Pembangunan Masjid Sriwijaya mangkrak
Pembangunan Masjid Sriwijaya mangkrak

Dana Rp130 Miliar Dijadikan Bancakan Korupsi, Masjid Sriwijaya Jadi Sarang Ular dan Babi

Jakarta – Bancakan korupsi terjadi pada pembangunan Masjid Raya Sriwijaya Palembang. Mantan Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Alex Noerdin telah ditetapkan menjadi tersangka dan beberapa tersangka lain. Kini pembangunan Masjid Sriwijaya mangkrak dan menjadi sarang ular dan babi.

Kompleks Masjid Sriwijaya itu berada di Jalan Pangeran Ratu, Jakabaring, Palembang. Kompleks Masjid Sriwijaya sudah ditumbuhi rumput tinggi. Tak mudah menuju titik di mana rencananya akan menjadi bangunan utama masjid. Warga menyebut bangunan tersebut menjadi sarang babi dan ular berbisa

Memasuki lokasi masjid, pintu gerbang terlihat sudah roboh  dan terlihat juga ada plang atau segel bertulisan ‘Kawasan & Bangunan ini dalam proses penyidikan Tipikor Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan’. Selain itu, ada beberapa tiang fondasi berdiri di sana.

Sementara itu, ada hal yang menegangkan ketika kita hendak menuju di titik utama pembangunan masjid tersebut. Warga sekitar tidak menyarankan untuk menuju lokasi utama dengan berjalan kaki karena ada ancaman serangan ular berbisa ataupun babi.

“Hati-hati ya, Pak, kalau mau masuk ke dalam (titik utama bangunan masjid). Kami dulu pernah lihat ular (ular kobra) dan babi di sekitaran situ,” kata Arman Maulana, seorang warga yang sudah lama berdagang di sekitar kompleks Masjid Sriwijaya dikutip dari laman detikcom.

Sesampai di titik utama dengan mengendarai sepeda motor, terlihat hamparan bangunan masjid yang mangkrak tersebut dengan beberapa tiang penyangganya.

Di sana, terlihat ada genangan air yang sudah berlumut. Ada juga tangga untuk menuju ke lantai bawah yang dipenuhi dengan genangan air. Dari atas bangunan itu, terlihat jelas gedung kantor Kejati Sumsel dan jalur LRT.

Warga sekitar berharap, lahan yang kini diduga menjadi sarang ular kobra dan babi itu bisa segera dibersihkan. Warga mengatakan lahan dan bangunan itu terbengkalai sejak lama.

Baca Juga:  Dana Pembangunan Masjid Sriwijaya Dikorupsi Berjamaah, MUI: Di Luar Batas Moral dan Religiusitas

“Lahan serut-serut gini kan positif pasti banyak ular. Jangankan cuma ular, babi saja kami pernah lihat, babi hutan. Kami harap bisa dibersihkan agar tidak ada lagi ular dan babi di lokasi tersebut,” ungkap.

Pembangunan Masjid Sriwijaya oleh Yayasan Wakaf Sriwijaya ini menggunakan dana hibah Pemerintah Provinsi Sumsel tahun 2016 dan 2017 sebesar Rp 130 miliar. Namun pembangunan fisik tersebut diduga tidak sesuai dengan anggaran proyek tersebut.

Kejati Sumsel menetapkan Ahmad Najib sebagai tersangka terkait kasus dugaan korupsi pembangunan Masjid Sriwijaya. Mantan Asisten I Kabiro Kesra Pemprov Sumsel tersebut menyusul Agustinus Antoni dan Loka Sangganegara, yang lebih dulu ditetapkan sebagai tersangka malam ini.

Kemudian, Kabid Anggaran BPKAD yang juga menjabat sebagai Sekretaris Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Sumsel, Agustinus Antoni dan Tim Leader Pengawas PT Indah Karya, Loka Sangganegara.

Terakhir mantan Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin telah ditetapkan sebagai tersangka kasus dana hibah bangunan Masjid Sriwijaya Palembang. Juga pengusaha bernama Muddai Maddang.

Bagikan Artikel ini:

About redaksi

Avatar of redaksi

Check Also

Ustaz Adi Hidayat

UAH: Luangkan Waktu Bersama Bantu Ringankan Penderitaan Para Korban dan Keluarga

Jakarta – Tragedi Kanjuruhan menewaskan sedikitnya 125 orang usai kekalahan tuan rumah Arema Malang dari …

Tabur bunga Aremania kenang korban meninggal dunia Tragedi Kanjuruhan

Tragedi Kanjuruhan, Ulama Harus Ikut Menyinari Dunia Sepak Bola Indonesia dengan Nilai Agama

Surabaya – Para ulama sudah seharusnya hadir di berbagai lini, tidak sekadar melakukan istighatsah, dan …