Direktur Pencegahan BNPT Brigjen Pol R Ahmad Nurwakhid SE MM
Direktur Pencegahan BNPT Brigjen Pol R Ahmad Nurwakhid SE MM

Ungkap Alasan Densus 88 Tangkap Farid Okbah Cs, BNPT: Mereka Aktor Pendanaan Terorisme

Jakarta – Densus 88 Antiteror Mabes Polri menangkap Ketua Umum Partai Dakwah Rakyat Indonesia (PDRI) Farid Okbah, 16 November 2021 lalu. Farid Okbah ditangkap bersama dua orang lainnya yaitu anggota Komisi Fatwa MUI Ahmad Zain An-Najah dan Anung Al-Hamat. Ketiga dituduh terlibat jaringan terorisme kelompok Jamaah Islamiyah (JI), utamanya dalam yayasan pengumpul kotak amal pendanaan terorisme, Lembaga Amil Zakat Baitul Maal Abdurrahman bin Auf (LAZ BM ABA).

Setelah penangkapan banyak suara miring menyudutkan Densus 88, terutama dari kelompok-kelompok pro teroris, yang menuduh penangkapan itu tanpa dasar dan alasan karena mereka bukan kombatan. Namun tuduhan itu dimentahkan oleh Direktur Pencegahan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Brigjen Pol. R. Ahmad Nurwakhid, SE, MM,.

“Ada pertanyaan mengapa bukan kombatan kok ditangkap. Ya memang orang yang ditangkap memang bukan hanya pelaku teror langsung, tapi mereka adalah otak atau aktor yang terlibat dalam pendanaan,” kata Ahmad Nurwakhid, Rabu (1/12/ 2021).

Pelaku terorisme, kata dia, bukan hanya orang yang melakukan teror secara langsung. Pelaku terorisme juga merupakan orang yang membantu, menugaskan, turut serta, dan membiayai tindakan atau jaringan terorisme. Di organisasi terlarang itu, Nurwakhid mengungkapkan, Farid Okbah mempunyai peran sentral.

Sosok bernama lengkap Farid Ahmad Okbah ini merupakan seorang ideolog dalam Jamaah Islamiyah, sekaligus mentor para ulama di organisasi terlarang itu. Farid menjadi mentor untuk mengembangkan transformasi strategi mereka dengan pendekatan tamkin dan takiah.

“Tamkin merupakan strategi penguasaan wilayah. Caranya dengan masuk institusi legal di pemerintahan dan masyarakat,” ujarnya.

Dalam Jamaah Islamiyah, kata Nurwakhid, Farid Okbah mempunyai posisi atas sebagai dewan syura bersama anggota Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ahmad Zain An Najah. Polisi juga telah meringkus An Najah pada hari yang sama saat penangkapan Farid.

Baca Juga:  Kata Polisi Kelompok Teroris Jamaah Islamiyah Mulai Go Public Cari Dana

Farid Okbah dan An Najah ini, kata dia, berperan sebagai orang yang mengelola atau mencari dana untuk mengembangkan Jamaah Islamiyah melalui lembaga sumbangan Baitul Mal Abdurrahman Bin Auf. Farid dan An Najah mempunyai posisi sebagai dewan syariah di lembah amal itu.

“Mereka berdua bertugas mencari pendanaan untuk pengembangan Jamaah Islamiyah,” ujar Nurwakhid.

Bagikan Artikel ini:

About redaksi

Avatar of redaksi

Check Also

tanggal januari hari apa ini sejarah lahirnya kemenag

Tentukan Awal Idul Adha 1443 H Kemenag Gelar Sidang Isbat

Jakarta – Pelaksanaan Hari Raya Idul Adha akan ditentukan pada hari ini, sidang akan digelar …

viral ibu di cfd memperjuangkan pelegalan ganja medis

PBNU Akan Segera Kaji Penggunaan Ganja untuk Medis dari Sisi Kesehatan dan Hukum Agama

PBNU Akan Segera Kaji Penggunaan Ganja untuk Medis dari Sisi Kesehatan dan Hukum Agama Jakarta …