wakil presiden maruf
wakil presiden maruf

Wapres Harap Setiap Jengkal Tanah Tidak Lepas Dari Pengaruh Masjid

JAKARTA – Masjid bukan hanya sekedar untuk tempat menjalankan ibadah, namun masjid dapat berfungsi sebagai tempat belajar, perpustakaan hingga menjadi tempat untuk menggerakkan ekonomi masyarakat. Rasulullah telah lebih awal mencontohkan bahwa masjid dijadikan sarana untuk berbagai kegiatan.

Pandemi Covid- 19 telah memukul semua sektor kehidupan sehingga masyarakat benar-benar merasakan dampak dari Covid-19, masyarakat banyak yang kehilangan pekerjaan hingga kehilangan sanak keluarga. oleh karena itulah Wakil Preside KH Ma’ruf Amin berharap masjid dapat berperan dalam membantu pemulihan ekonomi masyarakat.

“Dalam menghadapi akibat dari pandemi Covid-19 yang berdampak luas, masjid sebagai pusat kegiatan masyarakat yang juga memiliki fungsi sosial, diharapkan berperan mendukung upaya pemerintah dalam memulihkan dampak sosial yang dihadapi masyarakat,” ujar Wapres saat meresmikan secara virtual Masjid As-Sa’adah di Kompleks Villa Aufia, Kp. Pondok Caringin RT 02 RW 04, Cisarua, Bogor, seperti dikutip dari laman ihram.co.id Sabtu (30/10).

Wapres mengatakan masjid bisa menjadi tempat untuk saling tolong menolong dalam memulihkan ekonomi masyarakat. Baik itu melalui penyaluran zakat, infaq, dan sedekah maupun gerakan pemberdayaan ekonomi umat.

Menurut Kiai Ma’ruf, fungsi masjid bukan saja untuk ibadah tetapi juga tempat kegiatan kemasyarakatan lainnya. Hal ini juga sesuai ajaran Rasulullah SAW yang memutuskan membangun masjid ketika setibanya hijrah di Kota Madinah.

“Hal tersebut menunjukkan betapa pentingnya fungsi masjid bagi kaum muslimin karena memang masjid merupakan pusat kegiatan umat islam. Masjid bukan saja untuk ibadah tetapi juga tempat kegiatan kemasyarakatan lainnya,” kata Kiai Ma’ruf.

Menurutnya Rasulullah SAW juga telah memfungsikan masjid tidak hanya sebagai sarana ibadah ritual seperti sholat dan membaca Al-Qur’an. Akan tetapi Rasulullah juga memakmurkannya dengan dakwah, pendidikan, serta kegiatan sosial seperti pembagian zakat, qurban, pernikahan, diskusi masalah umat, dan lain-lain.

Baca Juga:  Fatwa MUI: Vaksin Covid-19 Sinovac Suci dan Halal

Kiai Ma’ruf juga berharap masjid dijadikan tempat untuk mengembangkan dakwah islamiah menggunakan pendekatan atau cara yang wasathiyah (moderat) yang menekankan pada kesantunan dan persaudaraan. Dakwah diharapkan terhindar dari cara-cara permusuhan dan kebencian (taghadhub) sesuai dengan prinsip ajaran islam yang rahmatan lil alamin.

“Saya berharap agar tidak ada satu jengkal tanah pun yang lepas dari pengaruh masjid. Karena itu, saya berharap Masjid As-Saádah ini juga dapat membina masyarakat sekitarnya sesuai dengan fungsi masjid yang luas tersebut,” ungkapnya.

Bagikan Artikel ini:

About redaksi

Avatar of redaksi

Check Also

undangan non muslim

Fikih Toleransi (6): Menghadiri Undangan Non Muslim

Toleransi yang sejatinya merupakan ajaran Islam mulai menipis, bahkan dianggap bukan ajaran Islam. Ini terjadi …

toleransi

Khutbah Jumat – Islam dan Toleransi

Khutbah Pertama اَلْحَمْدُ لله الَذِيْ أَرْسَلَ رَسُوْلَهُ رَحْمَةً لِلْعَالَمِيْنَ وَهَدَانَا إلَى صِرَاطِ الْمُسْتَقِيْمِ صِرَاطِ الَذِيْنَ …