bulan syaban
bulan syaban

Ada Apa dengan Sya’ban (5): Sya’ban Bulan al-Qur’an

Bersumber dari beberapa atsar (perkataan dan perbuatan yang disandarkan kepada sahabat atau tabi’in) bulan Sya’ban juga termasyhur dengan sebutan “Bulan al-Qur’an”.

Jamak diketahui, membaca al-Qur’an merupakan anjuran yang tidak terikat oleh waktu dan tempat, kapan saja dan dimana pun, kecuali di tempat yang memang dimakruhkan, dianjurkan untuk senantiasa membacanya. Ada pahala yang dijanjikan Allah kepada pembaca al-Qur’an.

Membaca al-Qur’an memiliki nilai dan keutamaan yang lebih tinggi pada waktu dan tempat tertentu. Misal, di bulan Ramadhan dan bulan Sya’ban, di Makah, Raudah dan tempat-tempat lain yang memiliki keutamaan. Seperti dijelaskan oleh ulama salaf.

Al Hafidz ibnu Rajab al Hanbali menceritakan, dirinya mendapat satu riwayat dengan sanad yang lemah yang bersumber dari Anas bin Malik. Anas berkata, “Ketika masuk bulan Sya’ban umat Islam sibuk mengumpulkan mushaf dan membacanya serta mengeluarkan zakat harta diberikan kepada fakir miskin supaya mereka memiliki kecukupan di bulan Ramadhan.

Salamah bin Kuhail juga berkata bahwa dirinya mendapat informasi tentang penyebutan bulan Sya’ban dengan bulan al Qur’an. Demikian juga Habib bin Tsabit ketika masuk bulan Sya’ban ia mengatakan, “Ini bulan al Qur’an”. Umar bin Abi Qais al Mala’i ketika bulan Sya’ban telah datang ia menutup tokonya dan hanya menyibukkan diri dengan membaca al Qur’an. Aktivitas yang sama juga dilakukan oleh Hasan bin Sahal.

Syaikh Ahmad bin Hijazi yang terkenal sangat alim menjelaskan bahwa ulama salafusshaleh menyibukkan diri membaca al Qur’an di bulan Sya’ban. Mereka sibuk mengumpulkan surat-surat al Qur’an, seperti surat al Fatihah, ayat kursi, surat al Ikhlas dan lain-lain, kemudian mereka menyibukkan diri hanya untuk membaca surat-surat al Qur’an yang telah mereka kumpulkan tersebut.

Baca Juga:  Pesan Rasulullah Untuk Para Demonstran yang Anarkis

Keistimewaan dan Keutamaan al-Qur’an

Tidak diragukan lagi al Qur’an memiliki banyak keistimewaan dan keutamaan. Disini akan dijelaskan beberapa keistimewaan dan keutamaan yang paling penting untuk diketahui.

1. Membaca al-Qur’an bernilai pahala.

Pahala besar dijanjikan oleh Allah kepada mereka yang membaca al Qur’an. Setiap huruf demi huruf yang dibaca diganjar dengan pahala, sekalipun tidak paham maknanya. Dan, pahala membaca al Qur’an akan dilipatgandakan bagi mereka yang membaca sekaligus paham akan maknanya. Hal ini ditegaskan oleh Allah dalam surat al Fathir ayat 29-30.

Dari Abdullah bin Mas’ud, Rasulullah bersabda, “Siapa yang membaca satu huruf dari al Qur’an, maka dia akan mendapatkan satu kebaikan, dan satu kebaikan itu dilipatgandakan menjadi sepuluh kebaikan yang semisal. Aku tidak mengatakan alif lam mim satu huruf. Akan tetapi, alif satu huruf, lam satu huruf dan mim satu huruf”. (HR. Turmudzi).

Menurut Imam Hasan hadis ini shahih tapi gharib. Imam Hakim meriwayatkan hadis semisal yang statusnya hadis marfu’, akan tetapi menurutnya sanad hadis ini shahih).

Anas juga meriwayatkan, Nabi bersabda, “Sebaik-baik ibadah umatku adalah membaca al Qur’an”. (HR. Baihaqi). Sanad hadits ini memang dhaif, namun dikuatkan oleh hadits-hadits lain dengan konteks yang sama.

Kekhususan dan keistimewaan al Qur’an ini menjadi pembeda al Qur’an dengan yang lain. Membaca selain al Qur’an tidak bernilai pahala. Shalat sekalipun yang menjadi pondasi agama bacaan di dalamnya tidak dihitung sebagai pahala kecuali memahami maknanya.

2. Syafaat Al-Qur’an Untuk Pembacanya

Kelak di hari kiamat al Qur’an akan menolong (memberi syafaat) kepada mereka yang rajin membacanya.

Banyak hadis Nabi yang menjelaskan bahwa al Qur’an memberi pertolongan kepada mereka yang senantiasa membaca al Qur’an.

Baca Juga:  Orang Baik Tidak Selalu Lahir dari Keluarga Baik

Dari Abi Umamah, Nabi berkata, “Bacalah al Qur’an, sesungguhnya ia akan datang di hari kiamat memberi syafaat kepada pembacanya”. (HR. Muslim).

Allah Mencintai Orang yang Senang Membaca al Qur’an

Dari Ibnu Mas’ud, Nabi bersabda, “Siapa yang ingin dicintai oleh Allah dan rasul-Nya, maka perhatikanlah!, siapa yang cinta kepada al Qur’an, ia akan dicintai Allah dan rasul-Nya”. (HR. Thabrani).

3. Al-Qur’an Mu’jizat yang Abadi

Diantara keistimewaan al Qur’an adalah sebagai mu’jizat yang abadi. Bos dibaca setiap saat dan waktu dan Allah berjanji akan menjaga orisinilitasnya. Berbeda dengan mu’jizat nabi yang lain yang sifatnya lokalitas. Hilang dengan berlalunya waktu. Ketika nabi pemilik mu’jizat meninggal, mu’jizat itu juga hilang.

4. Tidak Jemu Dibaca dan Tidak Bosan Didengar

Diantara keistimewaan al Qur’an yang lain, tidak bosan meskipun dibaca berulang-ulang. Demikian juga, tidak membosankan pendengarnya. Semakin dibaca berulang-ulang, semakin tumbuh kecintaan terhadap al Qur’an. Begitu pula yang mendengar bacaan al Qur’an, tidak menimbulkan rasa bosan bahkan semakin menambah kecintaan terhadap al Qur’an.

Perintah Allah untuk Memuliakan Orang yang Senang Membaca al-Qur’an

Nabi bersabda, “Sebagian dari bentuk mengagungkan Allah adalah memuliakan tiga golongan; menghormati pemimpin yang adil, orang tua yang beruban yang muslim dan pengkaji al Qur’an”.

Hadis ini diriwayatkan oleh Abdul Bar dalam kitabnya Bayanul Ilmi. Ia juga meriwayatkan, “Pengkaji al Qur’an yang mengetahui hukum-hukum halal dan  haram dalam al Qur’an dan mengamalkannya”.

Bertabarruk dengan al-Qur’an

Diantara keistimewaan al Qur’an yang lain adalah menjadi sarana tabarruk (mengambil berkah). Al Qur’an menjadi sumber keberkahan. Hal ini dijelaskan sendiri oleh al Qur’an (al An’am: 92).

Dengan sanad yang shahih al Darimi meriwayatkan bahwa Ikrimah bin Abi Jahal meletakkan mushaf al Qur’an di wajahnya (menciumnya) sambil berkata, ‘Kitab Tuhanku, kitab Tuhanku’.

Baca Juga:  Catat! Ini 2 Waktu Mustajab Setiap Hari di Bulan Ramadhan

Diantara barokah al Qur’an, setan akan menjauh dari orang yang membacanya, bahkan menajuh dari rumahnya. Berkumpul dalam satu majlis untuk membaca al Qur’an akan menjadi perantara turunnya rahmat Allah dan keridhaan-Nya, menjadi sumber ketenangan dan tempat berdzikir untuk mengingat Allah.

Bertabarruk kepada al Qur’an untuk mengobati penyakit bukan sesuatu yang dilarang. Sebab, hal itu tidak mengurangi fungsi al Qur’an sebagai obat nurani, menghilangkan kebodohan dan keraguan, serta tidak menafikan syariat Islam. Hal itu tidak bertentangan dengan amaliah Nabi dan sahabat-sahabatnya.

Inilah keutamaan dan keistimewaan al Qur’an. Membacanya dinilai pahala berlimpah. Khusus di bulan Sya’ban, anjuran membaca, menelaah dan melakukan kajian-kajian terhadap al Qur’an lebih dianjurkan serta pahalanya akan dilipatgandakan.

Bagikan Artikel ini:

About Nurfati Maulida

Avatar of Nurfati Maulida

Check Also

silaturrahmi non muslim

Silaturahmi Kepada Orang Tua dan Saudara Non Muslim, Bolehkah?

Meskipun hari raya Idul Fitri telah berlalu, namun sebagian masyarakat muslim tetap memanfaatkan momentum Syawal …

shalat saat adzan

Shalat Saat Adzan Dikumandangkan?

Tujuan azan adalah untuk memanggil umat shalat berjamaah, sekaligus penanda waktu shalat telah tiba. Seperti …