agama bisa menyembuhkan
agama bisa menyembuhkan

Agama Bisa Menyembuhkan Penyakit?

Saya mendapatkan satu postingan yang sangat menarik tentang sebuah hasil riset. Sebuah riset menggunakan binatang sebagai alat percobaannya. Terdapat dua ekor domba yang diletakkan di kandang yang sama, mereka diberi makanan, minuman, dan lingkungan yang sama. Dalam lingkungan tersebut dapat diketahui telah menghasilkan keadaan fisik yang terkondisikan.

Setelah riset terselesaikan, para peneliti melakukan lagi sebuah riset dengan kembali melibatkan dua domba ditambah satu serigala. Dalam riset ini satu kandang domba di arahkan ke kandang serigala berada dan satu domba lainnya kandangnya dirancang untuk tidak dapat melihat serigala berada.

Tentunya dengan kondisi terkurung, domba maupun serigala akan sama-sama tidak dapat dapat melakukan pergerakan apapun kecuali makan dan juga makan yang telah disediakan oleh petugas. Meski begitu, ternyata selang beberapa bulan berlangsung domba yang bisa melihat serigala itupun stress. Nafsu makan semakin menurun yang lama kelamaan sang doma itupun sakit dan akhirnya mati. Sedangkan domba yang tidak melihat serigala hidup secara normal dan makan secara teratur sebagaimana hasil riset sebelumnya.

Dari penelitian di atas bisa kita nilai betapa dahsyatnya pengaruh emosi yang dapat mengontrol sistem kekebalan dalam tubuh makhluk hidup. Meski tidak bisa disangkal tubuh membutuhkan makanan untuk bertahan hidup namun, otaklah pangkal dari segala sehat dan sakit. Rasa cemas, sedih, takut, dan bahagia merupakan permasalahan emosi yang tidak akan bisa di hindari oleh makhluk hidup.

Jangan pernah menganggap semua Kesehatan hanya dipengaruhi kondisi fisik. Kondisi fisik ternyata sangat bergantung pada pikiran dan emosi. Ketika kondisi stres, depresi, dan banyak pikiran imunitas dan kekebalan tubuh manusia menurun. Begitu sebaliknya.

Harold G Koeing, MD dari Duke University Medical Center menceritakan sebuah hasil penelitian bahwa seseorang yang lebih aktif dalam kegiatan keagamaannya memiliki kemungkinan 46 persen lebih kecil untuk terserang penyakit dan meninggal dibandingkan dengan mereka yang tidak aktif dalam kegiatan keagamaan. Alasan karena sumber penyakit berasal dari stress mereka sendiri. Berdo’a dan mendekatkan diri kepada Tuhan menjadi obat yang dapat mengurangi rasa stress dan mengobati depresi.

Agama memang tidak memberikan dampak langsung secara fisik. Namun, fisik sangat tergantung pada pikiran dan hati yang jernih yang hanya bisa dikelola dengan kegiatan spiritual. Ketakutan akan masa depan dan perubahan yang terus berlangsung mendorong seseorang dalam ketakutan, trauma dan putus asa.

Islam sangat melarang putus asa. Karena itulah, penegasan ayat yang sangat indah diulang dua kali menjadi penegasan tentang cara optimisme menghadapi kesulitan hidup. “Karena, sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Sesungguhnya, sesudah kesulitan itu ada kemudahan.” (QS al-Insyirah: 5-6).

Apakah semua hanya kebetulan? Terkadang ketika kita merasa terhimpit dan hanya doa dan tawakkal yang menjadi senjata utama. Lalu, hal tak terduga terjadi. Segalanya menjadi mudah? Apakah itu semua kebetulan?

Anda tidak akan menemukan kebetulan ketika dalam kondisi tertekan, stress, emosi dan putus asa anda melakukan Tindakan di luar nalar sehat. Mungkin saja, anda bisa melakukan Tindakan bunuh diri. Namun, menahan emosi dan menyerahkan segalanya agar Allah bekerja dengan tanganNya bukan sebuah kebetulan.

Seseorang yang sudah merasakan indahnya gerak tangan Tuhan dalam setiap masalah tidak akan pernah mengatakan kebetulan. Ia akan bersyukur dan mengucap bi idznillah semuanya atas kehendak Tuhan baik suka dan duka. Kata-kata ini merupakan obat mujarab yang dapat mengontrol emosi dan keadaan. Jika tidak bisa melakukan mungkin anda seperti domba yang ketakutan terus menerus melihat serigala.

Bagikan Artikel ini:

About Sefti Lutfiana

Mahasiswa universitas negeri jember Fak. Hukum

Check Also

Cheng Ho

Cheng Ho : Islamisasi Nusantara dari Perpaduan Islam dan China

Di Indonesia, sentimentasi anti China merupakan salah satu konstruksi sejarah paling kejam. Letupan besar dari …

dispensasi nikah

Dispensasi Nikah : antara Mencegah atau Mengafirmasi Pernikahan Dini?

Mengagetkan di Indramayu, terdapat ratusan anak di bawah umur kisaran usia 19 tahun mengajukan dispensasi …

escortescort