Wanita Uighur protes di depan barikade polisi China
Wanita Uighur protes di depan barikade polisi China

Ajarkan Agama Islam, China Hukum Penjara Wanita Uighur Dipenjara 14 Tahun

Jakarta –  Perlakuan keras pemerintah China terhadap minoritas Muslim Uighur di Provinsi Xinjiang, sudah bukan menjadi rahasia umum lagi. Meski China selalu mengelak telah melanggar Hak Asasi Manusia (HAM) terhadap Muslim Uighur, tapi bukti-bukti kekejaman China tidak bisa dipungkiri lagi.

Terkini, seorang  wanita Uighur yang diculik dari rumahnya di wilayah Xinjiang Barat, China, empat tahun lalu dijatuhi hukuman 14 tahun penjara. Hukuman diberikan karena dia memberikan pengajaran agama Islam kepada anak-anak di lingkungannya dan menyembunyikan salinan Alquran.

Dilansir dari RFA, Sabtu (8/1/2022), Hasiyet Ehmet, sekarang berusia 57 tahun dan merupakan penduduk daerah Manas (dalam bahasa China, Manasi) di Prefektur Otonomi Changji Hui, Xinjiang. Hingga saat ini, belum terdengar kabarnya sejak dia diculik oleh pihak berwenang pada Mei 2017 berdasarkan pengakuan narasumber yang meminta anonimitas karena takut akan pembalasan oleh otoritas China.

Kronologi penangkapan terjadi ketika polisi dari kantor polisi di kabupaten itu masuk ke rumah Hasiyet dan menutupi kepalanya dengan tudung hitam. Polisi bahkan menolak permintaan Hasiyet untuk mengenakan pakaian lain dan mengambil obatnya sebelum mereka membawanya pergi.

Seorang pejabat pengadilan daerah Manas mengkonfirmasi bahwa Hasiyet Ehmet telah dijatuhi hukuman 14 tahun. “Hukuman dijatuhkan karena dia mengajari anak-anak Alquran dan menyembunyikan dua salinan Alquran ketika pihak berwenang melakukan penyitaan,” kata pejabat tersebut dikutip dari laman republika.co.id.

Sembilan tahun sebelum penangkapannya, suami Hasiyet dihukum karena tuduhan separatisme dan dijatuhi hukuman penjara seumur hidup pada 2009. Hasiyet telah berhenti mengajar anak-anak dua tahun sebelum dia ditangkap karena masalah kesehatan. Dia juga menahan diri untuk tidak menghadiri acara publik.

Pihak berwenang China telah menargetkan dan menangkap banyak pengusaha, intelektual, dan tokoh budaya dan agama Uighur di Daerah Otonomi Uighur Xinjiang selama bertahun-tahun sebagai bagian dari kampanye untuk memantau, mengendalikan, dan mengasimilasi anggota kelompok minoritas yang konon untuk mencegah ekstremisme agama dan kegiatan terorisme.

Banyak dari mereka termasuk di antara 1,8 juta orang Uighur dan minoritas Turki lainnya yang diyakini ditahan di jaringan kamp-kamp penahanan di Xinjiang sejak 2017. Beijing mengatakan bahwa kamp-kamp itu adalah pusat pelatihan kejuruan dan telah membantah tuduhan yang tersebar luas dan terdokumentasi bahwa mereka telah dianiaya Muslim yang tinggal di Xinjiang.

Hasiyet ditangkap bersama beberapa tetangganya dan ditahan selama 15 hari setelah diinterogasi berdasarkan pengakuan ketua komite lingkungan setempat, sebuah organisasi tingkat akar rumput di Cina yang memantau warga. Pihak berwenang menangkapnya untuk kedua kalinya pada bulan September dan menghukumnya.

Staf di departemen kepolisian daerah Manas menolak menjawab pertanyaan tentang Hasiyet, hanya mengatakan bahwa tidak banyak petugas polisi Uighur atau penduduk Uighur yang tinggal di daerah yang luasnya hampir 9.200 kilometer persegi (3.550 mil persegi).

Prefektur Otonomi Changji Hui memiliki populasi lebih dari 1,6 juta orang menurut data sensus terbaru China di Xinjiang, yang dikeluarkan pada Juni 2021. Informasi tersebut tidak merinci populasi di tingkat kabupaten.

Seorang petugas polisi di Manas tidak menyangkal bahwa Hasiyet ditahan tetapi mengatakan itu adalah rahasia negara dan tidak memberikan rincian lebih lanjut.

Sumber lain yang mengetahui situasi tersebut mengatakan bahwa Uighur Service setelah pertama kali melaporkan kasus Hasiyet bahwa pihak berwenang.

Laporan menyebutkan bahwa polisi menghukum wanita itu 14 tahun penjara karena mengajarkan Alquran dan memberikan pelajaran agama kepada anak-anak setempat dan karena menyembunyikan dua salinan kitab suci tersebut.

“Pihak berwenang tidak mengadili Hasiyet atas tuduhan di pengadilan, tetapi malah mengirim surat putusan pengadilan kepada keluarganya,” kata salah satu sumber.

Namun demikian, lanjut sumber tersebut, karena suami Hasiyet menjalani hukuman seumur hidup di penjara, orang tuanya meninggal, dan keberadaan putrinya yang berusia 13 tahun tidak diketahui, surat itu mungkin telah dikirimkan ke keluarga suaminya.

“Pernyataan vonis secara singkat merangkum alasan penculikannya bersama dengan hukuman penjaranya,” ujar dia.

Bagikan Artikel ini:

About redaksi

Avatar of redaksi

Check Also

TGB Zainul Majdi

Agama Paling Sering Didzalimi Jelang Kontestasi Politik

Surabaya – Mahasiswa dan generasi muda diminta untuk menjaga toleransi dan tidak termakan isu agama …

KH Abun Bunyamin

Gagasan Sesat Fikir, Khilafah Hanya Cara Adu Domba Untuk Tujuan Politik

Purwakarta – Kelompok pengusung ideologi khilafah selalu memanfaatkan momentum untuk dan melancarkan propagandanya. Bahkan, kondisi …