2 Kesalahan dalam Memperingati Isra’ Mi’raj

Isra Mi raj adalah perjalanan Rasulullah dari Masjid al Haram ke Masjid al Aqsha berangkat menaiki Buraq seekor binatang surga yang bentuknya lebih besar dari keledai dan lebih kecil dari kuda yang mampu melompat sejauh pandangannya Dari Masjidil al Aqsha perjalanan di lanjutkan menuju langit ke tujuh Perjalanan Isra Mi raj hanya ditempuh selama kurang lebih sepertiga malam dan Rasulullah melakukannya dalam keadaan nyata dan sadar dengan ruh dan jasadnya Namun akhir akhir ini menyebar luas di media mengenai kesalahan dalam memperingati Isra Mi raj Mari kita simak apa saja kesalahan tersebut 1 Bid ahBeberapa orang mengatakan bahwa memperingati Isra Mi raj merupakan perkara yang bid ah Padahal isi ketika memperingati Isra Mi raj yaitu pembacaan dzikir tahlil sejarah Nabi Muhammad serta ceramah Jika perbuatan baik itu dikatakan bid ah maka anda telah mempersempit keleluasaan yang telah Allah berikan kepada hamba Nya untuk melakukan perbuatan perbuatan baik yang belum pernah ada pada masa Nabi Rasulullah shallallahu alayhi wasallam telah bersabda Maknanya Barang siapa merintis memulai dalam agama Islam sunnah perbuatan yang baik maka baginya pahala dari perbuatan tersebut juga pahala dari orang yang melakukannya mengikutinya setelahnya tanpa berkurang sedikitpun pahala mereka dan barang siapa merintis dalam Islam sunnah yang buruk maka baginya dosa dari perbuatan tersebut juga dosa dari orang yang melakukannya mengikutinya setelahnya tanpa berkurang dosa dosa mereka sedikitpun H R muslim Sebagaimana perbuatan baik yang dilakukan oleh Sahabat Umar ibn al Khaththab setelah mengumpulkan para sahabat dalam shalat tarawih dengan bermakmum kepada satu imam Beliau mengatakan H R al Bukhari Baca juga Hikmah Isra dan Miraj Nabi Muhammad SawMaknanya Sebaik baik bid ah adalah ini H R al Bukhari dalam Shahih nya Selain itu ada juga hadist yang diriwayatkan Sayyidah Aisyah semoga Allah meridlainya ia berkata Rasulullah shallallahu alayhi wasallam bersabda Maknanya Barang siapa yang berbuat sesuatu yang baru dalam syari at ini yang tidak sesuai dengannya maka ia tertolak H R al Bukhari dan Muslim Jelas hadits ini menunjukkan adanya bid ah hasanah Karena seandainya semua bid ah sesat tanpa terkecuali niscaya Rasulullah shallallahu alayhi wasallam akan mengatakan Barangsiapa merintis hal baru dalam agama kita apapun itu maka pasti ditolak Namun ketika Rasulullah shallallahu alayhi wasallam menyatakan ini artinya bahwa perkara baru ada dua pertama yang tidak termasuk agama karena memang menyalahi kaedah kaedah dan dalil dalil syara sehingga tergolong bid ah yang sesat Kedua bid ah yang sesuai dengan kaedah atau dalil sehingga merupakan perkara yang sahih dan diterima dan disebut bid ah hasanah Dari sinilah Imam Syafi i semoga Allah meridlainya menyimpulkannya Perkara yang baru terbagi menjadi dua bagian Pertama sesuatu yang menyalahi al Qur an Sunnah Ijma atau Atsar apa yang dilakukan atau dikatakan sahabat tanpa ada di antara mereka yang mengingkari inilah bid ah yang sesat Kedua perkara yang baru yang baik dan tidak menyalahi al Qur an Sunnah maupun Ijma inilah sesuatu yang baru yang tidak tercela Diriwayatkan oleh al Bayhaqi dengan sanad yang sahih dalam kitabnya Manaqib asy Syafi i Selain itu bukankah hukum asal segala sesuatu adalah boleh selama tidak ada dalil yang mengharamkan Agama Allah mudah tidaklah sulit Dan karena inilah para ulama di semua negara Islam selalu melaksanakan peringatan isra mi raj dan maulid Nabi di mana mana Dapat disimpulkan memperingati isra mi raj merpakan bid ah hasanah Perbuatan baik yang dianjurkan untuk dikerjakan Semoga Allah senantiasa memberikan kebaikan dan melimpahkan keberkahan Nabi shallallahu alayhi wasallam kepada kita semua Aamiin 2 Menjadikan Dalil Bahwa Allah berada di atas ArsyInilah kesalahan selanjutnya menyakini bahwa Allah ada di atas Arsy dengan dalil Rasulullah melakukan mi raj ke atas langit ke 7 Arsy yaitu makhluk Allah yang paling besar bentuknya H R Ibn Hibban dan makhluk kedua yang diciptakan Allah setelah air Q S Hud 7 Imam al Bayhaqi mengatakan Para ahli tafsir menyatakan bahwa arsy adalah benda berbentuk sarir ranjang yang diciptakan oleh Allah Allah memerintahkan para malaikat untuk menjunjungnya dan menjadikannya sebagai tempat ibadah mereka dengan mengelilinginya dan mengagungkannya sebagaimana Ia menciptakan ka bah di bumi ini dan memerintahkan manusia untuk mengelilinginya ketika thawaf dan menghadap ke arahnya di saat shalat lihat al Asma wa ash shifat hlm 497 Arsy bukanlah tempat bagi Allah karena Allah tidak membutuhkan tempat Sayyidina Ali berkata Maknanya Sesungguhnya Allah menciptakan arsy untuk menunjukkan kekuasaan Nya dan tidak menjadikannya tempat bagi Dzat Nya Riwayat Abu Manshur al Baghdadi dalam al farq bayna al firaq hlm 333 Dari sini kita dapat mengambil kesimpulan bahwa tujuan dari Isra dan Mi raj bukanlah bahwa Allah ada di arah atas akan tetapi tujuan dari Isra Mi raj yaitu memuliakan Rasulullah dan memperlihatkan kepadanya beberapa keajaiban ciptaan Allah sesuai dengan firman Allah dalam surat al Isra ayat 1 Maknanya Agar kami memperlihatkan kepadanya sebagian dari tanda tanda kebesaran kami Peristiwa ini juga bentuk mengagungkan beliau sebagai Nabi akhir zaman dan sebaik baik nabi di antara para nabi sekaligus sebagai penguat hati beliau dalam menghadapi tantangan dan cobaan yang dilontarkan oleh orang kafir Quraisy terlebih setelah ditinggal mati oleh paman beliau Abu Thalib dan isteri beliau Khadijah Semoga kita semua dapat terhindar dari kesalahan kesalahan terkait peristiwa Isra Mi raj Wallahu alam Arip Suprasetio

Bagikan Artikel ini:

About Islam Kaffah

Check Also

duduk di kuburan

Saat Ziarah, Bolehkah Duduk di Kuburan?

Meskipun arus puritanisasi  mengklaim ziarah kubur adalah ritual bid’ah, tapi tidak banyak muslim nusantara yang …

shalat ghaib korban bencana

Shalat Ghaib untuk Korban Bencana

Pada tanggal 4 Desember 2021 telah terjadi peningkatan aktifitas vulkanik di gunung semeru. Hal itu …