhkan karena wabah virus korona baru. Tidak ada infeksi atau pelanggaran kesehatan yang dilaporkan pada hari pertama dimulainya kembali haji di kota suci Mekkah.
Wakil Menteri Haji dan Umrah Dr. Abdulfattah bin Sulaiman Mashat mengatakan kepada Asharq Al-Awsat bahwa semua pihak berwenang terkait yang terlibat dalam penyelenggaraan Umroh telah berhasil melaksanakan rencana yang diperkenalkan di tengah keadaan luar biasa yang ditimbulkan oleh pandemi.
Nol infeksi yang dilaporkan dikreditkan pada keberhasilan upaya ini dan langkah-langkah kesehatan ketat yang telah diadopsi sejak jamaah haji tiba di lima pusat pertemuan, tambahnya. Pengorganisasian inilah yang memungkinkan hari pertama umroh berlalu dengan lancar dan tenang, lanjutnya.
Mengorganisir jamaah di pusat-pusat pertemuan memungkinkan penyelenggara untuk memverifikasi izin mereka secara akurat dan melacak mereka selama mereka tinggal di Mekkah. Usai cek kesehatan di panti, jamaah dipandu menuju Masjidil Haram, didampingi oleh seorang pemandu kesehatan.
Juru bicara resmi otoritas kesehatan Makkah Hamad al-Otaibi mengatakan kepada Asharq Al-Awsat bahwa jika dugaan infeksi terdeteksi, maka jemaah umroh akan dirujuk ke pusat kesehatan terdekat tempat ia akan menjalani tes.
Islam Kaffah Media Pembelajaran Islam Secara Kaffah