Linwood Islamic Center
Linwood Islamic Center

Yayasan Emir UEA Donasikan 10 Juta Dolar AS Untuk Bangun Masjid Tempat Serangan Teroris di Christchurch

Christchurch – Linwood Islamic Center di Christchurch yang pernah diserang teroris Brenton Tarrant akan dipugar dan diperluas. Pembangunan itu didukung yayasan milik emir Uni Emirat Arab (UEA) Sheikh Zayed bin Sultan al-Nahyan dengan mendonasikan 10 juta dolar AS.

Desain masjid itu dikerjakan arsitek dari Australia Dr Hasan Alijagic. Pihak yayasan meminta Arsitek tersebut untuk merancang masjid dan pusat Islam demi memperingati kejadian teror yang menewaskan 51 orang. Nantinya, masjid baru akan menggantikan Linwood Islamic Center di Christchurch.

Imam Linwood Abdul Lateef mengungkapkan rasa senangnya saat mengetahui pembangunan kembali masjid setelah serangan pada 15 Maret 2019 lalu.

“Yayasan Amal dan Kemanusiaan Zayed berjanji untuk membangun masjid terbaik di Selandia Baru,” kata Lateef.

Dilansir Stuff via laman republika.co.id, Rabu (28/7/2021), yayasan tersebut didirkan oleh Sheikh Zayed bin Sultan al-Nahyan dengan dana abadi sebesar 1,4 miliar dolar Amerika yang digunakan untuk proyek amal dan kemanusiaan di seluruh dunia.

Baru-baru ini mereka membangun masjid senilai 50 juta dolar Amerika di Irak dan rumah sakit penelitian kanker senilai 150 juta dolar Amerika di Texas.

Lateef mengatakan perwakilan Uni Emirat Arab terkejut melihat kondisi masjid Linwood yang hancur ketika mereka mengunjungi Christchurch setelah serangan teror. Sebulan kemudian, Lateef diberi tahu pihak yayasan bahwa mereka akan membantu untuk pembangunan masjid.

“Semua Muslim senang ketika tahu tentang berita itu,” ujar dia.

Juru Bicara Yayasan Sheikh Zayed bin Sultan al-Nahyan, Taofik El Idrissi mengatakan pihaknya berkomitmen untuk mendanai proyek tersebut.

Masjid baru akan menjadi masjid terbesar di Selandia Baru. Namun, pandemi Covid-19 membuat proyek itu tertunda. Saat ini, pihak yayasan tengah mencari cara untuk segera menandatangani proyek dari jarak jauh dan mendesain bangunan hingga selesai.

Baca Juga:  Viral Video Pengakuan Dubes Palestina Terkait Donasi Bodong dari Pendemo pro-Palestina di Indonesia

Diharapkan konstruksi akan dimulai pada akhir tahun dan memakan waktu 14 bulan untuk menyelesaikannya. Sebuah bangunan tua di depan masjid akan segera dibongkar sehingga laporan geoteknik bisa diselesaikan.

Proyek ini akan mencakup masjid baru seluas 325 meter persegi yang mempromosikan perdamaian dan persatuan. Pusat tersebut akan mencakup kantor, ruang kuliah, ruang serbaguna, dua apartemen, dan tiga ruang ritel.

Arsitek Australia Dr Hasan Alijagic mengatakan dia akan mengerahkan segala kemampuannya dalam proyek ini.

“Jika itu untuk Christchurch, itu akan menjadi suatu kehormatan bagi saya untuk melakukannya,” ucap dia.

Bagikan Artikel ini:

About redaksi

Avatar of redaksi

Check Also

20210923170611

Taliban Akan Kembali Berlakukan Hukum Potong Tangan

KABUL – Pasca berhasil menguasai Afganistan, Taliban selalu menjadi perbincangan, berbagai spekulasi dan analisis diutarakan oleh …

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan berbicara di depan Majelis Umum PBB

Turki di Garis Terdepan Perang Melawan Islamofobia

New York – Turki siap mengambil peran utama dalam berperang melawan Islamofobia di komunitas internasional. …