4 Dahsyatnya Dosa Bunuh Diri dalam Islam

0
445
bunuh diri

Sungguh tragis dan memilukan. Ledakan bom bunuh diri terjadi sekitar pukul 01.30 WIB, Rabu (13/3) di Jalan KH Ahmad Dahlan, Gang Sekuntum Kelurahan Pancuran Bambu, Kecamatan Sibolga Sambas, Kota Sibolga, Sumatera Utara, yang merupakan rumah dari terduga teroris Abu Hamzah yang ditangkap Densus 88 Antiteror Mabes Polri. Ledakan bersumber dari aksi bom bunuh diri yang dilakukan istri Abu Hamzah yang enggan menyerahkan diri kepada Aparat.

Ledakan tersebut berasal dari bom lontong menggunakan pipa paralon yang berisi potasium, serpihan paku dan baut. Sebelumnya pihak kepolisian telah membujuk pelaku karena masih ada anak-anaknya di dalam rumah tersebut. Tetapi, pelaku tetap melaksanakan bom bunuh diri dengan mengorbankan anak-anaknya. Sang suami mengatakan bahwa istrinya lebih militan dan lebih kuat memegang doktrin kelompok teroris Islamic State in Iraq dan Syria (ISIS).

Kembali ini sungguh sangat disesalkan. Kejadian ini menambah deretan panjang pelaku bom bunuh diri yang dengan teguh memilih jalan sesat dalam memahami doktrin keagamaan. Doktrin ISIS dan kelompok teror lainnya sangat berbahaya karena sangat bertentangan dengan ajaran Islam. Bahkan sangat menyesatkan.

Islam sangat menghargai nyawa manusia. Menjaga nyawa adalah bagian dari salah satu tujuan dasar syariah (maqasyid syariah). Karena itulah, membunuh orang lain dengan batil dan membunuh diri sendiri adalah perbuatan terkutuk dan dosa dalam Islam. Dalam Qur’an : Dan janganlah kamu jatuhkan (diri sendiri) ke dalam kebinasaan dengan tangan sendiri, dan berbuat baiklah. Sungguh Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik. (QS: An-Nisa : 29). Imam al-Baghwi menafsirkan ayat di atas adalah perilku bunuh diri.

Dasar lain dalam Qur’an tentang larangan bunuh diri bisa dilihat dalam surat al Baqarah 195: Dan janganlah kamu membunuh dirimu. Sungguh Allah Maha Peyanyang kepadamu. Dan barangsiapa berbuat demikian dengan cara melanggar hukum dan zalim, akan Kami masukkan dia ke dalam neraka. Yang demikian itu mudah bagi Allah. Menafsirkan ayat ini Al Razi mengatakan larang keras membunuh orang lain dan membunuh diri sendiri dengan cara batil.  

Lalu, apa sebenarnya dahsyatnya dosa bunuh diri menurut Islam?

  • Pelaku Bunuh diri akan kekal dalam neraka

Ancaman dosa pelaku bunuh diri adalah kekal dalam neraka. Islam tidak main-main dengan pelaku bunuh diri. Dalam sebuah hadist Nabi bersabda: “siapapun yang melakukan bunuh diri dia akan masuk neraka, terus-menerus di sana dan menjadi penghuni neraka, kekal di dalamnya (HR Bukhari)

  • Disiksa di Neraka dengan cara Ia Bunuh diri

Ancaman kedua bagi pelaku bunuh diri akan selamanya disiksa di dalam neraka dengan cara dia melakukan bunuh diri. Jika bunuh diri dengan senjata, racun dan bom dia akan disiksa hal sama di dalam neraka dan kekal di dalamnya. Nabi bersabda : Barangsiapa menjatuhkan diri dari gunung sehingga menewaskan dirinya maka di masuk neraka Jahannam. Dia akan menjatuhkan dirinya ke dalamnya, kekal abadi. Barangsiapa yang meminum racun sehingga menewaskan dirinya maka racunnya akan dipegang oleh tangannya dan diminum di dalam neraka jahanam, kekal abadi di dalamnya. Dan barangsiapa yang membunuh dirinya dengan senjata tajam, maka senjata tajam tersebut akan dipegang oleh tangannya dan ditusukkan ke perutnya di dalam neraka Jahannam, kekal abadi di dalamnya (HR Bukhari).

  • Surga Haram bagi Pelaku Bunuh Diri

Konsekuensi ancaman kekal dalam neraka bagi pelaku bunuh diri, maka surga pun menjadi haram baginya. Al Hasan Al Bashri meriwayatkan dari Jundu bin Abdullah bahwasanya Rasul bersabda: Sesungguhnya seorang yang hidup sebelum kalian mengalami luka. Ketika luka itu membuatnya payah, dia pun mencabut sebuah panah dari serangkanya dan mengoreknya sehingga darah terus mengalir dan akhrnya dia pun meninggal. Allah berfirman: Sungguh, Aku telah haramkan surge atasnya (HR Muslim).

  • Nabi Tegas Menolak Menshalati Pelaku Bunuh diri

Tidak hanya di akhirat, di dunia pun pelaku bunuh diri tidak bisa diterima secara layak. Bahkan Nabi tidak mau menshalati orang yang mati karena bunuh diri. Imam muslim meriwayatkan hadist dari Jabin bin samurah yang berkata: dihadirkan ke hadapan Nabi seorang yang telah bunuh diri dengan anak panah. Maka beliay tidak mau menshalatinya. (HR Muslim).

Demikian Islam mengajarkan atas keselamatan dan perdamaian. Islam sangat menjunjung tinggi jiwa dan nyawa manusia sebagai titipan Allah kepada manusia. Klaim berjuang demi agama dengan cara mengorbankan dan bunuh diri sungguh sangat menyesatkan. Semoga tidak ada lagi korban doktrin salah yang mengorbankan nyawa demi membela paham yang salah.