iri hati yang membinasakan
iri hati yang membinasakan

Iri Hati yang Membinasakan dan Cara Menyembuhkan

Badan harus selalu dijaga agar tetap fit dan sehat. Begitu pula jiwa harus terus didayagunakan dalam kebaikan agar tetap tenang dan stabil. Namun, hal paling penting yang kadang lupa dijaga adalah kesehatan hati. Sudahkah hati kita sehat?

Rasulullah pernah bersadda :

اَلاَ وَاِنَّ فِى الْجَسَدِ مُضْغَةً اِذَا صَلُحَتْ صَلُحَ الْجَسَدُ كُلُّهُ وَاِذَا فَسَدَتْ فَسَدَ الْجَسَدُ كُلُّهُ اَلاَ وَهِيَ الْقَلْبُ (رواه البخارى)

Artinya : “ Ketahuilah, didalam tubuh manusia ada segumpal daging. Apabila segumpal daging itu baik,baiklah tubuh seluruhnya, dan apabila daging itu rusak, rusaklah tubuh seluruhnya. Ketahuilah olehmu, bahwa segumpal daging itu adalah qalbu (hati)” (H.R. Bukhari).

Kesehatan hati ternyata memiliki peran penting dan utama yang mempengaruhi seluruh kebaikan kehidupan manusia. Jika hati rusak, seluruh perilaku dan tindakan manusia juga akan rusak. Begitu pula sebaliknya. Hati harus terus dijaga agar tidak keropos dengan ragam penyakit.

Salah satu penyakit hati yang sangat membahayakan atau bahkan membinasakan adalah iri hati. Apa itu iri hati?

Iri Hati yang Membinasakan, Inilah Penyebabnya

Rasulullah pernah mengingatkan dengan kiasan yang sangat jelas. : “Tiga hal yang merupakan sumber segala dosa, hindarilah dan berhati-hatilah terhadap ketiganya. Hati-hati terhadap keangkuhan karena keangkuhan membuat Iblis enggan bersujud kepada Adam, dan hati-hatilah terhadap tamak (rakus) karena ketamakan mengantar Adam memakan buah terlarang, dan berhati-hatilah terhadap iri hati karena kedua anak Adam (Qabil dan Habil) salah seorang di antaranya membunuh saudaranya akibat dorongan iri hati.” (HR Ibn Asakir melalui Ibn Mas’ud).

Dari tiga penyakit hati tersebut salah satu yang paling berbahaya dilukiskan oleh Rasulullah adalah iri hati yang bisa menyebabkan kebinasaan. Tetangga bisa merusak tetangganya, teman bisa merusak temannya, bahkan saudara bisa merusak saudaranya karena iri hati. Iri hati bukan hanya ekspresi hati tetapi bisa mempengaruhi mental dan tindakan yang destruktif.

Baca Juga:  4 Nasehat Imam Al-Ghazali Untuk Mengetahui Kekurangan Diri

Rasulullah mengingatkan dalam hadist yang lain : “Jagalah dirimu dari hasad, karena sesungguhnya hasad merusak kebaikan, sebagaimana api yang memakan kayu bakar.” (HR. Abu Daud). Bahaya iri hati laksana api yang bisa melahap dengan cepat dan mudah.

Iri hati (hasad) dalam Islam merupakan penyakit hati yang tidak tampak. Namun, gejalanya bisa diamati dari emosi dan perilaku. Biasanya orang yang iri hati akan mudah mencela, menghina, membuka rahasia, merendahkan dan mengadu domba. Orang yang iri tidak akan senang orang lain memiliki dan mencapai hal kebaikan yang dianggap adalah bagian dari haknya.

Dalam kadar esktrem apa yang akan dilakukan oleh orang diselimuti iri hati adalah menghancurkan orang lain bahkan saudara sendiri sekalipun. Inilah kiasan dari kisah Qabil-Habil yang dijadikan rujukan Rasulullah dari sifat iri hati yang membinasakan.

Iri hati muncul karena tiga hal. Pertama, kegagalan dalam mencapai tujuan dengan membandingkan pencapaian orang lain. Kedua, rasa ingin memiliki terhadap hal yang dimiliki orang lain. Ketiga, rasa rendah diri yang ingin dibangkitkan dengan cara merendahkan orang lain.

Ketiga sumber ini harus dikelola dengan baik agar bisa sembuh. Hal manusiawi untuk melihat dan membandingkan orang lain. Namun, sikap iri hati mesti harus dikelola dengan baik.  Lalu bagaimana menyembuhkan sifat iri hati

Menyembuhkan Sifat Iri Hati

  1. Berdoa agar dijauhkan dari sifat iri hati

Hati dan gerakanny adalah bagian yang kadang tidak bisa dikendalikan manusia. Hati mempunyai sifat yang mudah berubah. Karena itulah, cara paling ampuh dan utama adalah selalu berdoa agar dijauhi dari sifat iri hati.

  1. Memperbanyak istigfar

Dizkir adalah amalan terbaik untuk selalu merasa diri dekat dan diawasi. dzikir dengan istighfar akan melembutkan hati karena menyadari setiap kesalahan yang sekecil dan sesamar apapun. Perbanyak istighfar dalam kehidupan sehari-hari menjadi benteng dari sikap iri hati.

  1. Memperbanyak bersyukur
Baca Juga:  Adab dan Panduan Orang Tua dalam Mendidik Anak

Perbanyak bersyukur atas karunia yang diberikan Tuhan adalah bagian paling ampuh menyembuhkan iri hati. Apa yang Allah berikan di tangan kita adalah bagian anugerah yang tidak bisa dibandingkan dengan orang lain. Bisa jadi mereka mempunyai hal lebih, tetapi Allah memberikan anugerah lain dalam diri yang patut selalu disyukuri. Sikap syukur pada akhirnya menyembuhkan sifat iri hati

  1. Menjadikan iri sebagai energi positif

Iri hati yang bersifat manusiawi harus dikelola dengan baik. Karena itulah, Allah memerintahkan untuk berlomba-lomba dalam kebaikan dengan cara yang baik. Iri pada kesuksesan dan kepemilikan orang lain harus menjadi pemacu untuk meningkatkan diri bukan merendahkan diri apalagi merendahkan orang lain.

Bagikan Artikel ini:

About Sefti Lutfiana

Mahasiswa universitas negeri jember Fak. Hukum

Check Also

istri boros

Nasehat Suami Ketika Menghadapi Istri yang Boros

Dalam menjalani bahtera rumah tangga pastinya tak luput dari permasalahan. Salah satu persoalan yang kerap …

mencintai negeri

Aku Cinta Negeriku sebagaimana Rasulullah Mencintai Negerinya

Sejak kecil saya diajarkan untuk mencintai negeri ini. Dari sekedar menghafal lagu kebangsaan, mengikuti upacara …