Setiap bulan dalam Kalender Hijriyah diberi keistimewaan sendiri oleh Allah swt, agar umat manusia semakin tinggi dalam penghambaannya kepada Allah swt sehingga semakin senang melakukan ibadah-ibadah. Begitu juga bulan Rajab. Allah swt memberikan keistimewaan tersendiri di bulan ini bagi hamba-hambanya yang giat beribadah kepadanya.
Sebab itu, sejak beberapa abad silam, ulama meneliti amaliyah-amaliyah yang dapat menyebabkan seseorang menjadi semakin istimewa di hadapan Allah swt khusus di bulan Rajab ini. Di antara amaliyah-amaliyah yang biasa dilakukan oleh ulama, para waliyulllah, dan thariqat sufiyah adalah sebagai berikut:
1. Berdo’a di malam pertama bulan Rajab.
Menurut syeikh Abdul Qadir al Jailani, dalam kitabnya al Ghunyah: “Do’a yang dianjurkan untuk malam pertama bulan Rajab adalah:
إِلٰهِيْ تَعَرَّضَ لَكَ فِي هَذِهِ اللَّيْلَةِ الْمُتَعَرِّضُوْنَ. وَقَصَدَكَ الْقَاصِدُوْنَ. وَأَمَّلَ فَضْلَكَ وَمَعْرُوْفَكَ الطَّالِبُوْنَ. وَلَكَ فِي هَذِهِ اللَّيْلَةِ نَفَحَاتٌ وَجَوَائِزُ وَعَطَايَا وَمَوَاهِبُ. تَمُنُّ بِهَا عَلَى مَنْ تَشَاءُ مِنْ عِبَادِكَ. وَتَمْنَعُهَا مِمَّنْ لَمْ تَسْبِقْ لَهُ الْعِنَايَةُ مِنْكَ. وَهَا أَنَا ذَا عَبْدُكَ الْفَقِيْرُ إِلَيْكَ. اَلْمُؤَمِّلُ فَضْلَكَ وَمَعْرُوْفَكَ. فَإِنْ كُنْتَ يَا مَوْلَايَ تَفَضَّلْتَ فِي هَذِهِ اللَّيْلَةِ عَلَى أَحَدٍ مِنْ خَلْقِكَ. وَجُدْتَ عَلَيْهِ بِعَائِدَةٍ مِنْ عَطْفِكَ. فَصَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَآلِهِ. وَجُدْ عَلَيَّ بِطَوْلِكَ وَمَعْرُوْفِكَ يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ.
2. Memperbanyak membaca istighfar.
Menurut Syaikh Hasan ibn al Imam Abdillah bin Alawi al Haddady: “Sunnah membaca istighfar sebanyak-banyak pada Subuh dan sore (setelah shalat Ashar) di bulan Rajab ini”. Lebih-lebih yang sangat dianjurkan yaitu membaca Sayyidul Istighfar.
Nabi Muhammad saw bersabda:
مَنْ قَالَهَا بِالنَّهَارِ مُوْقِنًا بِهَا فَمَاتَ مِنْ يَوْمِهِ قَبْلَ اَنْ يُمْسِيَ فَهُوَ مِنْ أَهْلِ الْجَنَّةِ, وَمَنْ قَالَهَا مِنَ اللَّيْلِ وَهُوَ مُوْقِنٌ بِهَا فَمَاتَ قَبْلَ أَنْ يُصْبِحَ فَهُوَ مِنْ أَهْلِ الْجَنَّةِ (رواه البخاري)
Artinya: “Barang siapa yang membacanya (sayyidul istighfar) di siang hari dengan meyakini (adanya pengampunan dari Allah) lalu mati di hari itu sebelum sore, maka ia menjadi ahlul jannah (penduduk syurga), dan barang siapa yang membacanya di malam hari, dengan yakin lalu mati sebelum Subuh maka ia termasuk ahlul jannah” (HR. Bukhari)
Hadits ini memang berlaku umum, tidak tertentu kepada satu waktu. Tetapi oleh ulama, seandainya sayyidul istighfar itu dibaca di bulan Rajab sebanyak tiga kali pada Subuh dan sore, itu akan lebih utama.
Adapun bacaan sayyidul istighfar yaitu sebagaimana hadits Nabi saw:
اللهم أَنْتَ رَبِّيْ لَا إِلٰهَ إِلَّا أَنْتَ, خَلَقْتَنِيْ وَأَنَا عَبْدُكَ, وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتَ, أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتَ, أَبُوْءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ, وَأَبُوْءُ بِذَنْبِيْ, فَاغْفِرْ لِيْ فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلَّا أَنْتَ
3. Berpuasa tiga hari berturut-turut.
Menurut para ulama berpuasa tiga di bulan Rajab hukumnya sunnah. Puasa ini dimulai dari hari Kamis, Jum’at dan Sabtu. Nabi Muhammad saw bersabda:
مَنْ صَامَ ثَلَاثَةَ أَيَّامٍ مُتَتَابِعَةٍ اَلْخَمِيْسَ وَالْجُمُعَةَ وَالسَّبْتَ مِنْ شَهْرِ حَرَامٍ بَاعَدَهُ مِنَ النَّارِ
Artinya: “Barangsiapa yang berpuasa tiga hari berturut-turut, yakni hari Kamis, Jum’at dan Sabtu, di bulan haram, maka Allah swt akan menjauhkannya dari neraka”
Yang dimaksud bulan Haram di sini ialah Dzul Qa’dah, Dzul Hijjah, Muharram dan Rajab. Menurut hadits tersebut, di bulan-bulan ini hukumnya sunnah berpuasa tiga hari.
4. Berdzikir Ya Lathif.
Adapun atsar yang datang dari ulama-ulama Makkah al Mukarramah, kesunnahan berdzikir Ya Lathif (يا لطيف) adalah dibaca sebanyak 141000 kali dan dibagi dalam setiap hari dibaca sebanyak 5000 kali.
Faidah dari dzikir tersebut yaitu Allah akan memudahkan segala urusannya di dunia dan di akhirat serta menjaganya.
Menurut sebagian ulama Jazair, jika seseorang ingin mendapatkan kebaikan maka membacanya di tambah ya’ nida’ (dibaca يا لطيف ), tetapi jika mengharapkan agar dijauhkan dari bencana, maka tidak perlu menambah ya’ nida’ (sehingga dibaca اللطيف ) tetapi ulama Makkah biasanya membacanya dengan ya’ nida’ (يا لطيف).
Demikian amaliyah-amaliyah di bulan Rajab yang diajarkan oleh para ulama dan para mukasyafah yang dicintai Allah swt kepada kita semua ummat Islam. Dari hal ini dapat kita ketahui, bahwa ulama-ulama Ahlussunnah wal Jama’ah, disibukkan dengan ibadah dan bertawajjuh kepada Allah swt dengan amalan-amalan untuk kepentingan dunia dan akhiratnya. Berbeda dengan kelompok Wahabi yang justru sibuk dengan mengkafirkan ummat Islam yang senang beribadah kepada Allah swt. Dari sini, dapat kita lihat siapa yang sebenarnya mencintai Allah swt, dan Nabi Muhammad saw.
Wallahua’lam
Islam Kaffah Media Pembelajaran Islam Secara Kaffah