Candi Borobudur
Candi Borobudur

Ustaz Sebut  Wisata ke Candi Borobudur Haram, NU: Pernyataan Itu Tak Cerminkan Ajaran Islam Rahmatan Lil Alamin

Magelang – Seorang ustaz bernama Sofyan Chalid menyebut berwisata ke Candi Borobudur haram bagi umat Islam. Video pernyataan ustaz itu diketahui tayang pada 3 September 2018 lalu yang diunggah oleh akun YouTube Bismillah Every***.

Ketua Lembaga Seniman Budayawan Muslimin Indonesia (Lesbumi) Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Magelang, Jateng, Abbet Nugroho sangat tidak setuju dengan pernyataan itu

“Saya sangat tidak setuju atas pernyataan ustaz (Sofyan Chalid) tersebut. Pernyataan ustaz tersebut sangat tidak mencerminkan ajaran Islam yang rahmatan lil alamin bahwa sesungguhnya Islam diturunkan sebagai rahmat bagi seluruh alam,” kata Abbet dikutip dari laman detikcom, Selasa (14/9/2021).

Abbet mengaku tinggal di sekitar Candi Borobudur. Ia mengatakan, di dalam Islam dikenalkan konsep persaudaraan/ukhuwah yaitu ukhuwah Islamiyah atau persaudaraan sesama umat. Kemudian, ukhuwah wathaniyah atau persaudaraan sesama bangsa serta ukhuwah basyariyah atau persaudaraan sesama umat manusia.

“Dalam konteks kehidupan berbangsa dan bernegara yang harus kita kedepankan adalah ukhuwah wathaniyah dan ukhuwah basyariyah. Apalagi kita hidup di negeri yang ditakdirkan memiliki banyak perbedaan, baik ras, suku, agama dan budaya. Seyogianya kita bisa saling menghargai satu sama lain karena kita hidup berdampingan,” katanya.

Menurut Abbet, yang juga pemilik Kampoeng Dolanan Nusantara, menambahkan, umat Islam yang hidup di kawasan World Heritage Candi Borobudur akan tetap menjaga keberadaan Candi Borobudur. Keberadaan Candi Borobudur bagi warga masyarakat yang tinggal di sekitarnya merupakan berkah harus disyukuri.

“Kami sebagai umat Islam yang hidup di kawasan World Heritage Candi Borobudur akan tetap menjaga keberadaan Candi Borobudur tersebut. Selain sebagai warisan budaya, kami ingin membuktikan bahwa agama Islam adalah agama yang penuh kasih sayang, menghargai keyakinan orang lain dan menjunjung tinggi toleransi,” ujarnya.

Baca Juga:  Muhammadiyah Akan Terus Berkiprah Memajukan Umat, Bangsa dan Kemanusiaan

“Bagi masyarakat yang tinggal di sekitar wilayah Borobudur, Candi Borobudur merupakan berkah yang harus disyukuri sebagai wasilah/jalan rezeki bagi masyarakat luas. Terbukti Candi Borobudur bisa menghidupi masyarakat sekitarnya dengan berdagang ataupun jasa wisata lainnya,” ujar Abbet.

Atas pernyataan ustaz tersebut, Abbet meminta kepolisian turun tangan karena pernyataan wisata ke Candi Borobudur tersebut berpotensi menimbulkan keresahan dan perpecahan.

Seperti dalam video itu, Sofyan tampak membaca secarik kertas yang berisi pertanyaan, ‘Apa hukumnya wisata ke tempat ibadah orang kafir contohnya Candi Borobudur?’.

“Hukumnya haram, karena itu termasuk persetujuan terhadap peribadahan mereka makanya kita tidak boleh duduk-duduk bersama orang yang menghina agama. Allah mengatakan kalau kamu duduk bersama mereka kamu seperti mereka,” jawab Sofyan.

Bagikan Artikel ini:

About redaksi

Avatar of redaksi

Check Also

pwnu dki jakarta menyalurkan keasiswa kepada santri

Peringati Hari Santri, PWNU DKI Jakarta Salurkan Beasiswa 200 Santri

JAKARTA  – Akar historis Hari Santri adalah tercetusnya Resolusi Jihad yang dikeluarkan oleh KH Hasyim …

Pondok pesantren

Pesantren Berperan Besar Sebarkan Ajaran Islam ke Seantero Nusantara

Jakarta – Pesantren berperan besar dalam memperkuat pendidikan Islam dan generasi bangsa. Melalui pesantren juga, …