nasehat untuk orang kaya
nasehat untuk orang kaya

Agar Harta Tidak Menjadi Malapetaka, Ini Nasehat Imam Ghazali untuk Orang Kaya

Islam adalah agama yang menjunjung nilai keadilan. Meskipun mendorong kesuksesan seseorang, tetapi tidak pula menganjurkan penumpukan kekayaan pada satu orang dan kelompok tertentu. Islam memberlakukan hukum untuk menjamin pemerataan kekayaan.

Seperti kita ketahui, ada beberapa kewajiban yang harus dilakukan ketika kita dianugrahkan rezeki yang lebih dibanding orang lain yakni mengeluarkan zakat dan bersedekah bagi orang-orang yang membutuhkan. Selain itu, dengan menjadi orang kaya, harusnya memiliki adab yang harus di lakukan sesuai tuntunan.

Jika sudah mengedepankan beberapa adab ini maka kekayaannya tidak akan menjauhkan dari manusia yang lain. Yang tak kalah penting dia tidak jauh dengan Allah. Sehingga ada beberapa adab perlu dimiliki orang kaya.

Imam Ghazali mengulas beberapa point penting bagi seseorang memiliki kekayaan lebih.

Pertama, bersikap tawadu’ atau bersikap rendah hati atau tidak menyombongkan harta yang telah dimilikinya. Sebuah hadits yang diriwayatkan Imam Muslim, Rasulullah bersabda, “Tidaklah seorang bertawadhu yang ditunjukkan semata-mata karena Allah, melainkan Allah akan mengangkat derajatnya.” 

Kedua, menghapus sifat sombong. Orang kaya mesti sadar, harta yang ia miliki merupakan nikmat dan rezeki dari Allah. Harta yang ia miliki tidak semata-mata dihasilkan hanya karena usaha dan kepandaiannya semata, namun semua itu tak lepas dari nikmat dari Allah.  jika ia sudah menyadari akan hal diatas, maka ia akan terhindar dari sifat sombong yang ada pada diri manusia.

Ketiga, tidak lupa bersyukur. Allah berfirman, ”Sungguh jika kamu bersyukur, pasti kami akan menambah nikmat kepadamu, jika kamu ingkar maka sungguh adzabku sangat pedih.” (QS Ibrahim: 7). Syukur yakni dengan mengakui akan nikmat Allah serta mengarahkan nikmat tersebut untuk mencari ridha Allah. Rasa syukur menjauhkan dari benih-benih kesombongan.

Lawan dari syukur adalah kufur, sikap kufur adalah sikap yang mengingkari kekayaan sebagai karunia dari Allah. Kufur dipicu oleh sifat tamak dengan apa yang dimiliki. Maka Allah tak akan segan-segan untuk menurunkan azab ataupun mencabut semua harta yang Ia berikan pada umatnya tersebut.

Keempat, bekerja untuk kebaikan. Orang kaya tidak tiba-tiba jadi kaya. Ada proses kerja ia lakukan secara konsisten. Yang sudah kaya tetap bergerak untuk mempertahankan kekayaannya. Yang membedakan antara orang kaya dan miskin yakni tentang harta yang ia miliki, maka hendaknya sebagian harta yang ia miliki dapat dimanfaatkan untuk kemaslahatan umat. Seperti dengan memberikan sumbangan kepada masjid atau memberikan bantuan kepada panti asuhan dan yang lainnya. 

Kelima, memperlihatkan keceriaan kepada orang miskin yang sering mendatanginya. Sikap seperti ini mencerminkan bahwa seorang yang kaya tidak akan membeda-bedakan satatus maupun kasta. Karena ia sangat mengetahui kelebihan yang ia miliki karena kebaikan dari Allah yang dianugrahkan Allah kepadanya.

Keenam, menjawab salam kepada siapa saja yang memberikan salam kepadanya. Orang kaya juga dituntut untuk membalas sapaan yang datang dari setiap orang, meski orang yang menyapanya tidak sederajat dengan dirinya. Manusia memang diciptakan setara dan sama-sama mulia, dan demikianlah seharusnya tiap orang saling bersikap.

Bagikan Artikel ini:

About Imam Santoso

Check Also

memandikan jenazah

Saat Jenazah Tak Bisa Dimandikan, Bagaimana Islam Menyikapinya?

Kematian adalah bagian dari kehidupan yang tidak dapat dihindari, dan ketika seseorang meninggal dunia, kita …

uban

Uban, Tanda Kebijaksanaan dan Pesan Spiritual

Uban sering kali dianggap sebagai tanda penuaan yang tak terhindarkan, namun baik dalam pandangan Islam …