Ustadz Adi Hidayat
Ustadz Adi Hidayat

Ustaz Adi Hidayat Dukung Kebijakan PPKM, Himbau Masyarakat Sholat Dirumah.

Jakarta – Meningkatnya laju penyebaran Covid- 19 membuat pemerintah harus mengambil kebijakan untuk kembali menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat. Pembatasan yang dilakukan bukan hanya pada sektor ekonomi, namun juga berimbas pada sendi kehidupan lainya seperti ritualitas ibadah dirumah – rumah ibadah semua agama.

Pemberlakuan PPKM Darurat yang dikeluarkan oleh pemerintah guna menghentikan laju penyebaran Covid- 19 yang cukup tinggi. Tentu kebijakan tersebut harus didukung oleh semua pihak termasuk ulama sebagai garda depan yang selalu menjadi panutan masyarakat.

Menyoroti penomena imbas dari diberlakukannya PPKM, Ustadz Adi Hidayat mendukung penuh langkah pemerintah menerapkan PPKM Darurat pada zona merah, dalam upaya menyelamatkan jiwa. Salah satu aturan dalam PPKM Darurat adalah penutupan sementara tempat ibadah seperti masjid, musala, gereja, vihara, pura, kelenteng dan tempat ibadah lainnya.

Kepolisan Republik Indonesia (Polri) menyatakan akan mengerahkan petugas untuk berpatroli ke sejumlah masjid atau surau selama masa PPKM Darurat dan memberikan edukasi kepada masyarakat.

“Jadi nanti dengan cara patroli, rekan-rekan kita yang di bawah itu bersama TNI yang di bawah, tentunya nanti akan menggandeng pemangku kebijakan terkait, mendatangi surau-surau atau masjidmasjid di tingkat kecamatan,” ucap Asisten Operasi Kapolri Imam Sugianto dalam konferensi pers yang disiarkan kanal Youtube Kemenko PMK pada 2 Juli 2021.

“Kalau misalkan nanti kemudian masih berlangsung, kita tidak akan serta-merta kalau orang sudah salat kemudian dibubarkan. Ini nanti akan mengundang persoalan baru. Paling tidak kita coba lakukan edukasi dan pemberitahuan terkait dengan kebijakan pemerintah,” kata Imam Sugianto menambahkan.

Ustaz Adi Hidayat mendukung peraturan itu dan menganjurkan untuk menunaikan salat berjamaah di rumah selama masjid ditutup.

Baca Juga:  Ini Perubahan Aturan PPKM Darurat Setelah Direvisi: Tempat Ibadah Tak Lagi Ditutup

“Sudah kalau masuk zona merah dan sudah ditunjukkan ada larangan dari pemerintahan setempat, alangkah lebih baiknya tunaikan (salat) di rumah. Tidak perlu memaksakan ke masjid,” sebut Ustaz Adi Hidayat dilansir dari Pikiran-rakyat.com dari kanal Youtube Adi Hidayat Official pada 5 Juli 2021.

Ustadz Adi Hidayat memahami pasti ada sebagian umat muslim yang terbiasa ke masjid akan sangat merindukan beribadah di masjid.

Namun, dia menerangkan hadis Nabi Muhammad SAW yang menyebutkan seorang muslim akan mendapatkan pahala yang sama ketika tidak bisa menunaikan ibadah rutinnya karena terhalang kondisi tertentu, dalam hal ini pandemi Covid-19.

Terlepas dari itu, ustaz Adi Hidayat mengajak umat muslim menjadikan momentum ini sebagai bahan perenungan untuk memperbaiki diri.

“Kita harus banyak merenung, kenapa Allah sampai mengeluarkan kita dari rumah-Nya?” katanya.

“Allah lewat fenomena ini (pandemi) meminta kita ‘keluar’ dari rumah-Nya. Orang yang imannya sadar, pasti akan bertanya, ‘Ya Allah saya salah apa? Apa yang saya perbuat selama ini? Atau apa yang salah di lingkungan saya?'”

“Makanya, saya pikir ini waktu yang pantas untuk bertobat bagi kita semua. Malam bangun, minimal satu per satu di antara kita itu bertobat, minta ampun sama Allah,” ujarnya.***

Bagikan Artikel ini:

About redaksi

Avatar of redaksi

Check Also

Imam Besar Al Azhar dan Paus Franciskus

UIN Suka Akan Berikan Gelar HC Kepada Imam Besar Al Azhar dan Paus Franciskus

Jakarta –  Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga (Suka) Yogyakarta akan memberikan gelar Honoris Causa …

ibadah umrah di masa pandemi

Persiapkan Haji dan Umrah Sejak Dini, Kemenag Susun Skema Vaksin & Booster Untuk Calon Jemaah Umrah

Jakarta – Pelaksanaan ibadah haji telah dua kali ditunda akibat adanya pandemi Covid- 19. Terakhir …