Ribuan orang tanda tangan petisi tolak film Christchurch
Ribuan orang tanda tangan petisi tolak film Christchurch

29 Ribu Orang Tanda Tangani Petisi Tolak Film ‘Christchurch’

Christchurch – Sekitar 29 ribu orang telah menandatangani petisi untuk menolak pembuatan film ‘Christchurch’. Film itu rencananya akan diberi judul ‘They are Us’ yang fokus pada tanggapan Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern.

Seperti diketahui tragedi Christchurch yang terjadi pada 15 Maret 2019 lalu menewaskan 51 jemaah salat Jumat di dua masjid di Christchurch. Teroris Brenton Tarrant menembaki para jemaah saat mereka salat Jumat.

Pengumuman pembuatan film itu memang baru saja diumumkan. Tapi petisi yang telah dihentikan pada Jumat (11/6/2021) dan pada Sabtu (12/6/2021) sore diumumkan bahwa petisi itu telah ditandatandangani 29 ribu orang.

Perdana Menteri Ardern mengatakan pembuat film tidak melakukan konsultasi dalam bentuk apa pun tentang rencana mereka. Dia tidak mengutuk keberadaan film ini, meskipun petisi publik memintanya untuk melakukannya.

Dilansir di Radio New Zealand, Minggu (13/6/2021), dia mengatakan banyak kisah dari kejadian 15 Maret lalu yang bisa diceritakan. Dia tidak menganggap tindakannnya saat itu sebagai salah satunya. Ardern menambahkan serangan terhadap dua masjid tetap menjadi hal yang sangat sensitif untuk Selandia Baru.

“NIYA berpendapat pengembangan film semacam itu tidak mewakili pengalaman hidup komunitas Muslim Christchurch, juga komunitas Muslim Selandia Baru yang lebih luas yang telah menghadapi kengerian dan teror yang menjadi sasaran serangan 15 Maret,” tulis pernyataan petisi tersebut dikutip dari laman ihram.co.id.

Ia menyerukan para penyandang dana, produser dan industri film Selandia Baru untuk memboikot film tersebut dan mendesak Ardern secara terbuka mencelanya. NIYA menuduh film itu “tokenistik” dan menyatakan penulis skenario dan produser Selandia Baru Andrew Niccol seharusnya tidak membuatnya.

“Tidak pantas bagi Niccol, seseorang yang tidak mengalami rasialisme atau islamafobia memimpin dan mengambil keuntungan dari sebuah cerita yang bukan miliknya untuk diceritakan,” kata petisi tersebut

Baca Juga:  Selandia Baru Berikan Cap Teroris Dan Bekukan Aset Penembak Jamaah Masjid Christchurch

Mereka mengklaim komunitas Muslim belum menerima konsultasi terkait pembuatan film ini dengan benar. Banyak pihak yang tidak tahu apa-apa tentang hal itu sampai beritanya diumumkan.

Juru bicara Dewan Wanita Islam Anjum Rahman mengatakan Ardern harus mengambil sikap lebih jauh dari sekadar mengatakan ‘cerita orang lain yang seharusnya digambarkan’.

“Katakan film itu harus berpusat di sekitar demonisasi komunitas Muslim, supremasi kulit putih dan hal-hal yang menyebabkan serangan itu, berpusat di sekitar para korban, dan kemudian kisah setelahnya yang merupakan kisah Selandia Baru,” kata dia. Rahman menilai ada nilai cerita yang harus diceritakan, tetapi perlu fokus pada hal yang benar. Ia juga menyebut Niccol perlu memikirkan kembali proyek tersebut karena ia percaya ada banyak orang di Christchurch yang bisa menulis cerita dengan lebih tepat.

Bagikan Artikel ini:

About redaksi

Avatar of redaksi

Check Also

Imam Besar Al Azhar dan Paus Franciskus

UIN Suka Akan Berikan Gelar HC Kepada Imam Besar Al Azhar dan Paus Franciskus

Jakarta –  Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga (Suka) Yogyakarta akan memberikan gelar Honoris Causa …

ibadah umrah di masa pandemi

Persiapkan Haji dan Umrah Sejak Dini, Kemenag Susun Skema Vaksin & Booster Untuk Calon Jemaah Umrah

Jakarta – Pelaksanaan ibadah haji telah dua kali ditunda akibat adanya pandemi Covid- 19. Terakhir …