Lola Amaria
Lola Amaria

Buat Film “Pesantren”, Lola Amaria: Bahwa Pesantren Bukan Sarang Radikalisme

Jakarta – Pondok pesantren adalah lembaga pendidikan yang mendidik putra-putri bangsa dengan ilmu agama Islam baik agar mereka menjadi manusia yang berkualitas dan berguna bagi bangsa, agama, dan negara. Karena itu, sangat disayangkan adanya stigma negatif yang menuding pesantren menjadi sarang radikalisme.

Artis sekaligus produser film, Lola Amaria prihatin dengan stigma negatif tersebut. Lola menegaskan bahwa pesantren bukanlah sarang radikalisme dan terorisme. Pesan itu yang diangkat Lola Amaria dalam film terbarunya, Pesantren yang disutradarai Shalahuddin Siregar.

Saat promosi film tersebut di Pesantren Al Furqon, Tasikmalaya beberapa waktu lalu, Lola mengungkapkan keprihatinnya atas stigma buruk mengenai pesantren. Muncul anggapan pesantren sebagai tempat tumbuh sumburnya bagi paham radikalisme. Bahkan, pesantren kerap dikaitkan dengan aksi teror yang dilakukan oleh orang-orang yang tak bertanggung jawab.

“Yang pasti kita turut prihatin dengan adanya stigma negatif tentang pesantren yang selalu dikaitkan dengan isu radikalisme dan sebagai tempat terorisme tumbuh subur. Padahal menurut saya, pesantren tidak ubahnya seperti lembaga pendidikan lain yang punya kurikulum, punya pola pendidikan yang jelas dan punya kelebihan sebagai tempat mendidik orang mandiri yang sesuai dengan syariat agama Islam,” ungkap Lola dalam keterangan pers, Senin (18/4/2022).

Film Pesantren akan ditayangkan di bioskop Tanah Air mulai 26 Mei 2022 mendatang. Lola berharap dengan kehadiran film ini, stigma negatif tentang pesantren bisa memudar.

“Saya berharap munculnya film pesantren ini bisa membuat masyarakat terbuka bahwa pesantren adalah tempat pendidikan agama yang jauh dari nilai-nilai radikalisme. Saya berharap film ini bisa ditonton dan membuka mata kita bahwa pesantren sebagai tempat yang baik untuk mendidik generasi muslim yang mampu membawa Indonesia sebagai negara yang punya budi pekerti yang luhur. Karena memang film ini berisikan hal yang nyata tentang bagaimana pola pendidikan pesantren yang memang baik dan jauh dari nilai-nilai negatif,” lanjut Lola.

Baca Juga:  Kecam Rasisme, Striker Muslim AS Monaco Ini Bangun Masjid dan Penampungan Warga Kulit Hitam

Dalam kesempatan yang sama Lola juga berharap pesantren bisa menjadi lembaga pendidikan muslim yang terpercaya dan tidak digunakan sebagai media penyebaran isu-isu radikalisme. Apalagi belakangan banyak pelaku teror yang lahir dengan mengatasnamakan agama tertentu.

“Kita mau ke depan pesantren menjadi tonggak utama pendidikan generasi Islam yang membawa Islam kembali jaya. Dari pesantren lahir pakar-pakar ekonomi, pemimpin-pemimpin bangsa yang bisa membawmembawa Indonesia sebagai negara yang baldatun toyyibatun warabbun ghafur. itu harapannya,” harapnya.

Bagikan Artikel ini:

About redaksi

Avatar of redaksi

Check Also

buya syafii maarif

Mengenang Buya Syafii Maarif : Tokoh Sederhana yang Teguh Memegang Prinsip Keislaman, Kebangsaan dan Kemanusiaan

Sejatinya, teramat sulit untuk menuliskan judul tentang sosok inspiratif Buya Syafii Maarif. Bukan karena kekurangan …

akhlak karimah

Khutbah Jumat – Menyelamatkan Generasi Muda Dari Virus Radikalisme

Khutbah I اْلحَمْدُ للهِ اْلحَمْدُ للهِ الّذي هَدَانَا سُبُلَ السّلاَمِ، وَأَفْهَمَنَا بِشَرِيْعَةِ النَّبِيّ الكَريمِ، أَشْهَدُ …