Jakarta Masjid kampus harus benar benar digunakan sebagai tempat beribadah dan berdakwah yang baik untuk mendukung kegiatan belajar dan mengajar di lingkungan perguruan tinggi Hal ini harus benar benar dilakukan karena sejauh ini masjid kampus faktanya sudah dijadikan sarang kelompok radikalisme dan intoleran yang bertujuan untuk meracuni mahasiswa dengan paham paham sesat Menteri Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Menristekdikti Mohamad Nasir meminta pimpinan perguruan tinggi memberikan pengawasan kepada masjid yang berada di lingkungan kampus Ini perlu dilakukan guna mencegah masjid kampus tidak dijadikan tempat untuk mengembangkan radikalisme dan paham intoleran Baca juga Satu Desa Satu Hafiz Jurus Jitu Tangkal Radikalisme Jangan jadikan masjid kampus sebagai pusat radikalisme Akan tetapi pusat peradaban pusat ilmu pengetahuan pengembangan kesehatan teknologi ekonomi dan yang bisa memajukan bangsa kata Menristekdikti usai kegiatan Workshop Nasional Asosiasi Masjid Kampus Indonesia AMKI di Kantor Kemristekdikti Jakarta dikutip Medcom id Sabtu 10 11 2018 Menristek mengungkapkan pengawasan terhadap masjid kampus juga bertujuan agar pimpinan perguruan tinggi mengetahui segala jenis kegiatan yang ada di kampus Ia mencontohkan dulu di Universitas Gadjah Mada UGM seluruh kegiatan masjid kampus berada di bawah kendali orang luar kampus Namun kini sudah bisa diambil alih setelah munculnya organisasi AMKI disertai dorongan dari pemerintah Tujuannya apa supaya kegiatannya bisa dikontrol dengan baik oleh rektor Asosiasi ini juga memiliki fungsi penguatan terhadap kampus yang memiliki masjid untuk bersinergi terangnya

Baca Juga:  Guru Besar PTKIN Tolak Politisasi Agama

Tinggalkan Balasan