Seperti Apakah Bentuk Buraq Nabi Saat Isra Mi’raj, Ini Penjelasan Sesuai Dalil

0
1378
bentuk buraq

Bentuk Buraq sering dipertanyakan. Seperti apa bentuk kendaraan super cepat yang menghantarkan Nabi pada peristiwa Isra Miraj itu?


Malam itu, Buraq membawa Nabi dari Masjidil Haram, Makkah, menuju Masjidil Aqsha, Palestina. Perjalanan istimewa untuk memenuhi panggilan Allah. Buraq merupakan kendaraan super cepat yang khusus menjemput Rasulullah dalam rangka Isra dan Mi’raj. Kendaraan yang mempunyai kemampuan yang sungguh luar biasa. Memiliki kecepatan melampaui cepatnya cahaya.

Dalam Kitab al Anwar al Bahiyyah fi isro’ wa Mi’raj Khairil Bariyyah, karya Sayyid Muhammad bin Alawi bin Abbas al Maliki al Makki al Hasani, menyebutkan, Buraq dalam bahasa Arab berarti putih, cepat dan kilat. Arti Buraq yang terakhir sepadan dengan ayat al Qur’an (Al-Baqarah: 20).

Dengan demikian Buraq dapat diartikan sebagai alat transportasi yang dikirim oleh Allah khusus untuk menjemput Nabi dalam rangka Isra Mi’raj. Wajar kalau kemudian perjalanan dari Masjidil Haram Makkah ke Masjidil Aqsha Palestina kemudian lanjut ke Sidratul Muntaha hanya ditempuh kurang dari semalam.

Lalu, muncul ilustrasi yang menyesatkan tentang Buraq yang digambarkan dengan kuda yang berkepala perempuan. Imaje seperti ini sebenarnya ingin memalingkan bahkan melecehkan Rasulullah dalam meyakini peristiwa yang sangat berharga ini. Lalu, seperti apakah Buraq?

Buraq adalah hewan yang bentuk fisiknya lebih besar dari keledai, tetapi lebih kecil dari kuda. Hewan yang kakinya mampu melangkah dengan sangat cepat, serta bisa memanjang dan memendek sehingga penunggangnya stabil seperti duduk di sebuah tempat yang tak bergerak.

Bila kaki depannya akan menginjak dataran tinggi, maka kaki depannya memendek sementara kaki belakangnya tetap. Karena itu, perjalanan Nabi bersama Buraq seakan melewati dataran yang rata serta halus.

Lebih lanjut Nabi Muhammad menerangkan bentuk fisik Buraq dalam hadis yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari, makhluk tunggangan itu juga tidak disebut sebagai bagal (hewan campuran kuda dan keledai, kuda yang paling tangguh di masa itu). Namun, lebih besar dari keledai.

Sedangkan dalam kitab Fathul Bari, juga dijumpai keterangan tentang Buraq melalui  hadis yang diriwayatkan Bukhari dan Muslim.”Kemudian aku diberikan seekor binatang yang bukan bagal (peranakan kuda dan keledai) namum melebihi keledai putih. Al Jaruud mengatakan kepadanya, “Itu adalah Buraq wahai Abu Hamzah.’ Anas mengatakan, ‘Betul, dia (binatang) itu meletakkan langkahnya sejauh pandangan mata.”

Sementara Imam Hafiz Ibnu Hajar mengatakan, ‘Bukan bagal dan melebihi keledai putih.’ Demikianlah disebutkan dikarenakan ia adalah binatang tunggangan atau dengan melihat lafaz ‘Buraq’.

Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Tirmidzi dari Hudzaifah bin Al Yaman mengatakan, “Rasulullah telah diberikan seekor binatang yang punggungnya panjang dan langkahnya adalah sepanjang mata memandang. Mereka berdua (Rasulullah dan Jibril) tidaklah terpisahkan di atas punggung Buraq sehingga mereka menyaksikan surga dan neraka, kemudian mereka berdua kembali pulang ke tempat semula (ketika berangkat).” Abu Isa menyebut hadis ini hasan shahih.

Tentang kecepatannya, Rasulullah menggambarkannya dalam sebuah hadis. Imam Muslim meriwayatkan, “Buraq memiliki kecepatan luar biasa yang di nalar dengan akal sehat. Ia dapat bergerak sekelebat pandang. Artinya, bila kita melihat dia satu tempat, dia sudah bisa menjangkau tempat-tempat lain dalam hitungan detik saja”.